#30 tag 24jam
Erick Thohir Dorong Indonesia Punya Bullion Bank
Erick Thohir dorong kehadiran bullion bank di Indonesia agar masyarakat terbiasa menabung emas dan meningkatkan ekonomi. [457] url asal
#ekonomi-masyarakat #tabungan-emas #bullion-bank #erick-thohir
(Kompas.com) 08/11/24 11:04
v/17761709/
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong adanya bullion bank atau tempat penyimpanan di Indonesia.
Bullion bank dapat menyediakan layanan kegiatan perbankan dengan instrumen logam mulia.
Menurut Erick, dorongan kehadiran bullion bank ini sejalan dengan produksi emas di Tanah Air yang mencapai angka puluhan ton. Sehingga pemerintah mendorong agar ada keterlibatan masyarakat di dalamnya.
"Dengan sekarang ada Freeport punya smelter, bisa produksi sampai 50 ton. Ini nanti dibeli 30 ton (oleh PT Antam Tbk), itu penghematannya hampir Rp 200 triliun. Itu sangat besar," ujar Erick usai menghadiri penandatanganan kerja sama antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di Jakarta, Kamis (7/11/2024) malam.
"Tapi tadi saya bilang, tidak cukup di situ, kembali, base dari ekonomi masyarakat harus terus digali. Misalnya untuk deposito atau tabungan emas. Tabungan emas ini kita tidak punya bullion bank," ungkapnya.
Erick menyebut, apabila sudah tersedia bullion bank maka masyarakat akan mulai mengenal dan terbiasa dengan tabungan emas.
Terlebih, saat ini sejumlah sistem tabungan yang lebih spesifik seperti tabungan syariah dan pegadaian sudah lebih dulu dikenal luas masyarakat.
"Kebetulan kita ada bank syariah, ada pegadaian, ya kita coba dorong masyarakat juga mulai menabung emas. Nah ini akan meningkatkan reserve-nya (simpanan). Yang tadi cuma 70,83 itu bisa terus naik nanti," ungkap Erick.
"Tetapi tidak hanya negara sendiri, tetapi bersama masyarakat yang memang kita pastikan ekonominya makin hari, makin baik," katanya.
Lebih lanjut Erick mengungkapkan, pendirian bullion bank sudah pernah dirapatkan secara terbatas (ratas) bersama Presiden RI.
Hanya saja, ia menegaskan bullion bank harus ada untuk menyambungkan dan memperluas ekosistem produksi emas di Indonesia.
"Memang kan sudah pernah di-rataskan, dibicarakan, bagaimana Indonesia harus punya bullion bank sendiri. Nah ini yang tadi, kalau dulu ekosistemnya emasnya belum nyambung. Kalau ini kan nggak bisa menjadi proven. Bahwa ini barangnya udah ada. Jadi supaya ekosistemnya besar," jelas Erick.
"Jadi ini kesempatannya akan jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi kita coba nanti dorong lagi di pemerintahan, kebetulan kita punya tadi seperti pegadaian, BSI, BRI. Ini bisa menjadi opsi," tambah Ketua Umum PSSI itu.
Erick Thohir Dorong Indonesia Punya Bullion Bank
Erick Thohir dorong kehadiran bullion bank di Indonesia agar masyarakat terbiasa menabung emas dan meningkatkan ekonomi. Halaman all [457] url asal
#ekonomi-masyarakat #tabungan-emas #bullion-bank #erick-thohir
(Kompas.com) 08/11/24 11:04
v/17761627/
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong adanya bullion bank atau tempat penyimpanan di Indonesia.
Bullion bank dapat menyediakan layanan kegiatan perbankan dengan instrumen logam mulia.
Menurut Erick, dorongan kehadiran bullion bank ini sejalan dengan produksi emas di Tanah Air yang mencapai angka puluhan ton. Sehingga pemerintah mendorong agar ada keterlibatan masyarakat di dalamnya.
"Dengan sekarang ada Freeport punya smelter, bisa produksi sampai 50 ton. Ini nanti dibeli 30 ton (oleh PT Antam Tbk), itu penghematannya hampir Rp 200 triliun. Itu sangat besar," ujar Erick usai menghadiri penandatanganan kerja sama antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di Jakarta, Kamis (7/11/2024) malam.
"Tapi tadi saya bilang, tidak cukup di situ, kembali, base dari ekonomi masyarakat harus terus digali. Misalnya untuk deposito atau tabungan emas. Tabungan emas ini kita tidak punya bullion bank," ungkapnya.
Erick menyebut, apabila sudah tersedia bullion bank maka masyarakat akan mulai mengenal dan terbiasa dengan tabungan emas.
Terlebih, saat ini sejumlah sistem tabungan yang lebih spesifik seperti tabungan syariah dan pegadaian sudah lebih dulu dikenal luas masyarakat.
"Kebetulan kita ada bank syariah, ada pegadaian, ya kita coba dorong masyarakat juga mulai menabung emas. Nah ini akan meningkatkan reserve-nya (simpanan). Yang tadi cuma 70,83 itu bisa terus naik nanti," ungkap Erick.
"Tetapi tidak hanya negara sendiri, tetapi bersama masyarakat yang memang kita pastikan ekonominya makin hari, makin baik," katanya.
Lebih lanjut Erick mengungkapkan, pendirian bullion bank sudah pernah dirapatkan secara terbatas (ratas) bersama Presiden RI.
Hanya saja, ia menegaskan bullion bank harus ada untuk menyambungkan dan memperluas ekosistem produksi emas di Indonesia.
"Memang kan sudah pernah di-rataskan, dibicarakan, bagaimana Indonesia harus punya bullion bank sendiri. Nah ini yang tadi, kalau dulu ekosistemnya emasnya belum nyambung. Kalau ini kan nggak bisa menjadi proven. Bahwa ini barangnya udah ada. Jadi supaya ekosistemnya besar," jelas Erick.
"Jadi ini kesempatannya akan jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi kita coba nanti dorong lagi di pemerintahan, kebetulan kita punya tadi seperti pegadaian, BSI, BRI. Ini bisa menjadi opsi," tambah Ketua Umum PSSI itu.
Erick Thohir dorong bullion bank agar masyarakat menabung emas
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong hadirnya bullion bank atau tempat penyimpanan emas di Indonesia. Menurut Erick, kehadiran ... [259] url asal
#erick-thohir #menteri-bumn #bullion-bank #tabungan-emas
(Antara) 07/11/24 20:55
v/17703433/
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong hadirnya bullion bank atau tempat penyimpanan emas di Indonesia.
Menurut Erick, kehadiran bullion bank akan membuat masyarakat mulai mengenal cara menabung baru, yakni dengan emas.
"Kita tidak punya bullion bank, kalau ini sudah terjadi (punya bullion bank), artinya masyarakat mulai mengenal tabungan emas. Kebetulan kita ada bank syariah, ada Pegadaian, kita coba dorong masyarakat juga mulai menabung emas," kata Erick di Jakarta, Kamis.
Pembahasan terkait bullion bank, kata Erick, sudah dibicarakan dalam rapat terbatas. Menurut Erick, ini akan menjadi sesuatu yang menguntungkan.
Lebih lanjut, ekosistem industri emas juga kini telah berjalan. Ditambah dengan adanya kolaborasi antara PT Antam Tbk dengan PT Freeport Indonesia untuk mengolah emas batangan di Indonesia.
Erick menyampaikan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia kini semakin membaik. Oleh karena itu, masyarakat mulai didorong untuk memiliki tabungan emas.
"Jadi kita coba nanti dorong lagi di pemerintahan, kebetulan kita punya tadi seperti Pegadaian, Bank Syariah Indonesia, atau BRI ini bisa menjadi opsi untuk bullion bank," katanya.
