#30 tag 24jam
Dari PAUD Hingga Beasiswa Luar Negeri, Ikhtiar Yayasan Thohir untuk Pendidikan RI
Program ini bertujuan mencetak calon pemimpin bangsa ke depan. [631] url asal
#yayasan-thohir #beasiswa-thohir #tamba-dan-samba #beasiswa-yayasan-thohir
(Republika - Ekonomi) 07/08/24 15:39
v/13657710/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir menekankan pentingnya aspek pendidikan dalam menentukan masa depan sebuah bangsa. Boy menyebut upaya memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) tak bisa dilakukan pemerintah semata.
Hal ini yang mendasari Boy melalui Yayasan Mochamad Thohir maupun sejumlah perusahaannya seperti Adaro hingga Saratoga secara aktif menelurkan sejumlah program pendidikan dari tingkat usia dini atau PAUD dan beasiswa universitas dalam negeri.
"Kenapa PAUD? Karena saya ingin dari usia dini, anak Indonesia sudah terlatih dan terdidik memiliki karakter yang bagus. Saya belajar banget bahwa manusia itu bisa ditentukan oleh golden age, kalau salah kita mendidik mereka di masa golden age, seumur hidup akan salah. Jadi kita mulai dari bawah," ujar Boy dalam acara sosialisasi program SAMBA dan TAMBA di kantor Adaro Energy Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2024).
Tak hanya itu, Boy bersama Pendiri William & Lily Foundation, Edwin Soeryadjaya membuat program beasiswa Thohir Marshall MBA (TAMBA) dan Soeryadjaya Marshall MBA (SAMBA) dengan mengirimkan kandidat terpilih menjalani program studi magister (S2) International Business Education and Research (IBEAR) MBA selama satu tahun di University of Southern California (USC) Marshall School of Business, Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS).
Boy ingin memberikan kesempatan kepada anak bangsa terbaik untuk menimba ilmu di tempat yang juga terbaik. Boy mengatakan program ini bertujuan mencetak calon pemimpin bangsa ke depan. "Kalau PAUD dan beasiswa dalam negeri, kita sudah banyak sekali lewat Adaro dan Saratoga. Khususnya yang ini (SAMBA dan TAMBA) memang tujuannya untuk menciptakan Indonesia future leader," ucap Boy.
Boy menilai karakter kepemimpinan berwawasan global dapat membantu Indonesia memenangkan persaingan dengan negara lain. Boy mengatakan hal ini pun telah dilakukan Singapura yang gencar mengirimkan mahasiswanya kuliah di Negeri Paman Sam.
"Soal pendidikan, seluruh dunia mengakui keunggulan AS dan Inggris karena sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Saya berharap bisa ikut membantu menciptakan future leader yang punya wawasan internasional," lanjut Boy.
Boy berharap para kandidat terpilih nanti juga bisa menjadi entrepreneur yang membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Boy mengatakan hal ini pun telah diterapkan banyak alumni University of Southern California Indonesia (AUSCI).
Boy menyampaikan isu lapangan kerja menjadi tantangan bagi Indonesia. Menurut Boy, AUSCI memiliki kemampuan besar untuk menekan tingginya tingkat pengangguran melalui berbagai jenis usaha ke depan.
"Di AUSCI sendiri itu sekitar 90 persennya adalah entrepreneur. Saya berharap lulusan (beasiswa) ini juga dapat membuat usaha dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia," kata Boy.
Perwakilan AUSCI Ari Firmandi mengatakan program SAMBA dan TAMBA telah mengirimkan tiga penerima beasiswa untuk menjalani program IBEAR MBA pada Juni 2024 hingga Juni 2025. Saat ini, lanjut Ari, panitia tengah menyaring dua calon penerima beasiswa untuk program IBEAR MBA pada Juni 2025-2026.
