#30 tag 24jam
Terkenang Syekh Ahmad Yasin, Guru Ismail Haniyeh juga Syahid Dibunuh
Syekh Ahmad Yasin syahid dirudal Israel usai shalat subuh. [607] url asal
#ismail-haniyeh-syahid #ismail-haniyeh-gugur #hamas #syekh-ahmad-yasin #palestina #ismail-haniyeh-dibunuh
(Republika - News) 31/07/24 16:19
v/12754722/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syekh Ahmad Yasin merupakan tokoh kunci di balik berdirinya Harakah Muqawamah Islamiyyah (Hamas). Ulama yang juga penyandang disabilitas ini syahid akibat operasi militer dan intelijen Israel.
Muhammad Said Mursi dalam buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah, mengungkapkan, pemilik nama lengkap Ahmad Ismail Yasin itu lahir pada 1938. Ia menjadi yatim ketika berusia tiga tahun.
Seiring dengan perang pada 1948, yang dipicu berdirinya Israel, Ahmad Yasin ikut keluarganya mengungsi ke Gaza. Mereka akhirnya menetap di kamp pengungsian al-Shati.
Saat berusia 12 tahun, ia mengalami kelumpuhan total setelah bermain gulat dengan seorang kawannya. Lehernya sempat diplester selama 45 hari. Namun, ia harus mengalami kelumpuhan seumur hidup.
Sejak kecil Syekh Ahmad Yasin berjiwa bijak, sabar, dan tabah. Ia tak menceritakan kalau tubuhnya mengalami luka seperti itu karena ulah temannya, al-Khatib. Semua itu dilakukannya, semata-mata karena tak ingin hubungan persaudaraan antara keluarganya dan keluarga teman itu retak. Ia hanya mengaku terluka ketika sedang bermain lompat katak di sekolahnya.
Kondisi fisiknya tak menghalanginya berbuat banyak. Memang, ia terpaksa tidak meneruskan studi di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, karena kecelakaan yang dialami. Namun, ia adalah seorang otodidak.
Minatnya pada filsafat, ilmu agama, politik, sosiologi, dan ekonomi membuatnya menjadi seorang tokoh. Masyarakat Gaza pun mendaulatnya sebagai seorang pembicara atau orator di Jalur Gaza. Ia juga sering mengisi khutbah Jumat.
Karier pertama Syekh Ahmad Yasin adalah menjadi guru bahasa Arab di sekolah dasar di Rimal, Gaza. Mengajar murid-muridnya dengan hati dan keikhlasan membuatnya menjadi guru idola.
Aktivitasnya di dunia poltik dimulai dengan menjadi anggota Ikhwanul Muslimin cabang Palestina. Pada 1987, bersama Abdul Aziz al-Rantissi, Syekh Ahmad Yasin mendirikan Hamas.
Sosok pejuang tangguh ...
Hamas yang didirikan Syekh Ahmad Yasin disambut dukungan umat di Palestina, khususnya di kawasan Gaza. Betapa tidak, organisasi yang dituding Pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai gerakan teroris, justru kehadirannya memberi berkah bagi warga Palestina.
Hamas telah mendirikan rumah sakit, membangun sistem pendidikan lewat sekolah-sekolah yang didirikannya, dan mendirikan lembaga zakat, lembaga perdamaian untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi antarwarga, serta lembaga sosial lainnya.
Syekh Ahmad Yasin tak pernah mengenal kata takut, kecuali hanya untuk Allah. Ia berani mempertaruhkan nyawanya untuk membela agama Islam dan tanah air.
Pada 1983, Syekh Ahmad Yasin ditangkap pasukan Israel. Ia dipenjara dengan tuduhan kepemilikan senjata illegal--sebuah fitnah yang mengada-ada.
Tak tanggung-tanggung, sang pendiri Hamas pun dipenjara selama 13 tahun oleh zionis. Pada 1985, ia dibebaskan dalam sebuah pertukaran tawanan antara Israel dan Organisasi Pembebasan Rakyat Palestina (PLO).