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan investasi emas adalah aset yang akan selalu ada, bahkan bisa menjadi salah satu pilihan investasi yang tahan inflasi dan gejolak politik global.
Peluang investasi dengan emas akan terbuka lebar karena akan ada bank emas (bullion service) yang bakal dikelola oleh Pegadaian, kata dia. Namun, layanan ini sedang menunggu peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tiko meminta Pegadaian untuk melakukan sosialisasi secara masif bank emas itu kepada masyarakat luas, selain mengupayakan izin dari pemerintah untuk layanan tersebut.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2024
Cara Buka Tabungan Emas Antam Secara Langsung di Kantor Logam Mulia
Cara buka tabungan emas Antam bisa Anda lakukan dengan mudah. Adapun banyak cara yang bisa diterapkan saat hendak membeli produk emas. [281] url asal
#tabungan-emas #cara-buka-tabungan-emas #emas-antam #pt-aneka-tambang
(IDX-Channel - Banking) 29/10/24 20:12
v/17174897/
IDXChannel-Cara buka tabungan emas Antam bisa Anda lakukan dengan mudah. Adapun banyak cara yang bisa diterapkan saat hendak membeli produk emas.
Selain membeli produk fisik secara langsung, Anda juga bisa membeli emas dengan sistem tabungan. Langkah ini terbilang efektif, pasalnya Anda tak harus langsung membeli emas secara fisik.
Nah, berikut ini merupakan cara buka tabungan emas Antam dengan mudah. Tim IDXChannel telah merangkum informasinya dari berbagai sumber. Simak ulasan ini sampai selesai!
Cara Buka Tabungan Emas Antam
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau yang akrab disapa Antam ini telah menyediakan berbagai layanan untuk pembelian dan penyimpanan emas. Adapun nama program tersebut adalah Berencana Aman Kelola Emas (Brankas).
Berikut ini beberapa langkah yang wajib diperhatikan saat ingin membuka tabungan emas Antam. Simak cara mudahnya dibawah ini:
- Siapkan Kartu Tanda Penduduk/KTP.
- Siapkan Nomor Pokok Wajib Pajak/ NPWP (opsional).
- Selanjutnya isi form registrasi yang tersedia.
- Jika sudah, silahkan tanda tangani Persyaratan dan Ketentuan BRANKAS.
- Lalu lakukan pembayaran biaya tahunan berdasarkan jenis keanggotaan.
- Pastikan informasi yang disampaikan sudah akurat.
- Pelanggan wajib memberitahu petugas Antam, jika ada perubahan informasi.
- Setelah terdaftar, maka Pelanggan akan memperoleh kartu BRANKAS serta notifikasi SMS yang berisi link aktivasi.
- Selanjutnya proses aktivasi akun BRANKAS bisa dipandu oleh Customer Service untuk informasi.
- Kemudian Anda akan memperoleh informasi melalui sms yang dikirim melalui nomor ponsel yang terdaftar;
- Kartu BRANKAS ini sebagai bukti kepemilikan yang mana tidak bisa difungsikan untuk alat pembayaran.
- Pelanggan wajib menjaga kerahasiaan password.
Sebagai informasi tambahan, cara buka tabungan emas Antam hanya bisa dilakukan di Kantor Logam Mulia (LM) oleh pelanggan langsung yang berada di Pulogadung, tepatnya di Butik Emas LM.
Demikianlah informasi mengenai cara buka tabungan emas Antam. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan serta bermanfaat untuk Anda.
Tabungan Emas, Siasat Tepat Saat Membutuhkan Dana Darurat
Inovasi bisnis yang dilakukan Pegadaian itu membuat pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong pembentukan bank emas. Emas dikenal... | Halaman Lengkap [1,346] url asal
#investasi #investasi-emas #tabungan-emas #pegadaian #logam-mulia
(SINDOnews Ekbis - Bursa Finansial) 01/10/24 14:00
v/15836249/
JAKARTA - Emas dikenal sebagai save heaven yang pesonanya terus berkilau sepanjang zaman. Logam mulia ini, saat ini dinilai sebagai pilihan tepat sebagai benteng ketidakpastian kondisi ekaonomi yang dialami masyarakat.Selain harga yang terus naik setiap waktu, emas pun bisa dijual kapan saja. Menabung emas menjadi pilihan Ratih Indahsari. Karyawati perusahaan asuransi swasta ini sudah hampir satu dekade memilih tabungan emas untuk investasi masa depannya. ?Sejak ada tabungan emas di Pegadaian , saya sudah buka, sekitar tahun 2017,? ujar Ratih kepada SINDOnews, Selasa (1/10/2024).
Selain dalam bentuk tabungan emas, Ratih juga membeli emas fisik. Alasannya, emas fisik bisa ia pindah tangankan ke keluarganya apabila membutuhkan dana darurat. ?Bisa langsung dijual dan uangnya bisa langsung mereka pergunakan,? ucapnya.
Ia berkisah, dulu dirinya kesulitan untuk mendapatkan emas dalam bentuk fisik, karena gerai yang menjual emas terbatas. Namun saat ini, lanjut Ratih, membeli emas batangan kian mudah karena sudah banyak gerai-gerai resmi yang menjual emas langsung kepada masyarakat. ?Saya memilih membeli di gerai Galeri 24 Pegadaian. Jumlah gerainya banyak dan berada di lokasi yang mudah dikunjungi,? paparnya.
Alasan lainnya, selisih harga beli dan harga pembelian kembali (buyback) oleh Pegadaian tak terlalu besar, sehingga menguntungkan bagi masyarakat. ?Sekitar 2% saja spread-nya (selisihnya). Di Pegadaian lebih menguntungkan bagi saya,? katanya.
Saat ini Galeri 24 Pegadaian memiliki hampir 100 gerai di seluruh Indonesia. Ratih mengatakan, banyak kemudahan berinvestasi emas di Pegadaian, terlebih sejak adanya tabungan emas melalui aplikasi yang disediakan oleh Pegadaian.
?Saya bisa beli kapan saja, dan jual kapan saja. Bisa melakukan transaksi dari mana saja, sangat mudah,? urainya. Bahkan, Ratih bisa membeli emas dengan harga mulai Rp10.000 saja. ?Uang Rp10.000 di tabungan emas Pegadaian bisa untuk membeli emas loh,? katanya.
Tak sekadar untuk melakukan jual beli emas, Super App Pegadaian Digital juga bisa digunakan untuk melakukan transaksi gadai, transfer, pembayaran listrik, BPJS, tagihan telepon, pembelian pulsa, hingga mengisi saldo e-wallet. ?Bagi saya, Super App Pegadaian sangat menguntungkan. Jadi semisal kita menjual emas, dana langsung masuk di aplikasi, saat itu juga bisa digunakan untuk keperluan lain tanpa menunggu esok hari,? pungkasnya.
Sama seperti Ratih, Raffael Sutanto juga memilih memperbanyak tabungan emas. Namun, berbeda dengan Ratih, Raffael memilih untuk menabung dalam bentuk fisik. ?Saya sering membeli di Galeri 24 Sarinah, Jakarta Pusat. Sejak masih muda memang saya gemar menabung emas fisik,? tuturnya.
Raffael mengaku saat ini memiliki simpanan sekitar 200 gram emas yang dikumpulkan selama lima tahun terakhir. ?Dulu pernah punya 300 gram, karena ada keperluan saya jual. Agak menyesal sekarang karena harga emas terus naik,? katanya.
Senada dengan Ratih, Raffael memilih membeli emas di Pegadaian lantaran spread yang rendah, sehingga lebih menguntungkan dibandingkan membeli di tempat lain. ?Sekarang banyak produsen emas yang menjual langsung ke end user atau masyarakat .Tapi saya pilih di Galeri 24 Pegadaian, buyback-nya tinggi, jadi untungnya lebih besar,? urainya.
