#30 tag 24jam
"Sampah Kami, Emas Kami" Halaman all
Warga di Desa Mulur, Sukoharjo dan Kampung Kitiran, Solo telah membuktikan bahwa dengan memilah sampah, mereka bisa mengais emas. Halaman all?page=all [654] url asal
#tabungan-emas #pt-pegadaian #bank-sampah-kitiran-emas #kampung-kitiran #tabungan-emas-pegadaian #bank-sampah-induk-desa-mulur #bsi-bumdesa-mulur #pengolahan-sampah-desa-mulur
(Kompas.com) 29/09/24 07:41
v/15721571/
SOLO, KOMPAS.com – Rampung mencuci baju, Rusmiyati (43) buru-buru menuju toko kelontong terdekat. Ia ingin membeli detergen pagi itu karena tahu persedian di rumah hampir habis.
Rosa, begitu Rusmiyati lebih akrab disapa, yakin sisa detergennya tak akan cukup untuk mencuci baju di kemudian hari. Ia memilih segera saja membelinya sebelum nanti dibutuhkan.
Setibanya di rumah, ia lalu dengan hati-hati menggunting kemasan detergen tersebut. Rosa kemudian memindahkan isinya ke wadah khusus yang biasa digunakan.
Dengan ini, di tangannya tinggal ada kemasan plastik detergen yang kosong. Alih-alih membuangnya ke tempat sampah, Rosa pun memilih untuk menyimpannya di sudut dapur.
Bukan tanpa alasan. Warga Kampung Pojok RT 003/RW 004 Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah itu melakukannya karena ingin ikut berperan dalam upaya menjaga lingkungan.
Rosa akan menyetorkan bungkus-bungkus plastik tersebut ke pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Pojok Keren (Joker) di desanya untuk kemudian diolah.
Sejak setahun terakhir, Rosa memang telah memutuskan untuk semakin giat memilah sampah rumah tangganya. Hal itu terjadi setelah ia bergabung menjadi nasabah BSU Joker.
Bukan hanya plastik detergen, ia juga telah secara rutin memisahkan kemasan-kemasan lain, seperti botol minuman, kaleng bekas makanan, kardus, hingga kertas-kertas tak terpakai.
”Kalau sebelumnya, ketika ada sampah, ya kami buang begitu saja. Sekarang lain, kami di rumah sudah mulai terbiasa memilah sampah. Suami dan anak-anak juga begitu. Apalagi kami sudah tahu kalau sampah-sampah ini bisa diuangkan dan diikutkan tabungan emas,” ucapnya saat diwawancarai Kompas.com pada Sabtu (28/8/2024).
Ia menganggap, program tabungan emas melalui bank sampah memiliki dampak positif untuk jangka panjang.
Selain dapat mengatasi persoalan sampah, program itu bisa sedikit membantu urusan finansial para warga yang menjadi nasabah bank sampah tersebut.
Sebab, hasil dari sampah yang dikumpulkan bisa diuangkan dan bahkan bisa disalurkan dalam tabungan emas sebagai bentuk investasi.
”Sesuai pemahaman kami, dalam jangka panjang, nilai emas ini kan cenderung naik atau setidaknya stabil. Jadi kami pun kian bersemangat memilah dan mengolah sampah. Harapannya, sehat diraih, simpanan emas kami pun bisa bertambah,” tutur tersenyum.
Anggota naik signifikan
BSI BUMDes Mulur Warga Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, menunjukkan buku tabungan emas yang diterbitkan oleh PT Pegadaian (Persero) belum lama ini. Setelah Bank Sampah Induk (BSI) BUMDes Mulur bekerja sama dengan Pegadaian untuk mengadakan program memilah sampah menabung emas, jumlah anggota bank sampah di Desa Mulur naik signifikan dari 100-an menjadi 320-an hanya dalam waktu kurang dari setahun.Manajer Operasional Bank Sampah Induk (BSI) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Arnisya Frisiliani, mengatakan dalam menjalankan program memiliah sampah menjadi emas, BSI BUMDes Mulur bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) sejak akhir tahun lalu.
Ia pun bersyukur, setelah program tabungan emas tersebut disosialisasikan lebih luas ke masyarakat, jumlah BSU yang terbentuk di Mulur terus bertambah.
Dari awalnya hanya empat BSU, Desa Mulur kini sudah memiliki 20 BSU yang siap menjadi kepanjangan tangan dari BSI BUMDes Mulur dalam mengelola sampah dari warga.
Jumlah warga yang siap mengolah sampah atau menjadi nasabah BSU otomatis juga ikut bertambah setelah disosialisasikan program memilah sampah menjadi emas.
”Saya hitung, sebelum kami bekerja sama dengan Pagadaian, jumlah nasabah tidak lebih dari 100 orang. Sedangkan untuk saat ini, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 320 orang,” tuturnya.
"Sampah Kami, Emas Kami"
Warga di Desa Mulur, Sukoharjo dan Kampung Kitiran, Solo telah membuktikan bahwa dengan memilah sampah, mereka bisa mengais emas. Halaman all [1,620] url asal
#tabungan-emas #pt-pegadaian #bank-sampah-kitiran-emas #kampung-kitiran #tabungan-emas-pegadaian #bank-sampah-induk-desa-mulur #bsi-bumdesa-mulur #pengolahan-sampah-desa-mulur
(Kompas.com) 29/09/24 07:41
v/15715817/
SOLO, KOMPAS.com – Rampung mencuci baju, Rusmiyati (43) buru-buru menuju toko kelontong terdekat. Ia ingin membeli detergen pagi itu karena tahu persedian di rumah hampir habis.
Rosa, begitu Rusmiyati lebih akrab disapa, yakin sisa detergennya tak akan cukup untuk mencuci baju di kemudian hari. Ia memilih segera saja membelinya sebelum nanti dibutuhkan.
Setibanya di rumah, ia lalu dengan hati-hati menggunting kemasan detergen tersebut. Rosa kemudian memindahkan isinya ke wadah khusus yang biasa digunakan.
Dengan ini, di tangannya tinggal ada kemasan plastik detergen yang kosong. Alih-alih membuangnya ke tempat sampah, Rosa pun memilih untuk menyimpannya di sudut dapur.
Bukan tanpa alasan. Warga Kampung Pojok RT 003/RW 004 Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah itu melakukannya karena ingin ikut berperan dalam upaya menjaga lingkungan.
Rosa akan menyetorkan bungkus-bungkus plastik tersebut ke pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Pojok Keren (Joker) di desanya untuk kemudian diolah.
Sejak setahun terakhir, Rosa memang telah memutuskan untuk semakin giat memilah sampah rumah tangganya. Hal itu terjadi setelah ia bergabung menjadi nasabah BSU Joker.
Bukan hanya plastik detergen, ia juga telah secara rutin memisahkan kemasan-kemasan lain, seperti botol minuman, kaleng bekas makanan, kardus, hingga kertas-kertas tak terpakai.