Empat tahun kemudian, Zionis Israel kembali memenjarakan Syekh Ahmad Yasin. Selama berada dalam penjara, ia kerap disiksa.
"Syekh Ahmad Yasin rela mengalami semua siksaan dan penderitaan itu demi membela agama Islam dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari cengkeraman penjajah Israel," papar Said Mursi.
Pada 1991, ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, tetapi bebas empat tahu kemudian. Lagi-lagi, kebebasannya dalam rangka pertukaran tahanan antara entitas zionis itu dan kelompok Hamas.
Demi membela Bumi al-Quds, Syekh Ahmad Yasin menolak semua "kesepakatan" dan "perundingan damai" antara Israel dan Palestina. Ia hafal benar bahwa semua upaya itu hanya akan merugikan umat Islam dan rakyat Palestina.
Usaha-usaha untuk membunuh Syekh Ahmad Yasin berkali-kali dilakukan Israel. Hingga akhirnya, pada 22 Maret 2004, tentara zionis membunuh tokoh Hamas ini dengan cara yang sangat sadis.
Hari itu, Syekh Ahmad Yasin baru saja selesai shalat Subuh di Masjid al-Mujama' al-Islami yang didirikannya di Kota Gaza. Ketika keluar dari masjid, pasukan Israel melepaskan tiga roket. Salah satunya, mengenai tubuh sang mujahid. Ia pun gugur sebagai syuhada bersama sembilan orang Palestina
Sekitar 200 ribu orang turun ke jalan di Jalur Gaza untuk menghadiri pemakaman jenazah Syekh Ahmad Yasin, sementara pasukan Israel mengumumkan siaga nasional.
Kisah Persekongkolan Pembunuhan Pejuang Kemerdekaan Palestina
Perjuangan tokoh Palestina ini dinilai sebuah kejahatan. [670] url asal
#syekh-ahmad-yasin #palestina #israel #gaza #hamas #fattah
(Republika - Khazanah) 26/07/24 13:40
v/12185523/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nama lengkapnya adalah Ahmad Ismail Yasin lahir pada tahun 1938 di Desa Jurah yang terletak di sebelah selatan Kota Gaza, Palestina.
Ahmad Yasin adalah seorang guru bahasa Arab dan pendidik Islam. Seluruh tubuhnya mengalami kelumpuhan disebabkan kecelakaan ketika sedang melakukan suatu olahraga.
Ahmad Yasin adalah ketua dewan urusan Islam di Gaza setelah negara Arab mengalami kekalahan dari pasukan Israel tahun 1967. Ahmad Yasin selalu berceramah di masjid-masjid untuk mengajak umat Islam bersama-sama mengusir penjajah Israel, di samping itu dalam ceramah-ceramahnya, dia juga selalu mengajak umat Islam untuk melakukan jihad.
Ide-idenya selalu mempunyai peranan yang besar dalam pendirian beberapa lembaga kemasyarakatan di Palestina. Seperti lembaga pengumpul zakat, lembaga perdamaian untuk menyelesaikan persengketaan yang terjadi antara warga, sekolah Islam, lembaga sosial, dan lainnya.
Pada tahun 1983, pasukan Israel menangkap Ahmad Yasin dengan tuduhan pemilikan senjata ilegal dan menghasut masyarakat untuk mengusir orang-orang Yahudi. Selain dua tuduhan tadi, dia juga dituduh sebagai pemimpin kelompok Hamas dan melakukan serangkaian serangan terhadap kepentingan-kepentingan Israel. Israel menjatuhkan kepada Ahmad Yasin hukuman penjara selama 13 tahun.
Pada tahun 1985, dia dibebaskan dalam rangka pertukaran tawanan antara Israel dan organisasi pembebas rakyat Palestina (PLO). Saat dibebaskan, dia baru dipenjara selama 11 bulan.