Salah satu karyawan di gerai Galeri 24 Pegadaian Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kepada SINDOnews mengungkapkan, selain bisa mendatangi kantor cabang Pegadaian atau Galeri 24, masyarakat kini bisa membuka tabungan emas di telepon pintar (smartphone). ?Bisa datang ke pegadaian, bisa langsung di smartphone,? katanya.
Pegadaian, maupun Galeri 24, kerap memberikan promo di momen-momen tertentu, sehingga emas yang dibeli masyarakat semakin murah. ?Untuk fisik, kadang ada semacam diskon sebesar 1%,? ujarnya.
Investasi Masa Depan yang Menguntungkan
Banyak masyarakat yang masih beranggapan, menabung emas melalui platform digital rumit dan tidak aman. Namun, dengan adanya pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pegadaian memberikan jaminan keamanan investasi emas masyarakat.
?Dengan digitalisasi tentu sangat memudahkan masyarakat, Bisa membeli dan menjual kapan saja. Tabungan emas itu tepat sebagai solusi saat membutuhkan dana darurat,? tegas Perencana Keuangan Safir Senduk kepada SINDOnews.

Karyawan Galeri 24 Kebayoran Baru menunjukkan emas batangan pecahan 50 gram.
Selain fisik, Pegadaian juga mengediakan investasi emas digital.
Foto: Anton Chrisbiyanto/SINDOnews
Safir mengatakan, tabungan emas maupun emas dalam bentuk fisik memberikan jaminan keuntungan yang maksimal bagi masyarakat. Berbeda dengan perhiasan karena ada potongan biaya, dan kadar emas yang terkadang tidak murni 24 karat. ?Jadi yang cocok untuk investasi masa depan ya emas fisik, atau tabungan emas. Tabungan emas di Pegadaian itu bisa dicetak dalam bentuk fisik,? katanya.
Safir pun berpendapat, emas fisik maupun tabungan emas menjadi instrumen investasi untuk mengantisipasi ketidakpastian kondisi ekonomi masyarakat. ?Bisa untuk sekadar tabungan, bisa juga dijadikan instrumen investasi. Emas selalu menguntungkan, asalkan bukan perhiasan,? tegasnya.
Pakar Marketing Yuswohady kepada SINDOnews mengungkapkan, inovasi dan transformasi bisnis yang dilakukan Pegadaian, berhasil menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. ?Tak hanya bagi Pegadaian, juga bagi masyarakat. Karena kini masyarakat semakin mudah mengakses layanan Pegadaian,? sebutnya.
Yuswohady mengatakan, selain memudahkan masyarakat untuk menabung emas, Super App Pegadaian Digital juga memudahkan masyarakat untuk mengakses pembiayaan melalui Gadai. ?Semua ada di aplikasi, jadi masyarakat yang membutuhkan pembiayaan tak perlu lagi jauh-jauh datang ke kantor Pegadaian, cukup melakukan gadai emas dari rumah atau dari mana saja,? paparnya.
Salah satu hal yang tak bisa disaingi oleh pihak lain, lanjut Yuswohady, adalah kemampuan appraisal yang cepat dan akurat. ?Nilai suatu barang ditaksir secara cermat dan cepat oleh Pegadaian. Itu yang tidak bisa disaingi oleh lembaga manapun sampai saat ini,? katanya.
Yuswohady pun meyakini ekosistem Pegadaian akan terus bertumbuh pesat. Terlebih di era digital, anak-anak muda sudah banyak yang memilih emas sebagai instrumen investasi. ?Anak muda sekarang menginginkan kemudahan mengakses segala hal,? tukasnya.
Pegadaian sendiri terus melakukan inovasi untuk memudahkan masyarakat merecanakan masa depan dengan tabungan emas. Untuk tabungan emas misalnya, pencairan bisa dilakukan melaluibuybackdan cetak emas fisik. Kedua layanan tersebut bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi Pegadaian Digital.
Pegadaian juga menjamin semua layanan yang tersedia di Pegadaian terjamin keamanan dan legalitasnya. Hal ini dikarenakan Pegadaian sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penambahan maupun pencairan saldo Tabungan Emas dapat dilakukan dengan aman baik melalui Pegadaian Digital ataupun langsung dioutletPegadaian.
Masyarakat yang tertarik untuk berinvestasi emas dengan mudah, pendaftaran rekening Tabungan Emas Pegadaian bisa diproses dengan mudah dan cepat. Jika tidak sempat berkunjung keoutletPegadaian, masyarakat bisa mengunduh aplikasi Pegadaian Digital terlebih dahulu dengan melakukan pembelian awal minimal Rp10.000.
Tidak banyak dokumen yang harus disiapkan untuk membuka Tabungan Emas atau mulai berinvestasi emas di Pegadaian. Syarat yang perlu dipenuhi untuk berinvestasi emas di Pegadaian hanyalah bukti identitas diri dan formulir pembukaan rekening Tabungan Emas. Membuka rekening Tabungan Emas bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja melalui aplikasi Pegadaian Digital yang bisa diakses secaraonline.
Tabungan Emas Pegadaian diluncurkan pada 2015 oleh Presiden Joko Widodo . Sejak pertama kali dikenalkan, hingga akhir 2023 tercatat volume tabungan emas masyarakat sudah mencapai 21 ton emas dengan jumlah penabung mencapai 9,6 juta orang. Pegadaian semakin menunjukkan masa keemasannya setelah 123 tahun melayani masyarakat indonesia melalui berbagai produk dan program yang dijalankan.
Hingga Agustus 2024 Pegadaian tercatat memiliki aset sebesar Rp98,9 triliun. Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan mengatakan, pertumbuhan aset ini diharapkan dapat terus bertumbuh seiring dengan peningkatan kinerja Pegadaian di masa yang akan datang.
Pegadaian, lanjut dia, berkomitmen terus memberikan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat, serta menghasilkan kinerja terbaik. Tidak hanya dalam industri pergadaian dan pembiayaan UMKM, bahkan kini Pegadaian mulai melebarkan sayapnya dalam mengembangkan ekosistem emas untuk terwujudnya visi perusahaan dan mendukung pemerintah mencapai Indonesia Emas 2025.
Damar mengungkapkan, melalui investasi Tabungan Emas, masyarakat dapat mencapai kebebasan finansial dalam jangka panjang maupun jangka pendek. "Harga emas terus menanjak, sehingga investasi emas dapat membantu pemenuhan dana dalam jangka pendek karena tingkat likuiditasnya yang tinggi," katanya.
Dari sisi kinerja, Damar menegaskan, Pegadaian akan terus melakukan optimalisasi aset dan service excellence guna meningkatkan kinerja positif perusahaan kedepan secara berkelanjutan. Termasuk penurunan NPL (Non Performing Loan) yang berhasil ditekan menjadi 0,93% per 31 Agustus 2024 dari angka 1,71% pada Agustus 2023 lalu, yang turut mendukung catatan kinerja positif perusahaan.
Inovasi bisnis yang dilakukan Pegadaian itu membuat pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong pembentukan bank emas. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pelayanan perdagangan emas akan terus dilakukan Pegadaian. "Harapannya nanti masyarakat kembali lagi menabung emas. Tapi bukan dalam bentuk emas fisik, bisa dalam bentuk digital," ujarnya.
Pemerintah meyakini kemampuan Pegadaian yang sudah berusia lebih dari satu abad dianggap telah berpengalaman dalam mengelola emas fisik, sehingga akan lebih mudah dalam mengelola ekosistem perdagangan maupun investasi emas masyarakat.