”Kalau sebelumnya, ketika ada sampah, ya kami buang begitu saja. Sekarang lain, kami di rumah sudah mulai terbiasa memilah sampah. Suami dan anak-anak juga begitu. Apalagi kami sudah tahu kalau sampah-sampah ini bisa diuangkan dan diikutkan tabungan emas,” ucapnya saat diwawancarai Kompas.com pada Sabtu (28/8/2024).
Ia menganggap, program tabungan emas melalui bank sampah memiliki dampak positif untuk jangka panjang.
Selain dapat mengatasi persoalan sampah, program itu bisa sedikit membantu urusan finansial para warga yang menjadi nasabah bank sampah tersebut.
Sebab, hasil dari sampah yang dikumpulkan bisa diuangkan dan bahkan bisa disalurkan dalam tabungan emas sebagai bentuk investasi.
”Sesuai pemahaman kami, dalam jangka panjang, nilai emas ini kan cenderung naik atau setidaknya stabil. Jadi kami pun kian bersemangat memilah dan mengolah sampah. Harapannya, sehat diraih, simpanan emas kami pun bisa bertambah,” tutur tersenyum.
Anggota naik signifikan
BSI BUMDes Mulur Warga Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, menunjukkan buku tabungan emas yang diterbitkan oleh PT Pegadaian (Persero) belum lama ini. Setelah Bank Sampah Induk (BSI) BUMDes Mulur bekerja sama dengan Pegadaian untuk mengadakan program memilah sampah menabung emas, jumlah anggota bank sampah di Desa Mulur naik signifikan dari 100-an menjadi 320-an hanya dalam waktu kurang dari setahun.Manajer Operasional Bank Sampah Induk (BSI) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Arnisya Frisiliani, mengatakan dalam menjalankan program memiliah sampah menjadi emas, BSI BUMDes Mulur bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) sejak akhir tahun lalu.
Ia pun bersyukur, setelah program tabungan emas tersebut disosialisasikan lebih luas ke masyarakat, jumlah BSU yang terbentuk di Mulur terus bertambah.
Dari awalnya hanya empat BSU, Desa Mulur kini sudah memiliki 20 BSU yang siap menjadi kepanjangan tangan dari BSI BUMDes Mulur dalam mengelola sampah dari warga.
Jumlah warga yang siap mengolah sampah atau menjadi nasabah BSU otomatis juga ikut bertambah setelah disosialisasikan program memilah sampah menjadi emas.
”Saya hitung, sebelum kami bekerja sama dengan Pagadaian, jumlah nasabah tidak lebih dari 100 orang. Sedangkan untuk saat ini, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 320 orang,” tuturnya.
Dia memang berharap melalui program menabung emas, ada semakin banyak warga yang tertarik menjadi nasabah BSU-BSU di Mulur.
Sebab, hal itu diyakini akan mempermudah kampanye pengolahan sampah yang berkelanjutan di tingkat bawah.
”Di bank sampah, kami kan bukan hanya melakukan transaksi jual beli sampah ya. Kami juga telah rutin menggelar edukasi atau diskusi tentang banyak hal, termasuk kesadaran lingkungan, daur ulang, produksi kompos, ekonomi sirkular, pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya. Pada akhirnya, tujuan besar kami adalah ingin mendorong kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga bumi ini,” jelas Arnisya.
Ia menerangkan, untuk menabung emas dengan memilah sampah, nasabah BSU tidak perlu datang ke kantor Pegadaian, melainkan bisa dilakukan di kantor BUMDes Mulur.
Para nasabah telah dibelaki dengan buku tabungan masing-masing.
”Jika (sampah) langsung diuangkan, mungkin hasilnya akan terlihat sedikit ya? Misalnya, cuma Rp 5.000 atau Rp 15.000. Tapi, jika ditabung, dalam jangka panjang hasilnya bisa terlihat banyak. Dan, akan lebih menguntungkan lagi apabila kita menabungnya lewat tabungan emas yang merupakan barang investasi,” ucapnya.
”Sampah Kami, Emas Kami”
Senada, Direktur Bank Sampah Kitiran Emas di Kelurahan Purwosari, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Dominico Danang Sandi, menyebut program memilah sampah menjadi emas yang digagas bersama dengan PT Pegadaian (Persero) turut mendongkak peningkatan jumlah nasabah.
KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Deputi Bisnis Pegadaian Area Solo, Muhammad Choyin menunjukkan kepingan emas seberat satu gram yang bisa didapatkan warga dengan menyetor sampah di bank-bank sampah saat berkunjung di Kampung Kitiran RT 002/ RW 008, Yosoroto, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah.Ketika baru dibentuk pada 17 Agustus 2017 lalu, bank sampah di Kampung Kitiran tercatat baru memiliki 20 nasabah. Kemudian sebelum menjalankan program tabungan emas pada April 2019 lalu, jumlah nasabahnya baru naik ke angka 60 orang.
Sedangkan sekarang, menurut dia, sedikitnya sudah ada 150 orang yang aktif terdaftar sebagai nasabah Bank Sampah Kitiran Emas. Sandi menyebut, warga menyambut baik program tabungan emas itu.
“Banyak warga, terutama para ibu-ibu, antusias bergabung karena berpikir emas harganya akan terus naik kan? Dan, nyatanya memang begitu. Harga emas pada 2019 misalnya. Seingat saya itu hanya Rp 760.000-an per gram. Sekarang berapa coba? Sudah di angka Rp 1,4 juta per gram kan? Ada kenaikan harga hampir dua kali lipat. Ini sangat menguntungkan,” ungkapnya.
Karena banyak warga yang antusias mengikuti program tersebut, bank sampah di Kampung Kitiran pada akhirnya juga diputuskan untuk menggunakan nama Bank Sampah Kitiran Emas.
Sandi membeberkan, salah satu warga di Kampung Kitiran bahkan sempat berhasil menabung emas hingga 17 gram.
Warga tersebut setiap harinya bekerja sebagai pengangkut sampah yang diutus oleh Pemerintah Kelurahan Purwosari.
Setelah pengurus Bank Sampah Kitiran Emas memberikan edukasi, warga tersebut antuasias untuk mulai memilah dan mengolah sampah yang diangkut dari rumah-rumah.
”Alhasil, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Putri Cempo bisa berkurang, dari tadinya beliau bisa bolak balik tiga kali sehari, jadi dua kali sehari. Ini kan penting untuk membantu mencegah penumpukan sampah yang bisa mencemari tanah dan air,” ucapnya.
Ketika mulai menjalankan program tabungan emas, Sandi bercerita, Kampung Kitiran juga sempat mendapatkan dukungan lain dari PT Pegadaian. Itu termasuk berupa peningkatan fasilitas bangunan untuk bank sampah, gerobak sampah, tong sampah, hingga mesin press sampah.
”Kami sekarang punya moto ‘Sampah Kami, Emas Kami’. Warga kini paham, pengumpulan sampah full untuk investasi masa depan,” jelas dia.