Disebabkan adanya serangkaian tindak kekerasan yang sering terjadi, maka pada tahun 1989, Ahmad Yasin ditangkap lagi.
Di dalam penjara Israel, Ahmad Yasin menerima berbagai siksaan yang sangat keji dan kejam dengan segala siksaan yang ia terima. Dia tetap tabah walaupun kondisi lumpuh, dia rela mengalami demikian karena ingin membela agamanya, memperjuangkan negara Palestina dan demi kembalinya negeri yang dijajah pada tahun 1991. Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan militer.
Pada tahun 1997, dia dibebaskan oleh pemerintah Israel, karena adanya pertukaran tawanan antara pemerintah Israel dengan kelompok Hamas. Pemerintah Israel bersedia membebaskan Ahmad Yasin dengan syarat kelompok Hamas juga bersedia membebaskan dua anggota Mossad.
Anggota Mossad tersebut adalah yang melakukan usaha pembunuhan terhadap Khalid Masy'al yang menjabat sebagai ketua kantor urusan politik Hamas di Yordania. Dengan izin Allah usaha tersebut gagal.
Sesampainya Ahmad Yasin di jalur Gaza, orang-orang menyambut dengan sukacita diantara ucapannya yang terkenal adalah, "Tanah Palestina adalah merupakan wakaf milik umat Islam, tidak ada seorangpun yang boleh membiarkannya lepas walaupun hanya sejengkal Tanah."
Ahmad Yasin menolak semua kesepakatan dan perundingan damai antara Israel dengan Palestina. Kesepakatan dan perundingan damai yang ia tolak seperti kesepakatan Sholtez, Baker, rencana perdamaian Shamir, perundingan damai Madrid dan Washington, serta kesepakatan jalur Gaza dan Yericho.
Amerika Serikat (AS) menempatkan kelompok Hamas pimpinan Ahmad Yasin sebagai kelompok teroris. Amerika Serikat menganggap perjuangan Hamas di Palestina melawan Israel adalah merupakan suatu kejahatan, oleh karena itu pemerintah Amerika Serikat meminta kepada Sharon untuk menghancurkan kelompok Hamas dengan cara apapun.
Israel telah beberapa kali melakukan usaha pembunuhan terhadap Ahmad Yasin. Pada tanggal 6 September 2003 pesawat tempur Israel menyerang sebuah rumah yang ditempati oleh Ahmad Yasin, dalam penyerangan tersebut Ahmad Yasin selamat dari usaha pembunuhan.
Dalam suatu usaha pembunuhan yang terjadi pagi hari pada 22 Maret 2004, Israel berhasil membunuh Ahmad Yasin.
Usaha pembunuhan terhadap Ahmad Yasin adalah ketika dia baru keluar dari Masjid al-Mujama al-Islami yang ia dirikan di kota Gaza. Setelah Ahmad Yasin selesai melakukan sholat Subuh, pasukan Israel melepaskan tiga roket yang salah satunya mengenai langsung tubuh Ahmad Yasin.
Tidak jauh dari kejadian tersebut darah Ahmad Yasin berceceran di sebuah jalan yang terletak antara rumah dan masjid. Dagingnya hampir berceceran di semua bagian-bagian tembok rumahnya yang berdiri yang terdiri dari dua lantai yang terletak di sebelah timur jalan. Pecahan-pecahan kursi roda berubah menjadi abu yang dipenuhi dengan darah, sebuah mobil Jeep warna hijau yang diparkir di depan pintu salah satu penduduk juga hancur. Potongan daging dan darah Ahmad Yasin juga berceceran di mobil tersebut.
Beberapa keluarga dan pegawai Ambulans mengumpulkan daging-daging yang berceceran di atas rumah-rumah yang berdekatan. Ahmad Yasin gugur bersama sembilan orang Palestina dan 15 yang lain mengalami luka-luka. Dua putranya juga mengalami luka-luka dalam tragedi tersebut. Di Palestina diadakan acara berkabung nasional atas wafatnya Ahmad Yasin.