"Sampah Kami, Emas Kami" Halaman all
Warga di Desa Mulur, Sukoharjo dan Kampung Kitiran, Solo telah membuktikan bahwa dengan memilah sampah, mereka bisa mengais emas. Halaman all?page=all [654] url asal
#tabungan-emas #pt-pegadaian #bank-sampah-kitiran-emas #kampung-kitiran #tabungan-emas-pegadaian #bank-sampah-induk-desa-mulur #bsi-bumdesa-mulur #pengolahan-sampah-desa-mulur
(Kompas.com) 29/09/24 07:41
v/15721571/
SOLO, KOMPAS.com – Rampung mencuci baju, Rusmiyati (43) buru-buru menuju toko kelontong terdekat. Ia ingin membeli detergen pagi itu karena tahu persedian di rumah hampir habis.
Rosa, begitu Rusmiyati lebih akrab disapa, yakin sisa detergennya tak akan cukup untuk mencuci baju di kemudian hari. Ia memilih segera saja membelinya sebelum nanti dibutuhkan.
Setibanya di rumah, ia lalu dengan hati-hati menggunting kemasan detergen tersebut. Rosa kemudian memindahkan isinya ke wadah khusus yang biasa digunakan.
Dengan ini, di tangannya tinggal ada kemasan plastik detergen yang kosong. Alih-alih membuangnya ke tempat sampah, Rosa pun memilih untuk menyimpannya di sudut dapur.
Bukan tanpa alasan. Warga Kampung Pojok RT 003/RW 004 Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah itu melakukannya karena ingin ikut berperan dalam upaya menjaga lingkungan.
Rosa akan menyetorkan bungkus-bungkus plastik tersebut ke pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Pojok Keren (Joker) di desanya untuk kemudian diolah.
Sejak setahun terakhir, Rosa memang telah memutuskan untuk semakin giat memilah sampah rumah tangganya. Hal itu terjadi setelah ia bergabung menjadi nasabah BSU Joker.
Bukan hanya plastik detergen, ia juga telah secara rutin memisahkan kemasan-kemasan lain, seperti botol minuman, kaleng bekas makanan, kardus, hingga kertas-kertas tak terpakai.
”Kalau sebelumnya, ketika ada sampah, ya kami buang begitu saja. Sekarang lain, kami di rumah sudah mulai terbiasa memilah sampah. Suami dan anak-anak juga begitu. Apalagi kami sudah tahu kalau sampah-sampah ini bisa diuangkan dan diikutkan tabungan emas,” ucapnya saat diwawancarai Kompas.com pada Sabtu (28/8/2024).
Ia menganggap, program tabungan emas melalui bank sampah memiliki dampak positif untuk jangka panjang.
Selain dapat mengatasi persoalan sampah, program itu bisa sedikit membantu urusan finansial para warga yang menjadi nasabah bank sampah tersebut.
Sebab, hasil dari sampah yang dikumpulkan bisa diuangkan dan bahkan bisa disalurkan dalam tabungan emas sebagai bentuk investasi.
”Sesuai pemahaman kami, dalam jangka panjang, nilai emas ini kan cenderung naik atau setidaknya stabil. Jadi kami pun kian bersemangat memilah dan mengolah sampah. Harapannya, sehat diraih, simpanan emas kami pun bisa bertambah,” tutur tersenyum.
Anggota naik signifikan
BSI BUMDes Mulur Warga Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, menunjukkan buku tabungan emas yang diterbitkan oleh PT Pegadaian (Persero) belum lama ini. Setelah Bank Sampah Induk (BSI) BUMDes Mulur bekerja sama dengan Pegadaian untuk mengadakan program memilah sampah menabung emas, jumlah anggota bank sampah di Desa Mulur naik signifikan dari 100-an menjadi 320-an hanya dalam waktu kurang dari setahun.Manajer Operasional Bank Sampah Induk (BSI) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Arnisya Frisiliani, mengatakan dalam menjalankan program memiliah sampah menjadi emas, BSI BUMDes Mulur bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) sejak akhir tahun lalu.
Ia pun bersyukur, setelah program tabungan emas tersebut disosialisasikan lebih luas ke masyarakat, jumlah BSU yang terbentuk di Mulur terus bertambah.
Dari awalnya hanya empat BSU, Desa Mulur kini sudah memiliki 20 BSU yang siap menjadi kepanjangan tangan dari BSI BUMDes Mulur dalam mengelola sampah dari warga.
Jumlah warga yang siap mengolah sampah atau menjadi nasabah BSU otomatis juga ikut bertambah setelah disosialisasikan program memilah sampah menjadi emas.
”Saya hitung, sebelum kami bekerja sama dengan Pagadaian, jumlah nasabah tidak lebih dari 100 orang. Sedangkan untuk saat ini, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 320 orang,” tuturnya.
"Sampah Kami, Emas Kami"
Warga di Desa Mulur, Sukoharjo dan Kampung Kitiran, Solo telah membuktikan bahwa dengan memilah sampah, mereka bisa mengais emas. Halaman all [1,620] url asal
#tabungan-emas #pt-pegadaian #bank-sampah-kitiran-emas #kampung-kitiran #tabungan-emas-pegadaian #bank-sampah-induk-desa-mulur #bsi-bumdesa-mulur #pengolahan-sampah-desa-mulur
(Kompas.com) 29/09/24 07:41
v/15715817/
SOLO, KOMPAS.com – Rampung mencuci baju, Rusmiyati (43) buru-buru menuju toko kelontong terdekat. Ia ingin membeli detergen pagi itu karena tahu persedian di rumah hampir habis.
Rosa, begitu Rusmiyati lebih akrab disapa, yakin sisa detergennya tak akan cukup untuk mencuci baju di kemudian hari. Ia memilih segera saja membelinya sebelum nanti dibutuhkan.
Setibanya di rumah, ia lalu dengan hati-hati menggunting kemasan detergen tersebut. Rosa kemudian memindahkan isinya ke wadah khusus yang biasa digunakan.
Dengan ini, di tangannya tinggal ada kemasan plastik detergen yang kosong. Alih-alih membuangnya ke tempat sampah, Rosa pun memilih untuk menyimpannya di sudut dapur.
Bukan tanpa alasan. Warga Kampung Pojok RT 003/RW 004 Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah itu melakukannya karena ingin ikut berperan dalam upaya menjaga lingkungan.
Rosa akan menyetorkan bungkus-bungkus plastik tersebut ke pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Pojok Keren (Joker) di desanya untuk kemudian diolah.
Sejak setahun terakhir, Rosa memang telah memutuskan untuk semakin giat memilah sampah rumah tangganya. Hal itu terjadi setelah ia bergabung menjadi nasabah BSU Joker.
Bukan hanya plastik detergen, ia juga telah secara rutin memisahkan kemasan-kemasan lain, seperti botol minuman, kaleng bekas makanan, kardus, hingga kertas-kertas tak terpakai.
”Kalau sebelumnya, ketika ada sampah, ya kami buang begitu saja. Sekarang lain, kami di rumah sudah mulai terbiasa memilah sampah. Suami dan anak-anak juga begitu. Apalagi kami sudah tahu kalau sampah-sampah ini bisa diuangkan dan diikutkan tabungan emas,” ucapnya saat diwawancarai Kompas.com pada Sabtu (28/8/2024).
Ia menganggap, program tabungan emas melalui bank sampah memiliki dampak positif untuk jangka panjang.
Selain dapat mengatasi persoalan sampah, program itu bisa sedikit membantu urusan finansial para warga yang menjadi nasabah bank sampah tersebut.
Sebab, hasil dari sampah yang dikumpulkan bisa diuangkan dan bahkan bisa disalurkan dalam tabungan emas sebagai bentuk investasi.
”Sesuai pemahaman kami, dalam jangka panjang, nilai emas ini kan cenderung naik atau setidaknya stabil. Jadi kami pun kian bersemangat memilah dan mengolah sampah. Harapannya, sehat diraih, simpanan emas kami pun bisa bertambah,” tutur tersenyum.