Ia pun bersyukur setelah 7 tahun warga berjibaku mengelola sampah perkotaan, Kampung Kitiran sekarang menjelma menjadi salah satu tujuan wisata berbasis pengolahan sampah.
Bank Sampah Kitiran Emas telah sering menerima kunjungan studi tiru dari berbagai daerah di Indonesia.
Keuntungan lebih
Sementara itu, Asisten Manajer 1 Pegadaian Kantor Area Surakarta, Rieka Puspita Ningrum, menerangkan Pegadaian menawarkan program memilah sampah menjadi emas kepada nasabah bank sampah agar pendapatan warga makin bertambah.
Tabungan emas Pegadaian adalah layanan penitipan emas yang memungkinkan masyarakat dalam melakukan investasi emas secara mudah, aman, dan terpercaya.
Menurutnya, saat terjadi kenaikan harga emas seperti sekarang ini, menabung emas termasuk pilihan bijak yang dapat dilakukan oleh masyarakat.
Rieka pun sangat mendukung keputusan para nasabah bank sampah yang berminat menabung emas seperti yang terjadi di Desa Mulur, Sukoharjo maupun di Kampung Kitiran, Solo.
“Dalam waktu tidak sampai setahun, warga yang rajin memilah dan menyetor sampah ke bank sampah bisa saja mengumpulkan 1 gram emas,” kata dia.
Rieka menyebut, memiliki tabungan emas lewat Pegadaian sangatlah mudah.
Caranya, setelah mengisi formulir via outlet, warga hanya perlu membayar biaya admin Rp 10.000, biaya titipan emas Rp 30.000, materai Rp 10.000, dan membeli emas 24 karat dengan berat minimal 0,01 gram.
Pembukaan rekening juga bisa dilakukan secara online lewat aplikasi "Pegadaian Digital".
Setelah memilih menu buka Tabungan Emas dan menginput data diri, warga tinggal menentukan metode pembayaran dan melakukan pembelian emas senilai Rp 50.000.
Sehabis itu, rekening bisa langsung aktif dan buku tabungan dapat diambil.
Rieka mengatakan, untuk anggota atau nasabah bank sampah, proses pembukaan rekening tabungan emas Pegadaian malah bisa lebih mudah lagi.
Mereka bisa melakukannya lewat pengurus bank sampah masing-masing yang nantinya akan difasilitasi secara khusus oleh tim dari Pegadaian.
Ia menegaskan, ketika sudah menabung emas, para anggota bank sampah juga berhak atas sejumlah keuntungan lain yang bisa diperoleh sebagai nasabah Pegadaian.
Itu termasuk, mereka berkesempatan memenangkan hadiah istimewa dalam program Badai Emas, mengajukan modal usaha dalam program pembiayaan produktif, mengakses layanan pembiaan untuk mendapatkan porsi haji atau perjalanan religi lainnya, hingga promo tematik berupa diskon atau casback khusus.
”Jika berminat menjadi mitra atau binaan Pegadaian, pengurus bank sampah bisa mendaftar ke kantor cabang terdekat. Tahap selanjutnya akan diseleksi oleh kantor Pusat Pegadaian,” jelasnya.
Rieka pun siap menyambut antuasias keputusan pengurus bank sampah lain apabila berminat untuk mulai menjalankan program tabungan emas bersama Pegadaian.
Untuk sementara, Pegadaian Kantor Area Surakarta sudah memiliki empat bank sampah binaan yaitu, Bank Sampak Kitiran Emas, BSI BUMDes Mulur, bank sampah di Fakultas Pertanian UNS Solo, dan Bank Sampah Berseri di Jatisrono, Wonogiri.
"Sampah Kami, Emas Kami"
Warga di Desa Mulur, Sukoharjo dan Kampung Kitiran, Solo telah membuktikan bahwa dengan memilah sampah, mereka bisa mengais emas. Halaman all [1,620] url asal
#tabungan-emas #pt-pegadaian #bank-sampah-kitiran-emas #kampung-kitiran #tabungan-emas-pegadaian #bank-sampah-induk-desa-mulur #bsi-bumdesa-mulur #pengolahan-sampah-desa-mulur
(Kompas.com) 29/09/24 07:41
v/15706108/
SOLO, KOMPAS.com – Rampung mencuci baju, Rusmiyati (43) buru-buru menuju toko kelontong terdekat. Ia ingin membeli detergen pagi itu karena tahu persedian di rumah hampir habis.
Rosa, begitu Rusmiyati lebih akrab disapa, yakin sisa detergennya tak akan cukup untuk mencuci baju di kemudian hari. Ia memilih segera saja membelinya sebelum nanti dibutuhkan.
Setibanya di rumah, ia lalu dengan hati-hati menggunting kemasan detergen tersebut. Rosa kemudian memindahkan isinya ke wadah khusus yang biasa digunakan.
Dengan ini, di tangannya tinggal ada kemasan plastik detergen yang kosong. Alih-alih membuangnya ke tempat sampah, Rosa pun memilih untuk menyimpannya di sudut dapur.
Bukan tanpa alasan. Warga Kampung Pojok RT 003/RW 004 Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah itu melakukannya karena ingin ikut berperan dalam upaya menjaga lingkungan.
Rosa akan menyetorkan bungkus-bungkus plastik tersebut ke pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Pojok Keren (Joker) di desanya untuk kemudian diolah.
Sejak setahun terakhir, Rosa memang telah memutuskan untuk semakin giat memilah sampah rumah tangganya. Hal itu terjadi setelah ia bergabung menjadi nasabah BSU Joker.
Bukan hanya plastik detergen, ia juga telah secara rutin memisahkan kemasan-kemasan lain, seperti botol minuman, kaleng bekas makanan, kardus, hingga kertas-kertas tak terpakai.
”Kalau sebelumnya, ketika ada sampah, ya kami buang begitu saja. Sekarang lain, kami di rumah sudah mulai terbiasa memilah sampah. Suami dan anak-anak juga begitu. Apalagi kami sudah tahu kalau sampah-sampah ini bisa diuangkan dan diikutkan tabungan emas,” ucapnya saat diwawancarai Kompas.com pada Sabtu (28/8/2024).
Ia menganggap, program tabungan emas melalui bank sampah memiliki dampak positif untuk jangka panjang.
Selain dapat mengatasi persoalan sampah, program itu bisa sedikit membantu urusan finansial para warga yang menjadi nasabah bank sampah tersebut.
Sebab, hasil dari sampah yang dikumpulkan bisa diuangkan dan bahkan bisa disalurkan dalam tabungan emas sebagai bentuk investasi.
”Sesuai pemahaman kami, dalam jangka panjang, nilai emas ini kan cenderung naik atau setidaknya stabil. Jadi kami pun kian bersemangat memilah dan mengolah sampah. Harapannya, sehat diraih, simpanan emas kami pun bisa bertambah,” tutur tersenyum.