Ari mengatakan calon peserta wajib memenuhi persyaratan berupa maksimal 40 tahun, berkomitmen untuk bekerja di Indonesia selama lima tahun setelah lulus, profesional atau entrepreneur yang telah bekerja selama enam tahun, memiliki skor TOEFL minimal 95 plus atau IELTS minimal 7, dan memiliki skor GMAT minimal 540. Tak hanya kelengkapan berkas dokumen, Ari mengatakan nantinya akan ada ujian tertulis maupun wawancara untuk mengetahui visi dan misi calon penerima beasiswa dalam mengaplikasikan ilmunya di Indonesia.
"Kriteria kita juga akan melihat seperti apa visi dan misi mereka soal kepemimpinan dan ilmu yang didapatkan nanti untuk Indonesia," ujar Ari.
Ari menyampaikan keunggulan USC terletak pada fokus pengajarannya yang spesifik terkait riset dan bisnis. Selain itu, penerima beasiswa juga akan berkesempatan magang di perusahaan Fortune 500, seperti Microsoft hingga Tesla.
Ari yang juga merupakan alumnus USC yang menjalani tugas magang di salah satu perusahaan pertahanan terkemuka AS yakni Lockheed Martin Corporation. Ari menilai hal ini merupakan kesempatan emas lantaran juga bisa langsung bertemu dengan CEO top dunia tersebut.
"Yang menarik di semester terakhir semua diberikan kesempatan real project di perusahaan Fortune 500. Ini merupakan kepercayaan dari perusahaan AS terhadap program IBEAR MBA USC," kata Ari.
Ingin Kuliah Bisnis di AS? Yuk Daftar Beasiswa TAMBA SAMBA 2024
Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation meluncurkan beasiswa ke AS. [758] url asal
#beasiswa-thohir-marshall-mba #beasiswa-soeryadjaya-marshall-mba #garibaldi-thohir #boy-thohir #beasiswa-tamba-dan-samba #william-and-lily-foundation #yayasan-mochamad-thohir #edwin-soeryadjaya #anto-p
(Republika - News) 11/07/24 14:34
v/10423486/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program beasiswa Thohir Marshall MBA (TAMBA) dan Soeryadjaya Marshall MBA (SAMBA) periode kedua tahun ajaran 2025-2026 dibuka pada 1 Juli-31 Agustus 2024. Program tersebut bermaksud untuk memberikan kesempatan kepada profesional dan entrepreneur Indonesia untuk melanjutkan studi ke salah satu sekolah bisnis terbaik di Amerika Serikat (AS), yaitu University of Southern California (USC) Marshall School of Business.
Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir menjelaskan, beasiswa tersebut bertujuan mendukung lahirnya entrepreneur dan profesional Indonesia untuk memajukan dan mengembangkan Indonesia lewat program studi magister (S2) International Business Education and Research (IBEAR) MBA satu tahun. Setelah mengirim tiga profesional dan entrepreneur pada periode pertama (tahun ajaran 2024-2025), menurut Boy, pada periode kedua, TAMBA dan SAMBA akan mengirimkan dua kandidat lagi.
Dia menjelaskan, program beasiswa TAMBA & SAMBA diluncurkan oleh Alumni University of Southern California Indonesia (AUSCI) bersama Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation. "Bersikap agile dan adaptif adalah sikap yang harus dimiliki oleh pemimpin bisnis di tengah persaingan bisnis global saat ini," ujar presiden direktur PT Adaro Energy Indonesia tersebut di Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Boy mendukung program AUSCI bersama TAMBA & SAMBA agar dapat meningkatkan kemampuan penerima beasiswa dalam menghadapi tantangan dunia bisnis dan melengkapi pola pikirnya secara strategis dan global. Melalui program itu, Boy berharap, dapat mengembangkan generasi pemimpin bisnis Indonesia berikutnya yang akan membentuk masa depan Indonesia.
Pendiri William & Lily Foundation Edwin Soeryadjaya mengaku, senang melihat meningkatnya semangat dan antusiasme profesional dan entrepreneur untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Hal itu menandakan ada dorongan lebih tinggi untuk belajar dan meningkatkan pengalaman internasional.