Anggota naik signifikan
BSI BUMDes Mulur Warga Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, menunjukkan buku tabungan emas yang diterbitkan oleh PT Pegadaian (Persero) belum lama ini. Setelah Bank Sampah Induk (BSI) BUMDes Mulur bekerja sama dengan Pegadaian untuk mengadakan program memilah sampah menabung emas, jumlah anggota bank sampah di Desa Mulur naik signifikan dari 100-an menjadi 320-an hanya dalam waktu kurang dari setahun.Manajer Operasional Bank Sampah Induk (BSI) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Arnisya Frisiliani, mengatakan dalam menjalankan program memiliah sampah menjadi emas, BSI BUMDes Mulur bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) sejak akhir tahun lalu.
Ia pun bersyukur, setelah program tabungan emas tersebut disosialisasikan lebih luas ke masyarakat, jumlah BSU yang terbentuk di Mulur terus bertambah.
Dari awalnya hanya empat BSU, Desa Mulur kini sudah memiliki 20 BSU yang siap menjadi kepanjangan tangan dari BSI BUMDes Mulur dalam mengelola sampah dari warga.
Jumlah warga yang siap mengolah sampah atau menjadi nasabah BSU otomatis juga ikut bertambah setelah disosialisasikan program memilah sampah menjadi emas.
”Saya hitung, sebelum kami bekerja sama dengan Pagadaian, jumlah nasabah tidak lebih dari 100 orang. Sedangkan untuk saat ini, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 320 orang,” tuturnya.
Dia memang berharap melalui program menabung emas, ada semakin banyak warga yang tertarik menjadi nasabah BSU-BSU di Mulur.
Sebab, hal itu diyakini akan mempermudah kampanye pengolahan sampah yang berkelanjutan di tingkat bawah.
”Di bank sampah, kami kan bukan hanya melakukan transaksi jual beli sampah ya. Kami juga telah rutin menggelar edukasi atau diskusi tentang banyak hal, termasuk kesadaran lingkungan, daur ulang, produksi kompos, ekonomi sirkular, pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya. Pada akhirnya, tujuan besar kami adalah ingin mendorong kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga bumi ini,” jelas Arnisya.
Ia menerangkan, untuk menabung emas dengan memilah sampah, nasabah BSU tidak perlu datang ke kantor Pegadaian, melainkan bisa dilakukan di kantor BUMDes Mulur.
Para nasabah telah dibelaki dengan buku tabungan masing-masing.
”Jika (sampah) langsung diuangkan, mungkin hasilnya akan terlihat sedikit ya? Misalnya, cuma Rp 5.000 atau Rp 15.000. Tapi, jika ditabung, dalam jangka panjang hasilnya bisa terlihat banyak. Dan, akan lebih menguntungkan lagi apabila kita menabungnya lewat tabungan emas yang merupakan barang investasi,” ucapnya.
”Sampah Kami, Emas Kami”
Senada, Direktur Bank Sampah Kitiran Emas di Kelurahan Purwosari, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Dominico Danang Sandi, menyebut program memilah sampah menjadi emas yang digagas bersama dengan PT Pegadaian (Persero) turut mendongkak peningkatan jumlah nasabah.
KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Deputi Bisnis Pegadaian Area Solo, Muhammad Choyin menunjukkan kepingan emas seberat satu gram yang bisa didapatkan warga dengan menyetor sampah di bank-bank sampah saat berkunjung di Kampung Kitiran RT 002/ RW 008, Yosoroto, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah.Ketika baru dibentuk pada 17 Agustus 2017 lalu, bank sampah di Kampung Kitiran tercatat baru memiliki 20 nasabah. Kemudian sebelum menjalankan program tabungan emas pada April 2019 lalu, jumlah nasabahnya baru naik ke angka 60 orang.
Sedangkan sekarang, menurut dia, sedikitnya sudah ada 150 orang yang aktif terdaftar sebagai nasabah Bank Sampah Kitiran Emas. Sandi menyebut, warga menyambut baik program tabungan emas itu.
“Banyak warga, terutama para ibu-ibu, antusias bergabung karena berpikir emas harganya akan terus naik kan? Dan, nyatanya memang begitu. Harga emas pada 2019 misalnya. Seingat saya itu hanya Rp 760.000-an per gram. Sekarang berapa coba? Sudah di angka Rp 1,4 juta per gram kan? Ada kenaikan harga hampir dua kali lipat. Ini sangat menguntungkan,” ungkapnya.
Karena banyak warga yang antusias mengikuti program tersebut, bank sampah di Kampung Kitiran pada akhirnya juga diputuskan untuk menggunakan nama Bank Sampah Kitiran Emas.
Sandi membeberkan, salah satu warga di Kampung Kitiran bahkan sempat berhasil menabung emas hingga 17 gram.
Warga tersebut setiap harinya bekerja sebagai pengangkut sampah yang diutus oleh Pemerintah Kelurahan Purwosari.
Setelah pengurus Bank Sampah Kitiran Emas memberikan edukasi, warga tersebut antuasias untuk mulai memilah dan mengolah sampah yang diangkut dari rumah-rumah.
”Alhasil, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Putri Cempo bisa berkurang, dari tadinya beliau bisa bolak balik tiga kali sehari, jadi dua kali sehari. Ini kan penting untuk membantu mencegah penumpukan sampah yang bisa mencemari tanah dan air,” ucapnya.
Ketika mulai menjalankan program tabungan emas, Sandi bercerita, Kampung Kitiran juga sempat mendapatkan dukungan lain dari PT Pegadaian. Itu termasuk berupa peningkatan fasilitas bangunan untuk bank sampah, gerobak sampah, tong sampah, hingga mesin press sampah.
”Kami sekarang punya moto ‘Sampah Kami, Emas Kami’. Warga kini paham, pengumpulan sampah full untuk investasi masa depan,” jelas dia.
Ia pun bersyukur setelah 7 tahun warga berjibaku mengelola sampah perkotaan, Kampung Kitiran sekarang menjelma menjadi salah satu tujuan wisata berbasis pengolahan sampah.
Bank Sampah Kitiran Emas telah sering menerima kunjungan studi tiru dari berbagai daerah di Indonesia.
Keuntungan lebih
Sementara itu, Asisten Manajer 1 Pegadaian Kantor Area Surakarta, Rieka Puspita Ningrum, menerangkan Pegadaian menawarkan program memilah sampah menjadi emas kepada nasabah bank sampah agar pendapatan warga makin bertambah.
Tabungan emas Pegadaian adalah layanan penitipan emas yang memungkinkan masyarakat dalam melakukan investasi emas secara mudah, aman, dan terpercaya.
Menurutnya, saat terjadi kenaikan harga emas seperti sekarang ini, menabung emas termasuk pilihan bijak yang dapat dilakukan oleh masyarakat.
Rieka pun sangat mendukung keputusan para nasabah bank sampah yang berminat menabung emas seperti yang terjadi di Desa Mulur, Sukoharjo maupun di Kampung Kitiran, Solo.
“Dalam waktu tidak sampai setahun, warga yang rajin memilah dan menyetor sampah ke bank sampah bisa saja mengumpulkan 1 gram emas,” kata dia.
Rieka menyebut, memiliki tabungan emas lewat Pegadaian sangatlah mudah.
Caranya, setelah mengisi formulir via outlet, warga hanya perlu membayar biaya admin Rp 10.000, biaya titipan emas Rp 30.000, materai Rp 10.000, dan membeli emas 24 karat dengan berat minimal 0,01 gram.
Pembukaan rekening juga bisa dilakukan secara online lewat aplikasi "Pegadaian Digital".
Setelah memilih menu buka Tabungan Emas dan menginput data diri, warga tinggal menentukan metode pembayaran dan melakukan pembelian emas senilai Rp 50.000.