Anggota naik signifikan
BSI BUMDes Mulur Warga Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, menunjukkan buku tabungan emas yang diterbitkan oleh PT Pegadaian (Persero) belum lama ini. Setelah Bank Sampah Induk (BSI) BUMDes Mulur bekerja sama dengan Pegadaian untuk mengadakan program memilah sampah menabung emas, jumlah anggota bank sampah di Desa Mulur naik signifikan dari 100-an menjadi 320-an hanya dalam waktu kurang dari setahun.Manajer Operasional Bank Sampah Induk (BSI) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Arnisya Frisiliani, mengatakan dalam menjalankan program memiliah sampah menjadi emas, BSI BUMDes Mulur bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) sejak akhir tahun lalu.
Ia pun bersyukur, setelah program tabungan emas tersebut disosialisasikan lebih luas ke masyarakat, jumlah BSU yang terbentuk di Mulur terus bertambah.
Dari awalnya hanya empat BSU, Desa Mulur kini sudah memiliki 20 BSU yang siap menjadi kepanjangan tangan dari BSI BUMDes Mulur dalam mengelola sampah dari warga.
Jumlah warga yang siap mengolah sampah atau menjadi nasabah BSU otomatis juga ikut bertambah setelah disosialisasikan program memilah sampah menjadi emas.
”Saya hitung, sebelum kami bekerja sama dengan Pagadaian, jumlah nasabah tidak lebih dari 100 orang. Sedangkan untuk saat ini, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 320 orang,” tuturnya.
Dia memang berharap melalui program menabung emas, ada semakin banyak warga yang tertarik menjadi nasabah BSU-BSU di Mulur.
Sebab, hal itu diyakini akan mempermudah kampanye pengolahan sampah yang berkelanjutan di tingkat bawah.
”Di bank sampah, kami kan bukan hanya melakukan transaksi jual beli sampah ya. Kami juga telah rutin menggelar edukasi atau diskusi tentang banyak hal, termasuk kesadaran lingkungan, daur ulang, produksi kompos, ekonomi sirkular, pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya. Pada akhirnya, tujuan besar kami adalah ingin mendorong kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga bumi ini,” jelas Arnisya.
Ia menerangkan, untuk menabung emas dengan memilah sampah, nasabah BSU tidak perlu datang ke kantor Pegadaian, melainkan bisa dilakukan di kantor BUMDes Mulur.
Para nasabah telah dibelaki dengan buku tabungan masing-masing.
”Jika (sampah) langsung diuangkan, mungkin hasilnya akan terlihat sedikit ya? Misalnya, cuma Rp 5.000 atau Rp 15.000. Tapi, jika ditabung, dalam jangka panjang hasilnya bisa terlihat banyak. Dan, akan lebih menguntungkan lagi apabila kita menabungnya lewat tabungan emas yang merupakan barang investasi,” ucapnya.
”Sampah Kami, Emas Kami”
Senada, Direktur Bank Sampah Kitiran Emas di Kelurahan Purwosari, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Dominico Danang Sandi, menyebut program memilah sampah menjadi emas yang digagas bersama dengan PT Pegadaian (Persero) turut mendongkak peningkatan jumlah nasabah.
KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Deputi Bisnis Pegadaian Area Solo, Muhammad Choyin menunjukkan kepingan emas seberat satu gram yang bisa didapatkan warga dengan menyetor sampah di bank-bank sampah saat berkunjung di Kampung Kitiran RT 002/ RW 008, Yosoroto, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah.Ketika baru dibentuk pada 17 Agustus 2017 lalu, bank sampah di Kampung Kitiran tercatat baru memiliki 20 nasabah. Kemudian sebelum menjalankan program tabungan emas pada April 2019 lalu, jumlah nasabahnya baru naik ke angka 60 orang.
Sedangkan sekarang, menurut dia, sedikitnya sudah ada 150 orang yang aktif terdaftar sebagai nasabah Bank Sampah Kitiran Emas. Sandi menyebut, warga menyambut baik program tabungan emas itu.
“Banyak warga, terutama para ibu-ibu, antusias bergabung karena berpikir emas harganya akan terus naik kan? Dan, nyatanya memang begitu. Harga emas pada 2019 misalnya. Seingat saya itu hanya Rp 760.000-an per gram. Sekarang berapa coba? Sudah di angka Rp 1,4 juta per gram kan? Ada kenaikan harga hampir dua kali lipat. Ini sangat menguntungkan,” ungkapnya.
Karena banyak warga yang antusias mengikuti program tersebut, bank sampah di Kampung Kitiran pada akhirnya juga diputuskan untuk menggunakan nama Bank Sampah Kitiran Emas.
Sandi membeberkan, salah satu warga di Kampung Kitiran bahkan sempat berhasil menabung emas hingga 17 gram.
Warga tersebut setiap harinya bekerja sebagai pengangkut sampah yang diutus oleh Pemerintah Kelurahan Purwosari.
Setelah pengurus Bank Sampah Kitiran Emas memberikan edukasi, warga tersebut antuasias untuk mulai memilah dan mengolah sampah yang diangkut dari rumah-rumah.
”Alhasil, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Putri Cempo bisa berkurang, dari tadinya beliau bisa bolak balik tiga kali sehari, jadi dua kali sehari. Ini kan penting untuk membantu mencegah penumpukan sampah yang bisa mencemari tanah dan air,” ucapnya.
Ketika mulai menjalankan program tabungan emas, Sandi bercerita, Kampung Kitiran juga sempat mendapatkan dukungan lain dari PT Pegadaian. Itu termasuk berupa peningkatan fasilitas bangunan untuk bank sampah, gerobak sampah, tong sampah, hingga mesin press sampah.
”Kami sekarang punya moto ‘Sampah Kami, Emas Kami’. Warga kini paham, pengumpulan sampah full untuk investasi masa depan,” jelas dia.
Ia pun bersyukur setelah 7 tahun warga berjibaku mengelola sampah perkotaan, Kampung Kitiran sekarang menjelma menjadi salah satu tujuan wisata berbasis pengolahan sampah.
Bank Sampah Kitiran Emas telah sering menerima kunjungan studi tiru dari berbagai daerah di Indonesia.
Keuntungan lebih
Sementara itu, Asisten Manajer 1 Pegadaian Kantor Area Surakarta, Rieka Puspita Ningrum, menerangkan Pegadaian menawarkan program memilah sampah menjadi emas kepada nasabah bank sampah agar pendapatan warga makin bertambah.
Tabungan emas Pegadaian adalah layanan penitipan emas yang memungkinkan masyarakat dalam melakukan investasi emas secara mudah, aman, dan terpercaya.
Menurutnya, saat terjadi kenaikan harga emas seperti sekarang ini, menabung emas termasuk pilihan bijak yang dapat dilakukan oleh masyarakat.
