#30 tag 24jam
Sediakan Beasiswa, Boy Thohir Ingin Cetak Entrepreneur Kelas Dunia
Boy Thohir memberi dua beasiswa untuk kuliah di University of Southern California. [379] url asal
#boy-thohir #garibaldi-thohir #yayasan-mochamad-thohir #pengusaha-boy-thohir #beasiswa-samba #beasiswa-tamba #beasiswa-samba-dan-tamba
(Republika - News) 07/08/24 14:14
v/13652805/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir alias Boy Thohir meyakini negara yang maju akan menghasilkan banyak perusahaan besar. Untuk mencapai hal tersebut, faktor pendidikan menjadi hal yang sangat krusial.
"Saya berprinsip kalau negaranya maju, pasti perusahaan maju. Kalau negaranya tidak maju, tidak mungkin ada perusahaannya yang maju. Saya tidak percaya ada perusahaan hebat yang lahir dari negara miskin," ujar Boy dalam acara sosialisasi program SAMBA dan TAMBA di kantor Adaro Energy Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2024).
Kondisi itu yang menjadi latar belakang di balik program beasiswa Thohir Marshall MBA (TAMBA) dan Soeryadjaya Marshall MBA (SAMBA). Boy dan Pendiri William & Lily Foundation, Edwin Soeryadjaya bersepakat untuk mengirimkan dua kandidat terpilih dari kalangan profesional dan entrepreneur ke kampus unggulan.
Keduanya bakal menjalani program studi magister International Business Education and Research (IBEAR) MBA selama satu tahun di University of Southern California (USC) Marshall School of Business, Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS).
Boy yang juga alumni USC, mengatakan kampus tersebut merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Meski begitu, kata dia, tak sembarang orang bisa kuliah di USC. Hal mengingat biaya kuliah USC yang terhitung sangat mahal ditambah tingginya biaya hidup di LA.
"Mereka (USC) juga jarang memberikan beasiswa karena yang mau masuk situ antre dari seluruh dunia," ucap kakak kandung Menteri BUMN Erick Thohir tersebut.
Boy kemudian mencoba jalur lain melalui program IBEAR dan berhasil mendapatkan kuota dua orang dari Indonesia setiap tahunnya. Boy menyebut, langkah itu merupakan sebuah hal besar mengingat program IBEAR MBA USC hanya menyediakan sekitar 30-40 mahasiswa per tahun untuk seluruh dunia.
"Akhirnya kita sepakat, mungkin yang lebih mudah kerja sama dengan USC lewat IBEAR, tapi persyaratannya tentu tidak mudah," ucap Boy.
Menurut Boy, alumni University of Southern California Indonesia (AUSCI) merupakan perkumpulan lulusan kampus luar negeri terbesar di Indonesia dengan 2.500 anggota. Tak hanya banyak, Boy menyampaikan, sekitar 30-50 entrepreneur top Indonesia juga pernah mengenyam pendidikan di USC.
Boy menyampaikan, AUSCI juga berperan besar dalam membantu pemerintah meningkatkan lapangan kerja melalui berbagai macam perusahaan. Melalui program beasiswa TAMBA dan SAMBA, Boy ingin meningkatkan peran AUSCI dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, salah satunya lewat jalur pendidikan.
"Pendidikannya maju dan daya beli naik sehingga dengan kemakmuran itu spending power akan lebih banyak dan mendorong ekonomi kita," kata Boy.
Tamba dan Samba Gandeng BEI Sediakan Beasiswa Kuliah di Los Angeles
Boy Thohir sediakan beasiswa bagi profesional di University of Southern California. [690] url asal
#program-samba-dan-tamba #beasiswa-samba-dan-tamba #boy-thohir #yayasan-mochamad-thohir #william-and-lily-foundation #university-of-southern-california #beasiswa-boy-thohir
(Republika - News) 24/07/24 02:09
v/11876448/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beasiswa Thohir Marshall MBA (TAMBA) dan Soeryadjaya Marshall MBA (SAMBA) berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyosialisasikan program kuliah di University of Southern California (USC), Amerika Serikat (AS). Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir alias Boy Thohir mengatakan, program tersebut memberikan kesempatan kepada profesional dan entrepreneur Indonesia untuk melanjutkan studi ke salah satu sekolah bisnis terbaik di dunia.
"Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation bertujuan untuk mendukung entrepreneur dan profesional Indonesia untuk memajukan dan mengembangkan Indonesia lewat program studi magister (S2) International Business Education and Research (IBEAR) MBA 1 tahun," ujar Boy saat sosialisasi program beasiswa Tamba dan Samba 2024 di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2024).
Boy menyampaikan citra USC sebagai sekolah bisnis terkemuka dan lokasinya yang berada di Los Angeles (LA) tentu berimplikasi terhadap tingginya biaya hidup. Menurut Boy, Samba dan Tamba akan menanggung seluruh biaya pendidikan, tempat tinggal, dan biaya untuk kehidupan sehari-hari agar penerima beasiswa bisa fokus menimba ilmu di sana.
"Seleksinya cukup ketat karena memang jarang sekali ada yang memberikan beasiswa penuh di LA. Terpenuhi USC merupakan salah satu yang terbaik di dunia sehingga biaya hidup cukup mahal, namun ini jadi komitmen saya dan Pak Edwin untuk memberikan kesempatan kepada anak bangsa," ucap Boy.
Bos Adaro tersebut berharap, program Samba dan Tamba dapat membantu meningkatkan kemampuan penerima beasiswa dalam menghadapi tantangan dunia bisnis saat ini. Pun melengkapi mereka dengan pola pikir yang strategis dan global. Melalui program itu, Boy ingin mengembangkan generasi pemimpin bisnis Indonesia berikutnya yang akan membentuk masa depan Indonesia.
Pendiri William & Lily Foundation Edwin Soeryadjaya juga mengaku senang melihat meningkatnya semangat dan antusiasme profesional dan entrepreneur untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Hal itu menandakan ada dorongan lebih tinggi untuk belajar dan meningkatkan pengalaman internasional.
"Di dunia bisnis saat ini, penting untuk mendapat perspektif baru, keterampilan lintas budaya, dan jaringan global yang luas. Hal ini dapat mendukung mereka sebagai pemimpin masa depan dalam dunia bisnis yang semakin global dan kompetitif," ujar Edwin.
Menurut Edwin, program beasiswa merupakan komitmen nyata dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Dia menilai, aspek pendidikan merupakan hal yang krusial dalam meningkatkan daya saing Indonesia di kancah dunia.
"Saya rasa negara kita perlu bantuan dari siapa lagi kalau bukan dari rakyatnya sendiri, terutama soal pendidikan," ucap Edwin.
Dia mencontohkan, keberhasilan Cina saat ini pun tak lepas dari masifnya pelajar dan mahasiswa yang belajar di luar negeri. Menurut Edwin, hal itu menjadi fondasi besar bagi negeri Tirai Bambu tersebut dalam meningkatkan penetrasi perdagangan di kancah global dalam beberapa tahun terakhir.
"Cina bisa maju sekali karena pelajar dan mahasiswanya ada di mana-mana, kita juga perlu lakukan itu meski biayanya tidak murah. Harapannya penerima beasiswa bisa menyerap ide-ide yang bisa dikembangkan di Indonesia," kata Edwin.
Dua kandidat terpilih akan diberangkatkan untuk mengikuti program studi magister (S2) International Business Education and Research (IBEAR) MBA selama satu tahun di University of Southern California (USC), Amerika Serikat (AS).
Boy Thohir melanjutkan, Samba dan Tamba tak sekadar menanggung biaya kuliah, melainkan juga biaya hidup untuk tempat tinggal hingga kebutuhan sehari-hari. Boy menyebut hal ini menjadi komitmen Samba dan Tamba dalam memberikan yang terbaik bagi penerima beasiswa.