Sehabis itu, rekening bisa langsung aktif dan buku tabungan dapat diambil.
Rieka mengatakan, untuk anggota atau nasabah bank sampah, proses pembukaan rekening tabungan emas Pegadaian malah bisa lebih mudah lagi.
Mereka bisa melakukannya lewat pengurus bank sampah masing-masing yang nantinya akan difasilitasi secara khusus oleh tim dari Pegadaian.
Ia menegaskan, ketika sudah menabung emas, para anggota bank sampah juga berhak atas sejumlah keuntungan lain yang bisa diperoleh sebagai nasabah Pegadaian.
Itu termasuk, mereka berkesempatan memenangkan hadiah istimewa dalam program Badai Emas, mengajukan modal usaha dalam program pembiayaan produktif, mengakses layanan pembiaan untuk mendapatkan porsi haji atau perjalanan religi lainnya, hingga promo tematik berupa diskon atau casback khusus.
”Jika berminat menjadi mitra atau binaan Pegadaian, pengurus bank sampah bisa mendaftar ke kantor cabang terdekat. Tahap selanjutnya akan diseleksi oleh kantor Pusat Pegadaian,” jelasnya.
Rieka pun siap menyambut antuasias keputusan pengurus bank sampah lain apabila berminat untuk mulai menjalankan program tabungan emas bersama Pegadaian.
Untuk sementara, Pegadaian Kantor Area Surakarta sudah memiliki empat bank sampah binaan yaitu, Bank Sampak Kitiran Emas, BSI BUMDes Mulur, bank sampah di Fakultas Pertanian UNS Solo, dan Bank Sampah Berseri di Jatisrono, Wonogiri.
"Sampah Kami, Emas Kami"
Warga di Desa Mulur, Sukoharjo dan Kampung Kitiran, Solo telah membuktikan bahwa dengan memilah sampah, mereka bisa mengais emas. Halaman all [1,620] url asal
#tabungan-emas #pt-pegadaian #bank-sampah-kitiran-emas #kampung-kitiran #tabungan-emas-pegadaian #bank-sampah-induk-desa-mulur #bsi-bumdesa-mulur #pengolahan-sampah-desa-mulur
(Kompas.com) 29/09/24 07:41
v/15706108/
SOLO, KOMPAS.com – Rampung mencuci baju, Rusmiyati (43) buru-buru menuju toko kelontong terdekat. Ia ingin membeli detergen pagi itu karena tahu persedian di rumah hampir habis.
Rosa, begitu Rusmiyati lebih akrab disapa, yakin sisa detergennya tak akan cukup untuk mencuci baju di kemudian hari. Ia memilih segera saja membelinya sebelum nanti dibutuhkan.
Setibanya di rumah, ia lalu dengan hati-hati menggunting kemasan detergen tersebut. Rosa kemudian memindahkan isinya ke wadah khusus yang biasa digunakan.
Dengan ini, di tangannya tinggal ada kemasan plastik detergen yang kosong. Alih-alih membuangnya ke tempat sampah, Rosa pun memilih untuk menyimpannya di sudut dapur.
Bukan tanpa alasan. Warga Kampung Pojok RT 003/RW 004 Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah itu melakukannya karena ingin ikut berperan dalam upaya menjaga lingkungan.
Rosa akan menyetorkan bungkus-bungkus plastik tersebut ke pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Pojok Keren (Joker) di desanya untuk kemudian diolah.
Sejak setahun terakhir, Rosa memang telah memutuskan untuk semakin giat memilah sampah rumah tangganya. Hal itu terjadi setelah ia bergabung menjadi nasabah BSU Joker.
Bukan hanya plastik detergen, ia juga telah secara rutin memisahkan kemasan-kemasan lain, seperti botol minuman, kaleng bekas makanan, kardus, hingga kertas-kertas tak terpakai.
”Kalau sebelumnya, ketika ada sampah, ya kami buang begitu saja. Sekarang lain, kami di rumah sudah mulai terbiasa memilah sampah. Suami dan anak-anak juga begitu. Apalagi kami sudah tahu kalau sampah-sampah ini bisa diuangkan dan diikutkan tabungan emas,” ucapnya saat diwawancarai Kompas.com pada Sabtu (28/8/2024).
Ia menganggap, program tabungan emas melalui bank sampah memiliki dampak positif untuk jangka panjang.
Selain dapat mengatasi persoalan sampah, program itu bisa sedikit membantu urusan finansial para warga yang menjadi nasabah bank sampah tersebut.
Sebab, hasil dari sampah yang dikumpulkan bisa diuangkan dan bahkan bisa disalurkan dalam tabungan emas sebagai bentuk investasi.
”Sesuai pemahaman kami, dalam jangka panjang, nilai emas ini kan cenderung naik atau setidaknya stabil. Jadi kami pun kian bersemangat memilah dan mengolah sampah. Harapannya, sehat diraih, simpanan emas kami pun bisa bertambah,” tutur tersenyum.
Anggota naik signifikan
BSI BUMDes Mulur Warga Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, menunjukkan buku tabungan emas yang diterbitkan oleh PT Pegadaian (Persero) belum lama ini. Setelah Bank Sampah Induk (BSI) BUMDes Mulur bekerja sama dengan Pegadaian untuk mengadakan program memilah sampah menabung emas, jumlah anggota bank sampah di Desa Mulur naik signifikan dari 100-an menjadi 320-an hanya dalam waktu kurang dari setahun.Manajer Operasional Bank Sampah Induk (BSI) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulur, Arnisya Frisiliani, mengatakan dalam menjalankan program memiliah sampah menjadi emas, BSI BUMDes Mulur bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) sejak akhir tahun lalu.
Ia pun bersyukur, setelah program tabungan emas tersebut disosialisasikan lebih luas ke masyarakat, jumlah BSU yang terbentuk di Mulur terus bertambah.
Dari awalnya hanya empat BSU, Desa Mulur kini sudah memiliki 20 BSU yang siap menjadi kepanjangan tangan dari BSI BUMDes Mulur dalam mengelola sampah dari warga.
Jumlah warga yang siap mengolah sampah atau menjadi nasabah BSU otomatis juga ikut bertambah setelah disosialisasikan program memilah sampah menjadi emas.
”Saya hitung, sebelum kami bekerja sama dengan Pagadaian, jumlah nasabah tidak lebih dari 100 orang. Sedangkan untuk saat ini, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 320 orang,” tuturnya.
Dia memang berharap melalui program menabung emas, ada semakin banyak warga yang tertarik menjadi nasabah BSU-BSU di Mulur.
Sebab, hal itu diyakini akan mempermudah kampanye pengolahan sampah yang berkelanjutan di tingkat bawah.
”Di bank sampah, kami kan bukan hanya melakukan transaksi jual beli sampah ya. Kami juga telah rutin menggelar edukasi atau diskusi tentang banyak hal, termasuk kesadaran lingkungan, daur ulang, produksi kompos, ekonomi sirkular, pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya. Pada akhirnya, tujuan besar kami adalah ingin mendorong kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga bumi ini,” jelas Arnisya.
Ia menerangkan, untuk menabung emas dengan memilah sampah, nasabah BSU tidak perlu datang ke kantor Pegadaian, melainkan bisa dilakukan di kantor BUMDes Mulur.
Para nasabah telah dibelaki dengan buku tabungan masing-masing.
”Jika (sampah) langsung diuangkan, mungkin hasilnya akan terlihat sedikit ya? Misalnya, cuma Rp 5.000 atau Rp 15.000. Tapi, jika ditabung, dalam jangka panjang hasilnya bisa terlihat banyak. Dan, akan lebih menguntungkan lagi apabila kita menabungnya lewat tabungan emas yang merupakan barang investasi,” ucapnya.