Rieka pun sangat mendukung keputusan para nasabah bank sampah yang berminat menabung emas seperti yang terjadi di Desa Mulur, Sukoharjo maupun di Kampung Kitiran, Solo.
“Dalam waktu tidak sampai setahun, warga yang rajin memilah dan menyetor sampah ke bank sampah bisa saja mengumpulkan 1 gram emas,” kata dia.
Rieka menyebut, memiliki tabungan emas lewat Pegadaian sangatlah mudah.
Caranya, setelah mengisi formulir via outlet, warga hanya perlu membayar biaya admin Rp 10.000, biaya titipan emas Rp 30.000, materai Rp 10.000, dan membeli emas 24 karat dengan berat minimal 0,01 gram.
Pembukaan rekening juga bisa dilakukan secara online lewat aplikasi "Pegadaian Digital".
Setelah memilih menu buka Tabungan Emas dan menginput data diri, warga tinggal menentukan metode pembayaran dan melakukan pembelian emas senilai Rp 50.000.
Sehabis itu, rekening bisa langsung aktif dan buku tabungan dapat diambil.
Rieka mengatakan, untuk anggota atau nasabah bank sampah, proses pembukaan rekening tabungan emas Pegadaian malah bisa lebih mudah lagi.
Mereka bisa melakukannya lewat pengurus bank sampah masing-masing yang nantinya akan difasilitasi secara khusus oleh tim dari Pegadaian.
Ia menegaskan, ketika sudah menabung emas, para anggota bank sampah juga berhak atas sejumlah keuntungan lain yang bisa diperoleh sebagai nasabah Pegadaian.
Itu termasuk, mereka berkesempatan memenangkan hadiah istimewa dalam program Badai Emas, mengajukan modal usaha dalam program pembiayaan produktif, mengakses layanan pembiaan untuk mendapatkan porsi haji atau perjalanan religi lainnya, hingga promo tematik berupa diskon atau casback khusus.
”Jika berminat menjadi mitra atau binaan Pegadaian, pengurus bank sampah bisa mendaftar ke kantor cabang terdekat. Tahap selanjutnya akan diseleksi oleh kantor Pusat Pegadaian,” jelasnya.
Rieka pun siap menyambut antuasias keputusan pengurus bank sampah lain apabila berminat untuk mulai menjalankan program tabungan emas bersama Pegadaian.
Untuk sementara, Pegadaian Kantor Area Surakarta sudah memiliki empat bank sampah binaan yaitu, Bank Sampak Kitiran Emas, BSI BUMDes Mulur, bank sampah di Fakultas Pertanian UNS Solo, dan Bank Sampah Berseri di Jatisrono, Wonogiri.
Sambut HUT Ke-79 RI, Pegadaian Tebar Diskon Tabungan Emas
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, PT Pegadaian menghadirkan promo spesial untuk produk Tabungan Emas. Halaman all [572] url asal
#tabungan-emas #tabungan-emas-pegadaian #hut-ke-79-ri
(Kompas.com) 14/08/24 20:44
v/14432195/
JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, PT Pegadaian menghadirkan promo spesial untuk produk Tabungan Emas.
Promo ini berlaku bagi nasabah yang ingin melakukan top up Tabungan Emas Pegadaian selama periode 6 Agustus hingga 18 Oktober 2024.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan, diskon Tabungan Emas Pegadaian hadir untuk mendorong masyarakat agar semakin familiar dengan instrumen investasi emas, khususnya dalam bentuk Tabungan Emas.
“Kami sangat mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia emas, salah satunya dengan mendorong masyarakat berinvestasi, terutama melalui Tabungan Emas Pegadaian agar masa depan tak cemas," ujar Damar dalam keterangannya, Rabu (14/8/2024).
Ia berharap, dengan adanya diskon ini masyarakat semakin semangat dalam berinvestasi Tabungan Emas. Adapun bagi nasabah baru, agar menjadi new experience dalam berinvestasi emas dalam bentuk tabungan.
Damar menambahkan, Tabungan Emas memberikan berbagai keunggulan bagi masyarakat dalam berinvestasi. Di antaranya kadar emas yang dijamin 24 karat, biaya administrasi dan pemeliharaan yang sangat terjangkau, pembelian emas pada saat pembukaan awal rekening minimal mulai dari Rp 10.000.
Keamanan emas terjamin, prosesnya cepat, dan top up saldo bisa dilakukan melalui aplikasi Pegadaian Digital & Pegadaian Syariah Digital, ataupun outlet Pegadaian terdekat di seluruh Indonesia.
“Tabungan Emas Pegadaian ini investasi yang mudah dan murah. Biaya pemeliharaannya juga sangat terjangkau hanya 30.000 per tahun. Keamanannya terjamin, nasabah tidak perlu khawatir menyimpan emas di rumah, semua bisa di akses melalui aplikasi Pegadaian Digital, Pegadaian Syariah Digital atau melalui outlet terdekat," jelas Damar.
"Jika butuh dana bisa langsung dicairkan melalui gadai atau dijual, ga sampai 5 menit lewat aplikasi, bahkan saldo emasnya bisa dicetak menjadi emas batangan,” lanjut dia.
Nasabah dapat melakukan transaksi top up Tabungan Emas di outlet Pegadaian terdekat menggunakan kode MERDEKA79. Nasabah berhak mendapatkan diskon 0,5 persen dari nominal top up Tabungan Emas dengan minimal transaksi Rp 790.000 dan maksimal diskon sebesar Rp 797.979.
Tidak hanya di outlet, nasabah juga dapat melakukan transaksi top up Tabungan Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital atau Pegadaian Syariah Digital menggunakan kode MERDEKA45.
Nasabah berhak mendapatkan diskon 0,5 persen dari nominal top up dengan minimal transaksi Rp 790.000 dan maksimal diskon sebesar Rp 454.545.
Adapun ketentuan untuk mendapatkan diskon fantastis Tabungan Emas, sebagai berikut:
1. Program berlaku untuk nasabah baru maupun nasabah eksisting;
2. Benefit hanya dapat diberikan 1x (satu kali) per transaksi top up Tabungan Emas Pegadaian selama periode berlangsung.
3. Benefit promo ditransaksikan pada tanggal yang sama dengan tanggal transaksi top up Tabungan Emas Pegadaian
4. Promo berlaku single program (tidak dapat digabung dengan promo lain).
Selain diskon Tabungan Emas, Pegadaian juga menghadirkan Gadai Tabungan Emas Bebas Bunga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh dana mulai Rp 50.000 s/d Rp 2,5 juta tanpa dikenakan bunga.
Program ini berlaku hingga 30 September 2024, khusus untuk 10.000 orang pertama yang bertransaksi melalui aplikasi Pegadaian Digital.
Sambut HUT Ke-79 RI, Pegadaian Tebar Diskon Tabungan Emas
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, PT Pegadaian menghadirkan promo spesial untuk produk Tabungan Emas. Halaman all [572] url asal
#tabungan-emas #tabungan-emas-pegadaian #hut-ke-79-ri
(Kompas.com) 14/08/24 20:44
v/14426560/
JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, PT Pegadaian menghadirkan promo spesial untuk produk Tabungan Emas.