"Di dunia bisnis saat ini, penting untuk mendapat perspektif baru, keterampilan lintas budaya, dan jaringan global yang luas. Hal ini dapat mendukung mereka sebagai pemimpin masa depan dalam dunia bisnis yang semakin global dan kompetitif," ujar Edwin.
Ketua AUSCI Anto Perwata mengatakan, para AUSCI senang sekali dapat kembali melaksanakan beasiswa untuk belajar di USC Marshall School of Business melalui program TAMBA dan SAMBA. Anto pun mengundang profesional dan entrepreneur dengan pengalaman kerja minimal enam tahun dan menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat untuk mendaftar.
"Penerima beasiswa TAMBA & SAMBA diharapkan memiliki komitmen untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi dalam pembangunan negara selama minimal lima tahun setelah menyelesaikan studi," ucap Anto.
Dia menyebut, hal itu untuk memastikan potensi lokal yang dikembangkan akan menerapkan manfaat dan pengetahuan yang diperoleh dari program MBA IBEAR untuk kemajuan Indonesia yang berkelanjutan, khususnya di bidang bisnis. Menurut Anto, minat mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri terus meningkat, dengan data terbaru menunjukkan Indonesia menduduki peringkat kedua di ASEAN berdasarkan jumlah mahasiswa yang berkuliah di luar negeri, mencapai 59.224 orang.
"Melalui program AUSCI TAMBA SAMBA ini, kami berharap dapat menemukan dan membentuk calon pemimpin baru bisnis Indonesia yang memiliki cara pandang dan pengalaman global," kata Anto.
Penerima beasiswa TAMBA & SAMBA 2023 Risdianto yang melanjutkan studi S-2 di University of Southern California Marshall School of Business berterima kasih atas kesempatan untuk tidak hanya belajar dari para ahli di bidangnya, tetapi juga menikmati keuntungan studi di lokasi yang strategis. USC terletak di pusat kota Los Angeles, yang terkenal dengan industri entertainment, bisnis, seni dan teknologinya.
"Selain itu, Los Angeles juga merupakan pusat untuk anak-anak muda yang inspiratif dan inovatif. Saya sangat bahagia bisa belajar di lingkungan seperti ini," ujar Risdianto. Dia melanjutkan, menjadi bagian dari Trojan Network memberikan nilai tambah yang luar biasa melalui pengetahuan, mentor, dan pemain bisnis inspiratif yang tahu bagaimana menemukan keseimbangan yang sehat antara kehidupan dan pekerjaan.
Melalui Trojan Network, Risdianto memiliki kesempatan untuk terhubung dengan para profesional sukses dan pemimpin industri di Asia dan Indonesia yang dapat membuka pintu bagi peluang dan kolaborasi bisnis di masa depan.
Syarat pelamar beasiswa AUSCI TAMBA dan SAMBA adalah:
1. Berkewarganegaraan Indonesia
2. Berusia maksimal 40 tahun
3. Berkomitmen untuk bekerja di Indonesia selama 5 tahun setelah lulus
4. Profesional atau entrepreneur yang telah bekerja selama 6 tahun
5. Memiliki skor TOEFL minimal 95 atau IELTS minimal 7
6. Memiliki skor GMAT minimal 540
Pelamar wajib mengisi formulir aplikasi secara online, dan mengunggah skor TOEFL/IELTS, GMAT serta pernyataan pribadi dan surat rekomendasi di website kami (http://ausci.org/scholarship). Jadwal submission pada 1 Juli-31 Agustus 2024. Setelah seleksi administrasi, pelamar akan mengirim video pendek perkenalan diri berdurasi tiga menit, dan esai berdasarkan topik yang dikirim melalui email. Video dan esai harus diserahkan paling lambat pada 21 September 2024 sekitar pukul 17.00 WIB.
Kandidat terpilih wajib mengikuti wawancara luring dengan panitia seleksi pada 10 Oktober 2024. Seleksi dilanjutkan dengan wawancara akhir bersama panitia penerimaan University of Southern California (USC) pada 15 November 2024 dan pengumuman terakhir di 15 Desember 2024.