”Sampah Kami, Emas Kami”
Senada, Direktur Bank Sampah Kitiran Emas di Kelurahan Purwosari, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Dominico Danang Sandi, menyebut program memilah sampah menjadi emas yang digagas bersama dengan PT Pegadaian (Persero) turut mendongkak peningkatan jumlah nasabah.
KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi Deputi Bisnis Pegadaian Area Solo, Muhammad Choyin menunjukkan kepingan emas seberat satu gram yang bisa didapatkan warga dengan menyetor sampah di bank-bank sampah saat berkunjung di Kampung Kitiran RT 002/ RW 008, Yosoroto, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah.Ketika baru dibentuk pada 17 Agustus 2017 lalu, bank sampah di Kampung Kitiran tercatat baru memiliki 20 nasabah. Kemudian sebelum menjalankan program tabungan emas pada April 2019 lalu, jumlah nasabahnya baru naik ke angka 60 orang.
Sedangkan sekarang, menurut dia, sedikitnya sudah ada 150 orang yang aktif terdaftar sebagai nasabah Bank Sampah Kitiran Emas. Sandi menyebut, warga menyambut baik program tabungan emas itu.
“Banyak warga, terutama para ibu-ibu, antusias bergabung karena berpikir emas harganya akan terus naik kan? Dan, nyatanya memang begitu. Harga emas pada 2019 misalnya. Seingat saya itu hanya Rp 760.000-an per gram. Sekarang berapa coba? Sudah di angka Rp 1,4 juta per gram kan? Ada kenaikan harga hampir dua kali lipat. Ini sangat menguntungkan,” ungkapnya.
Karena banyak warga yang antusias mengikuti program tersebut, bank sampah di Kampung Kitiran pada akhirnya juga diputuskan untuk menggunakan nama Bank Sampah Kitiran Emas.
Sandi membeberkan, salah satu warga di Kampung Kitiran bahkan sempat berhasil menabung emas hingga 17 gram.
Warga tersebut setiap harinya bekerja sebagai pengangkut sampah yang diutus oleh Pemerintah Kelurahan Purwosari.
Setelah pengurus Bank Sampah Kitiran Emas memberikan edukasi, warga tersebut antuasias untuk mulai memilah dan mengolah sampah yang diangkut dari rumah-rumah.
”Alhasil, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Putri Cempo bisa berkurang, dari tadinya beliau bisa bolak balik tiga kali sehari, jadi dua kali sehari. Ini kan penting untuk membantu mencegah penumpukan sampah yang bisa mencemari tanah dan air,” ucapnya.
Ketika mulai menjalankan program tabungan emas, Sandi bercerita, Kampung Kitiran juga sempat mendapatkan dukungan lain dari PT Pegadaian. Itu termasuk berupa peningkatan fasilitas bangunan untuk bank sampah, gerobak sampah, tong sampah, hingga mesin press sampah.
”Kami sekarang punya moto ‘Sampah Kami, Emas Kami’. Warga kini paham, pengumpulan sampah full untuk investasi masa depan,” jelas dia.
Ia pun bersyukur setelah 7 tahun warga berjibaku mengelola sampah perkotaan, Kampung Kitiran sekarang menjelma menjadi salah satu tujuan wisata berbasis pengolahan sampah.
Bank Sampah Kitiran Emas telah sering menerima kunjungan studi tiru dari berbagai daerah di Indonesia.
Keuntungan lebih
Sementara itu, Asisten Manajer 1 Pegadaian Kantor Area Surakarta, Rieka Puspita Ningrum, menerangkan Pegadaian menawarkan program memilah sampah menjadi emas kepada nasabah bank sampah agar pendapatan warga makin bertambah.
Tabungan emas Pegadaian adalah layanan penitipan emas yang memungkinkan masyarakat dalam melakukan investasi emas secara mudah, aman, dan terpercaya.
Menurutnya, saat terjadi kenaikan harga emas seperti sekarang ini, menabung emas termasuk pilihan bijak yang dapat dilakukan oleh masyarakat.
Rieka pun sangat mendukung keputusan para nasabah bank sampah yang berminat menabung emas seperti yang terjadi di Desa Mulur, Sukoharjo maupun di Kampung Kitiran, Solo.
“Dalam waktu tidak sampai setahun, warga yang rajin memilah dan menyetor sampah ke bank sampah bisa saja mengumpulkan 1 gram emas,” kata dia.
Rieka menyebut, memiliki tabungan emas lewat Pegadaian sangatlah mudah.
Caranya, setelah mengisi formulir via outlet, warga hanya perlu membayar biaya admin Rp 10.000, biaya titipan emas Rp 30.000, materai Rp 10.000, dan membeli emas 24 karat dengan berat minimal 0,01 gram.
Pembukaan rekening juga bisa dilakukan secara online lewat aplikasi "Pegadaian Digital".
Setelah memilih menu buka Tabungan Emas dan menginput data diri, warga tinggal menentukan metode pembayaran dan melakukan pembelian emas senilai Rp 50.000.
Sehabis itu, rekening bisa langsung aktif dan buku tabungan dapat diambil.
Rieka mengatakan, untuk anggota atau nasabah bank sampah, proses pembukaan rekening tabungan emas Pegadaian malah bisa lebih mudah lagi.
Mereka bisa melakukannya lewat pengurus bank sampah masing-masing yang nantinya akan difasilitasi secara khusus oleh tim dari Pegadaian.
Ia menegaskan, ketika sudah menabung emas, para anggota bank sampah juga berhak atas sejumlah keuntungan lain yang bisa diperoleh sebagai nasabah Pegadaian.
Itu termasuk, mereka berkesempatan memenangkan hadiah istimewa dalam program Badai Emas, mengajukan modal usaha dalam program pembiayaan produktif, mengakses layanan pembiaan untuk mendapatkan porsi haji atau perjalanan religi lainnya, hingga promo tematik berupa diskon atau casback khusus.
”Jika berminat menjadi mitra atau binaan Pegadaian, pengurus bank sampah bisa mendaftar ke kantor cabang terdekat. Tahap selanjutnya akan diseleksi oleh kantor Pusat Pegadaian,” jelasnya.
Rieka pun siap menyambut antuasias keputusan pengurus bank sampah lain apabila berminat untuk mulai menjalankan program tabungan emas bersama Pegadaian.
Untuk sementara, Pegadaian Kantor Area Surakarta sudah memiliki empat bank sampah binaan yaitu, Bank Sampak Kitiran Emas, BSI BUMDes Mulur, bank sampah di Fakultas Pertanian UNS Solo, dan Bank Sampah Berseri di Jatisrono, Wonogiri.
Menggenggam kilau emas sebagai pilihan investasi cerdas
Generasi muda saat ini menghadapi banyak tantangan dalam mengelola keuangan mereka. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, ancaman terhadap ... [1,705] url asal
#investasi-emas #program-edukasi-keuangan #ojk-cirebon #pt-pegadaian-cirebon #agen-pegadaian #tabungan-emas
(Antara) 20/09/24 15:25
v/15309869/
Cirebon (ANTARA) -

Hal ini diakui oleh Noer Panji, seorang freelancer (pekerja lepas) di Cirebon yang sudah mulai menabung emas sejak 2019.




Editor: Achmad Zaenal M
Editor: Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024
Emang Boleh Investasi Semudah Ini? Yuk Cek Cara Nabung Emas Di sini
Berinvestasi adalah jalan ninja agar masa tua menjadi lebih stabil dan tenang. Berbagai instrumen yang ditawarkan kian menambah pilihan investasi masyarakat, ... [434] url asal
(Antara) 16/08/24 13:48
v/14490406/
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2024
Ingin Nabung Emas dengan Mudah? Yuk, Cek Caranya di Sini!