Promo ini berlaku bagi nasabah yang ingin melakukan top up Tabungan Emas Pegadaian selama periode 6 Agustus hingga 18 Oktober 2024.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan, diskon Tabungan Emas Pegadaian hadir untuk mendorong masyarakat agar semakin familiar dengan instrumen investasi emas, khususnya dalam bentuk Tabungan Emas.
“Kami sangat mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia emas, salah satunya dengan mendorong masyarakat berinvestasi, terutama melalui Tabungan Emas Pegadaian agar masa depan tak cemas," ujar Damar dalam keterangannya, Rabu (14/8/2024).
Ia berharap, dengan adanya diskon ini masyarakat semakin semangat dalam berinvestasi Tabungan Emas. Adapun bagi nasabah baru, agar menjadi new experience dalam berinvestasi emas dalam bentuk tabungan.
Damar menambahkan, Tabungan Emas memberikan berbagai keunggulan bagi masyarakat dalam berinvestasi. Di antaranya kadar emas yang dijamin 24 karat, biaya administrasi dan pemeliharaan yang sangat terjangkau, pembelian emas pada saat pembukaan awal rekening minimal mulai dari Rp 10.000.
Keamanan emas terjamin, prosesnya cepat, dan top up saldo bisa dilakukan melalui aplikasi Pegadaian Digital & Pegadaian Syariah Digital, ataupun outlet Pegadaian terdekat di seluruh Indonesia.
“Tabungan Emas Pegadaian ini investasi yang mudah dan murah. Biaya pemeliharaannya juga sangat terjangkau hanya 30.000 per tahun. Keamanannya terjamin, nasabah tidak perlu khawatir menyimpan emas di rumah, semua bisa di akses melalui aplikasi Pegadaian Digital, Pegadaian Syariah Digital atau melalui outlet terdekat," jelas Damar.
"Jika butuh dana bisa langsung dicairkan melalui gadai atau dijual, ga sampai 5 menit lewat aplikasi, bahkan saldo emasnya bisa dicetak menjadi emas batangan,” lanjut dia.
Nasabah dapat melakukan transaksi top up Tabungan Emas di outlet Pegadaian terdekat menggunakan kode MERDEKA79. Nasabah berhak mendapatkan diskon 0,5 persen dari nominal top up Tabungan Emas dengan minimal transaksi Rp 790.000 dan maksimal diskon sebesar Rp 797.979.
Tidak hanya di outlet, nasabah juga dapat melakukan transaksi top up Tabungan Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital atau Pegadaian Syariah Digital menggunakan kode MERDEKA45.
Nasabah berhak mendapatkan diskon 0,5 persen dari nominal top up dengan minimal transaksi Rp 790.000 dan maksimal diskon sebesar Rp 454.545.
Adapun ketentuan untuk mendapatkan diskon fantastis Tabungan Emas, sebagai berikut:
1. Program berlaku untuk nasabah baru maupun nasabah eksisting;
2. Benefit hanya dapat diberikan 1x (satu kali) per transaksi top up Tabungan Emas Pegadaian selama periode berlangsung.
3. Benefit promo ditransaksikan pada tanggal yang sama dengan tanggal transaksi top up Tabungan Emas Pegadaian
4. Promo berlaku single program (tidak dapat digabung dengan promo lain).
Selain diskon Tabungan Emas, Pegadaian juga menghadirkan Gadai Tabungan Emas Bebas Bunga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh dana mulai Rp 50.000 s/d Rp 2,5 juta tanpa dikenakan bunga.
Program ini berlaku hingga 30 September 2024, khusus untuk 10.000 orang pertama yang bertransaksi melalui aplikasi Pegadaian Digital.
Sambut HUT Ke-79 RI, Pegadaian Tebar Diskon Tabungan Emas
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, PT Pegadaian menghadirkan promo spesial untuk produk Tabungan Emas. [572] url asal
#tabungan-emas #tabungan-emas-pegadaian #hut-ke-79-ri
(Kompas.com) 14/08/24 20:44
v/14422881/
JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, PT Pegadaian menghadirkan promo spesial untuk produk Tabungan Emas.
Promo ini berlaku bagi nasabah yang ingin melakukan top up Tabungan Emas Pegadaian selama periode 6 Agustus hingga 18 Oktober 2024.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan, diskon Tabungan Emas Pegadaian hadir untuk mendorong masyarakat agar semakin familiar dengan instrumen investasi emas, khususnya dalam bentuk Tabungan Emas.
“Kami sangat mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia emas, salah satunya dengan mendorong masyarakat berinvestasi, terutama melalui Tabungan Emas Pegadaian agar masa depan tak cemas," ujar Damar dalam keterangannya, Rabu (14/8/2024).
Ia berharap, dengan adanya diskon ini masyarakat semakin semangat dalam berinvestasi Tabungan Emas. Adapun bagi nasabah baru, agar menjadi new experience dalam berinvestasi emas dalam bentuk tabungan.
Damar menambahkan, Tabungan Emas memberikan berbagai keunggulan bagi masyarakat dalam berinvestasi. Di antaranya kadar emas yang dijamin 24 karat, biaya administrasi dan pemeliharaan yang sangat terjangkau, pembelian emas pada saat pembukaan awal rekening minimal mulai dari Rp 10.000.
Keamanan emas terjamin, prosesnya cepat, dan top up saldo bisa dilakukan melalui aplikasi Pegadaian Digital & Pegadaian Syariah Digital, ataupun outlet Pegadaian terdekat di seluruh Indonesia.
“Tabungan Emas Pegadaian ini investasi yang mudah dan murah. Biaya pemeliharaannya juga sangat terjangkau hanya 30.000 per tahun. Keamanannya terjamin, nasabah tidak perlu khawatir menyimpan emas di rumah, semua bisa di akses melalui aplikasi Pegadaian Digital, Pegadaian Syariah Digital atau melalui outlet terdekat," jelas Damar.
"Jika butuh dana bisa langsung dicairkan melalui gadai atau dijual, ga sampai 5 menit lewat aplikasi, bahkan saldo emasnya bisa dicetak menjadi emas batangan,” lanjut dia.
Nasabah dapat melakukan transaksi top up Tabungan Emas di outlet Pegadaian terdekat menggunakan kode MERDEKA79. Nasabah berhak mendapatkan diskon 0,5 persen dari nominal top up Tabungan Emas dengan minimal transaksi Rp 790.000 dan maksimal diskon sebesar Rp 797.979.
Tidak hanya di outlet, nasabah juga dapat melakukan transaksi top up Tabungan Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital atau Pegadaian Syariah Digital menggunakan kode MERDEKA45.
Nasabah berhak mendapatkan diskon 0,5 persen dari nominal top up dengan minimal transaksi Rp 790.000 dan maksimal diskon sebesar Rp 454.545.
Adapun ketentuan untuk mendapatkan diskon fantastis Tabungan Emas, sebagai berikut:
1. Program berlaku untuk nasabah baru maupun nasabah eksisting;
2. Benefit hanya dapat diberikan 1x (satu kali) per transaksi top up Tabungan Emas Pegadaian selama periode berlangsung.
3. Benefit promo ditransaksikan pada tanggal yang sama dengan tanggal transaksi top up Tabungan Emas Pegadaian
4. Promo berlaku single program (tidak dapat digabung dengan promo lain).
Selain diskon Tabungan Emas, Pegadaian juga menghadirkan Gadai Tabungan Emas Bebas Bunga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh dana mulai Rp 50.000 s/d Rp 2,5 juta tanpa dikenakan bunga.
Program ini berlaku hingga 30 September 2024, khusus untuk 10.000 orang pertama yang bertransaksi melalui aplikasi Pegadaian Digital.
Gandeng Pegadaian, Bank CIMB Niaga Hadirkan Fitur Jual Beli Emas di OCTO Clikcs
Nasabah bisa melakukan jual beli emas digital melalui OCTO Clikcs. [526] url asal
#cimb-niaga #tabungan-emas-pegadaian #jual-beli-emas #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bank
(Kontan-Keuangan) 06/08/24 13:35
v/13508834/
Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk merilis fitur terbarunya di OCTO Clikcs, yakni fitur jual beli emas. Fitur anyarini sejalan dengan kampanye CIMB Niaga terkait inisiatif #GetWealthSoon, untuk terus menghadirkan beragam fitur pilihan investasi menarik di channel digital.
Bekerjasama dengan Pegadaian, fitur ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang ingin mendiversifikasi portofolio dengan investasi emas.
Head of Digital Banking, Branchless and PartnershipCIMB Niaga,Lusiana Saleh mengatakan, setelah dirilis di Octo Clicks, fitur ini juga segera akan diluncurkan di OCTO Mobile.
“Melihat tingginya minat nasabah untuk investasi emas, fitur ini juga akan segera diluncurkan di OCTO Mobile untuk menjangkau serta memberikan kemudahan kepada lebih banyak nasabah,” kata Lusiana dalam Media Gathering #GetWealthSoon di Jakarta, Selasa (6/8).
Nasabah yang ingin melakukan transaksi jual/beli emas secara digital, dapat melakukannya melalui OCTO Clicks yang terhubung dengan Pegadaian.
Sebelum melakukan transaksi, nasabah perlu melakukan registrasi terlebih dahulu dengan cara login ke OCTO Clicks, lalu memilih menu “Emas oleh Pegadaian”, pilih Daftar/Register, dan ikuti langkah-langkah yang diperlukan.
Selanjutnya, setelah tabungan emas berhasil dibuka, bagi nasabah yang ingin melakukan pembelian emas dapat login ke OCTO Clicks, lalu pilih menu “Emas oleh Pegadaian”, pilih nomor tabungan emas kemudian klik actiondan klik “Beli Emas”.
Kemudian,pilih sumber dana transaksi, masukkan nilai gram emas yang akan dibeli, verifikasi detail dan masukkan OTP, setelahnya transaksi pembelian emas berhasil terus berinovasi menyediakan kemudahan akses kepada nasabah dan masyarakat kepada berbagai pilihan investasi digital, sejalan dengan inisiatif #GetWealthSoon.
Lebih lanjut, sejalan degangan transformasi dan adopsi teknologi transaksi yang semakin canggih dan nyaman, membuat bank menginisiasi #GetWealthSoon yang bertujuan membuka akses investasi sedini mungkin kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda, sekaligus memberikan pemahaman bahwa berinvestasi bisa dilakukan secara mudah tanpa harus menunggu memiliki uang banyak, karena yang terpenting adalah disiplin investasi.
“Kami melihat minat masyarakat semakin tinggi terhadap investasi digital yang mudah diakses. Memahami tren tersebut, di 2024 ini kami memperkenalkan inisiatif #GetWealthSoon untuk mendorong masyarakat memulai dan disiplin investasi, dengan beragam kemudahan yang tersedia di OCTO Mobile dan OCTO Clicks, seperti fitur CIMB Niaga Regular Investment Saving Plan atau CRISP,” ujarnya.
Melalui #GetWealthSoon, CIMB Niaga memperkenalkan berbagai pilihan investasi digital melalui aplikasi mobile bankingOCTO Mobile dan internet banking OCTO Clicks, mulai dari reksa dana, obligasi (SBN Retail dan sekunder) dan pembukaan rekening valuta asing (valas) dengan pilihan 14 mata uang asing.
Adapun fitur CRISP mempermudah nasabah untuk dapat mulai berinvestasi secara rutin dengan melakukan debet otomatis melalui OCTO Mobile dan OCTO Clicks. Investasi dapat dilakukan mulai dari Rp10 ribu dengan jangka waktu 1 hingga 10 tahun. Dengan nilai yang terjangkau tersebut, kebiasaan nasabah untuk berinvestasi dapat dibangun secara berkelanjutan.
Selain CRISP, #GetWealthSoon juga melengkapi sederet kemudahan investasi digital lewat OCTO Mobile dan OCTO Clicks seperti mengenali profil risiko dan pembuatan Single Investor Identification (SID), bebas biaya transaksi reksa dana untuk lima manajer investasi pilihan, serta kemudahan untuk membandingkan performa hingga 5 reksa dana menggunakan OCTO Clicks.
“Kami berharap, berbagai fitur investasi di OCTO Mobile dan OCTO Clicks dapat membuka akses masyarakat dari segala usia untuk berinvestasi sejak dini sehingga dapat mempersiapkan bekal di masa depan,” ujar Lusiana.
2 Cara Mencairkan Tabungan Emas Pegadaian, Bisa lewat HP
Cara mencairkan tabungan emas Pegadaian dengan mudah melalui metode buyback atau cetak emas fisik. Halaman all [555] url asal
#pegadaian-digital #tabungan-emas-pegadaian #cara-mencairkan-tabungan-emas-pegadaian
(Kompas.com) 20/07/24 23:26
v/11488819/
JAKARTA, KOMPAS.com - Investasi emas bisa menjadi pilihan yang cocok bagi para pemula yang memiliki modal terbatas.
Hal ini karena harga emas cenderung stabil, terus meningkat, dan tidak tergerus oleh inflasi. Selain itu, emas mudah dicairkan menjadi uang tunai jika sewaktu-waktu diperlukan.
Bagi Anda yang ingin berinvestasi emas namun dengan modal kecil, tidak ada salahnya mencoba membuka tabungan emas. Salah satu perusahaan yang memiliki produk tabungan emas adalah PT Pegadaian (Persero).
Dilansir dari laman resminya, tabungan emas Pegadaian adalah layanan penitipan emas yang memungkinkan nasabah melakukan investasi emas secara mudah, aman, dan terpercaya.