Pegadaian hadir dengan program Tabungan Emas yang memiliki berbagai keunggulan. Cek artikel ini untuk tahu keunggulan dari Tabungan Emas Pegadaian! Berinvestasi... | Halaman Lengkap [433] url asal
#investasi #pegadaian #tabungan-emas #sindonews-stories
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 16/08/24 11:36
v/14485544/
JAKARTA - Berinvestasi adalah solusi agar masa tua menjadi lebih stabil dan tenang. Berbagai instrumen yang ditawarkan kian menambah pilihan investasi masyarakat, salah satunya emas. Emas kerap kali dipilih masyarakat untuk berinvestasi karena nilainya yang cenderung stabil dan aman terhadap inflasi, apalagi karena harga emas yang cenderung mengalami kenaikan.Tidak hanya dalam bentuk emas batangan atau perhiasan, investasi dalam bentuk Tabungan Emas kini menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati masyarakat. Sebagai lembaga finansial non perbankan yang genap berusia 123 Tahun, Pegadaian menjamin keamanan proses transaksi Tabungan Emas diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Melalui produk Tabungan Emas yang telah dirilis sejak 2015, hingga saat ini Pegadaian berhasil mengumpulkan transaksi saldo pembelian emas seberat 8.8 ton. Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengungkapkan bahwa melalui investasi Tabungan Emas, masyarakat dapat mengupayakan kebebasan finansial dalam jangka panjang dan pendek.
?Investasi emas sekarang menjadi salah satu yang sangat digandrungi masyarakat. Tidak hanya untuk jangka panjang, seperti yang diketahui harga emas kini kian menanjak, sehingga investasi emas juga dapat membantu pemenuhan dana dalam jangka pendek karena tingkat likuiditasnya yang tinggi,? tutur Damar.
Berikut adalah beberapa keunggulan dari menabung emas di Pegadaian:
? Prosedur pelaksanaan aman, cepat, dan mudah
? Emas dijamin 24 karat
? Pembelian awal mulai dari Rp10 ribu
? Biaya pengelolaan rekening Rp30 ribu per tahun
? Saldo tabungan bisa ditransfer ke sesama pemilik Tabungan Emas melalui outlet Pegadaian
? Top up bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja melalui Pegadaian Digital
? Saldo tabungan bisa dicetak menjadi emas batangan atau ditukar dengan perhiasan
? Saldo tabungan bisa dikonversikan menjadi uang tunai dengan digadaikan atau dijual
Damar menambahkan, Tabungan Emas Pegadaian merupakan investasi yang mudah, murah, dan aman.
?Tabungan Emas Pegadaian ini investasi yang mudah, murah dan aman. Nasabah tidak perlu khawatir menyimpan emas di rumah, namun jika diinginkan saldo emasnya bisa dicetak menjadi emas batangan. Transaksinya juga mudah melalui aplikasi Pegadaian Digital, Pegadaian Syariah Digital atau melalui outlet terdekat. Jika butuh dana bisa langsung dicairkan melalui gadai atau dijual, transaksinya ga sampai 5 menit lewat aplikasi,? kata Damar
Untuk memberikan pengalaman berinvestasi yang lebih menarik, Pegadaian memberikan promo diskon bagi nasabah dengan kode MERDEKA45 untuk top up saldo Tabungan Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital atau Pegadaian Syariah Digital dan MERDEKA79 untuk transaksi top up saldo di outlet terdekat.
Selain diskon Tabungan Emas, Pegadaian juga menghadirkan Gadai Tabungan Emas Bebas Bunga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh dana mulai Rp50.000 sampai dengan Rp2.500.000 tanpa dikenakan bunga.
Program ini berlaku hingga 30 September 2024, khusus untuk 10.000 orang pertama yang bertransaksi melalui aplikasi Pegadaian Digital. Jadi tunggu apalagi, saatnya merdeka finansial dengan Tabungan Emas Pegadaian.
Sambut HUT Ke-79 RI, Pegadaian Tebar Diskon Tabungan Emas
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, PT Pegadaian menghadirkan promo spesial untuk produk Tabungan Emas. Halaman all [572] url asal
#tabungan-emas #tabungan-emas-pegadaian #hut-ke-79-ri
(Kompas.com) 14/08/24 20:44
v/14432195/
JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, PT Pegadaian menghadirkan promo spesial untuk produk Tabungan Emas.
Promo ini berlaku bagi nasabah yang ingin melakukan top up Tabungan Emas Pegadaian selama periode 6 Agustus hingga 18 Oktober 2024.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan, diskon Tabungan Emas Pegadaian hadir untuk mendorong masyarakat agar semakin familiar dengan instrumen investasi emas, khususnya dalam bentuk Tabungan Emas.
“Kami sangat mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia emas, salah satunya dengan mendorong masyarakat berinvestasi, terutama melalui Tabungan Emas Pegadaian agar masa depan tak cemas," ujar Damar dalam keterangannya, Rabu (14/8/2024).
Ia berharap, dengan adanya diskon ini masyarakat semakin semangat dalam berinvestasi Tabungan Emas. Adapun bagi nasabah baru, agar menjadi new experience dalam berinvestasi emas dalam bentuk tabungan.
Damar menambahkan, Tabungan Emas memberikan berbagai keunggulan bagi masyarakat dalam berinvestasi. Di antaranya kadar emas yang dijamin 24 karat, biaya administrasi dan pemeliharaan yang sangat terjangkau, pembelian emas pada saat pembukaan awal rekening minimal mulai dari Rp 10.000.
Keamanan emas terjamin, prosesnya cepat, dan top up saldo bisa dilakukan melalui aplikasi Pegadaian Digital & Pegadaian Syariah Digital, ataupun outlet Pegadaian terdekat di seluruh Indonesia.
“Tabungan Emas Pegadaian ini investasi yang mudah dan murah. Biaya pemeliharaannya juga sangat terjangkau hanya 30.000 per tahun. Keamanannya terjamin, nasabah tidak perlu khawatir menyimpan emas di rumah, semua bisa di akses melalui aplikasi Pegadaian Digital, Pegadaian Syariah Digital atau melalui outlet terdekat," jelas Damar.
"Jika butuh dana bisa langsung dicairkan melalui gadai atau dijual, ga sampai 5 menit lewat aplikasi, bahkan saldo emasnya bisa dicetak menjadi emas batangan,” lanjut dia.
Nasabah dapat melakukan transaksi top up Tabungan Emas di outlet Pegadaian terdekat menggunakan kode MERDEKA79. Nasabah berhak mendapatkan diskon 0,5 persen dari nominal top up Tabungan Emas dengan minimal transaksi Rp 790.000 dan maksimal diskon sebesar Rp 797.979.
Tidak hanya di outlet, nasabah juga dapat melakukan transaksi top up Tabungan Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital atau Pegadaian Syariah Digital menggunakan kode MERDEKA45.
Nasabah berhak mendapatkan diskon 0,5 persen dari nominal top up dengan minimal transaksi Rp 790.000 dan maksimal diskon sebesar Rp 454.545.
Adapun ketentuan untuk mendapatkan diskon fantastis Tabungan Emas, sebagai berikut:
1. Program berlaku untuk nasabah baru maupun nasabah eksisting;
2. Benefit hanya dapat diberikan 1x (satu kali) per transaksi top up Tabungan Emas Pegadaian selama periode berlangsung.
3. Benefit promo ditransaksikan pada tanggal yang sama dengan tanggal transaksi top up Tabungan Emas Pegadaian
4. Promo berlaku single program (tidak dapat digabung dengan promo lain).
Selain diskon Tabungan Emas, Pegadaian juga menghadirkan Gadai Tabungan Emas Bebas Bunga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh dana mulai Rp 50.000 s/d Rp 2,5 juta tanpa dikenakan bunga.
Program ini berlaku hingga 30 September 2024, khusus untuk 10.000 orang pertama yang bertransaksi melalui aplikasi Pegadaian Digital.