Sistem dari tabungan emas Pegadaian adalah nasabah bisa menyetor uang tunai untuk ditabung dalam jumlah berapapun.
Nantinya, uang yang terkumpul dikonversikan ke dalam gram emas batangan sesuai dengan harga emas 24 karat yang berlaku saat itu.
Lalu, bagaimana cara mencairkan tabungan emas Pegadaian?
Dikutip dari laman Sababat Pegadaian, saldo tabungan emas Pegadaian bisa dicairkan sewaktu-waktu untuk kebutuhan tertentu.
Nasabah hanya perlu melengkapi persyaratannya, yaitu kartu identitas diri, buku tabungan, dan formulir permohonan jual/cetak/transfer yang tersedia.
Pegadaian menyediakan dua opsi cara mencairkan tabungan emas Pegadaian yang bisa dipilih, yaitu melalui buyback dan cetak emas fisik.
1. Cara mencairkan tabungan emas Pegadaian melalui buyback
Pencairan melalui buyback bisa dilakukan untuk kepingan mulai dari 1 gram hingga 100 gram.
Perlu diketahui bahwa buyback atau jual emas melalui aplikasi Pegadaian Digital hanya bisa dilakukan oleh pemilik akun premium.
Berikut adalah langkah-langkah dalam cara mencairkan tabungan emas Pegadaian ke rekening bank secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital:
- Buka aplikasi Pegadaian Digital dan login.
- Pilih menu “Tabungan Emas” pada halaman utama aplikasi.
- Lalu, pilih opsi “Jual Emas” rekening dan masukkan jumlah penjualan emas.
- Kemudian, masukkan nomor rekening bank untuk pencairan dana dari hasil penjualan emas.
- Masukkan kode PIN transaksi sesuai dengan pengaturan akun.
- Tunggu hingga proses penjualan berhasil.
Jika belum memiliki akun premium Pegadaian Digital, nasabah juga bisa buyback tabungan emas dengan mendatangi outlet Pegadaian terdekat dengan membawa persyaratan.
2. Cara mencairkan tabungan emas Pegadaian dengan cetak emas fisik
Adapun cara mencairkan tabungan emas Pegadaian kedua yaitu dengan mencetaknya menjadi emas batangan atau kepingan fisik.
Pencetakan emas fisik bisa dilakukan langsung di outlet Pegadaian atau melalui aplikasi Pegadaian Digital.
Namun, hanya pemilik akun premium yang bisa mengakses layanan cetak emas secara online.
Jika nasabah memiliki akun premium, maka berikut langkah-langkah yang bisa diikuti:
- Buka aplikasi Pegadaian Digital dan login.
- Masuk ke menu “Tabungan Emas” pada halaman muka aplikasi.
- Kemudian, pilih opsi “Ambil Fisik”.
- Tentukan Rekening, Merek Cetakan, Denominasi, dan lokasi outlet Pegadaian terdekat.
- Cek kembali hitungan dan lokasi yang dipilih sudah benar.
- Masukkan kode PIN transaksi.
- Pilih metode pembayaran biaya cetak emas dan selesaikan proses transaksinya.
Demikian informasi seputar cara mencairkan tabungan emas Pegadaian dengan mudah melalui metode buyback atau cetak emas fisik.
Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian serta Syarat dan Biayanya
Cara membuka tabungan emas Pegadaian serta syarat dan biayanya. Halaman all [497] url asal
#tabungan-emas #tabungan-emas-pegadaian #cara-membuka-tabungan-emas-pegadaian
(Kompas.com) 19/07/24 20:25
v/11340115/
JAKARTA, KOMPAS.com - Investasi emas merupakan salah satu bentuk investasi yang bisa memberikan keuntungan menarik bagi investor.
Emas memiliki nilai yang stabil dan cenderung meningkat seiring waktu, sehingga investasi emas menjadi cara untuk melindungi kekayaan.
Emas juga dapat dikonversikan menjadi uang tunai dengan mudah. Karena itu, tidak heran jika banyak orang menjadikan emas sebagai simpanan dana darurat atau untuk persiapan dana pensiun.
Investasi emas dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari batangan, koin, perhiasan. Selain itu, masyarakat juga bisa mulai investasi emas dengan cara membuka tabungan emas di Pegadaian.
Apa itu tabungan emas Pegadaian?
Dilansir dari laman resminya, tabungan emas Pegadaian adalah layanan penitipan saldo emas yang memudahkan masyarakat untuk berinvestasi emas.
Produk ini memungkinkan nasabah melakukan investasi emas secara mudah, murah, aman dan terpercaya. Tabungan emas bisa dilakukan dari nominal yang sangat kecil, yakni mulai dari 0,01 gram.
Cara membuka tabungan emas di Pegadaian juga cukup mudah. Calon nasabah bisa mendatangi outlet atau cabang Pegadaian terdekat dengan mengisi formulir dan membawa identitas diri yang masih berlaku (KTP/Paspor).
Selain itu, cara membuka tabungan emas Pegadaian juga dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital.
Cara membuka tabungan emas Pegadaian
1. Cara membuka tabungan emas Pegadaian di cabang
Berikut langkah-langkah atau cara membuka tabungan emas di Pegadaian melalui cabang Pegadaian terdekat:
- Kunjungi Pegadaian terdekat.
- Isi formulir pembukaan rekening tabungan emas dan melampirkan fotokopi KTP
- Setelah itu, nasabah membayar biaya administrasi sebesar Rp 10.000, biaya pengelolaan rekening Rp 30.000, dan biaya meterai Rp 10.000
- Nasabah akan menerima Buku Tabungan Emas dan dapat melakukan pembelian Tabungan Emas mulai dari 0,01 gram.
Apabila menghendaki fisik emas batangan, nasabah dapat melakukan order cetak dengan pilihan keping (1 gr, 2 gr, 5 gr, 10 gr, 25 gr, 50 gr, dan 100 gr) dengan membayar biaya cetak sesuai dengan kepingan yang dipilih
2. Cara membuka tabungan emas Pegadaian via aplikasi
Adapun cara membuka tabungan emas Pegadaian melalui aplikasi Pegadaian Digital yakni sebagai berikut:
- Unduh aplikasi Pegadaian Digital.
- Pilih menu buka "Tabungan Emas" pada menu utama.
- Input data diri dan pilih cabang lokasi pembukaan rekening.
- Pilih metode pembayaran.
- Lakukan pembelian emas sebesar Rp 50.000 dan lakukan pembayaran sesuai petunjuk.
- Rekening telah aktif dan buku tabungan emas dapat diambil di cabang tempat pendaftaran.
Nasbah perlu datang ke outlet Pegadaian pembukaan tabungan emas maksimal 6 bulan sejak pembukaan dari aplikasi Pegadaian Digital.
Demikian informasi seputar cara membuka tabungan emas Pegadaian serta syarat dan biayanya.