"Biaya kuliah dan biaya hidup di Los Angeles mahal sekali, paling tidak per orang itu 20.000 dolar per tahun, makanya belum bisa (kirim) banyak-banyak, jadi satu-dua (beasiswa) dulu," ujar Boy saat sesi informasi beasiswa Tamba dan Samba bersama BEI di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa.
Boy berharap, hal itu dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk memberikan beasiswa ke luar negeri. Dia mengatakan, Samba dan Tamba pun terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak lain demi meningkat jumlah penerima beasiswa ke depan.
"Saya akan coba ajukan propossal ke LPDP, mungkin LPDP bisa kolaborasi menambah jumlah penerima beasiswa, entah tambah dua atau empat beasiswa lagi," ucap Boy.
Menurut Boy, program Samba dan Tamba menuai antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah pendaftar yang ingin menjajal program beasiswa tersebut.
"Pendaftar dari (karyawan) Bursa Efek Indonesia (BEI) saja sudah 60 orang, totalnya sekitar 100 pendaftar dengan seleksi yang ketat sekali. Dari 100 pendaftar hanya dua yang diterima, ini terbaik dari yang terbaik," kata Boy.
Ingin Kuliah Bisnis di AS? Yuk Daftar Beasiswa TAMBA SAMBA 2024
Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation meluncurkan beasiswa ke AS. [758] url asal
#beasiswa-thohir-marshall-mba #beasiswa-soeryadjaya-marshall-mba #garibaldi-thohir #boy-thohir #beasiswa-tamba-dan-samba #william-and-lily-foundation #yayasan-mochamad-thohir #edwin-soeryadjaya #anto-p
(Republika - News) 11/07/24 14:34
v/10423486/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program beasiswa Thohir Marshall MBA (TAMBA) dan Soeryadjaya Marshall MBA (SAMBA) periode kedua tahun ajaran 2025-2026 dibuka pada 1 Juli-31 Agustus 2024. Program tersebut bermaksud untuk memberikan kesempatan kepada profesional dan entrepreneur Indonesia untuk melanjutkan studi ke salah satu sekolah bisnis terbaik di Amerika Serikat (AS), yaitu University of Southern California (USC) Marshall School of Business.
Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir menjelaskan, beasiswa tersebut bertujuan mendukung lahirnya entrepreneur dan profesional Indonesia untuk memajukan dan mengembangkan Indonesia lewat program studi magister (S2) International Business Education and Research (IBEAR) MBA satu tahun. Setelah mengirim tiga profesional dan entrepreneur pada periode pertama (tahun ajaran 2024-2025), menurut Boy, pada periode kedua, TAMBA dan SAMBA akan mengirimkan dua kandidat lagi.
Dia menjelaskan, program beasiswa TAMBA & SAMBA diluncurkan oleh Alumni University of Southern California Indonesia (AUSCI) bersama Yayasan Mochamad Thohir dan William & Lily Foundation. "Bersikap agile dan adaptif adalah sikap yang harus dimiliki oleh pemimpin bisnis di tengah persaingan bisnis global saat ini," ujar presiden direktur PT Adaro Energy Indonesia tersebut di Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Boy mendukung program AUSCI bersama TAMBA & SAMBA agar dapat meningkatkan kemampuan penerima beasiswa dalam menghadapi tantangan dunia bisnis dan melengkapi pola pikirnya secara strategis dan global. Melalui program itu, Boy berharap, dapat mengembangkan generasi pemimpin bisnis Indonesia berikutnya yang akan membentuk masa depan Indonesia.
Pendiri William & Lily Foundation Edwin Soeryadjaya mengaku, senang melihat meningkatnya semangat dan antusiasme profesional dan entrepreneur untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Hal itu menandakan ada dorongan lebih tinggi untuk belajar dan meningkatkan pengalaman internasional.
"Di dunia bisnis saat ini, penting untuk mendapat perspektif baru, keterampilan lintas budaya, dan jaringan global yang luas. Hal ini dapat mendukung mereka sebagai pemimpin masa depan dalam dunia bisnis yang semakin global dan kompetitif," ujar Edwin.
Ketua AUSCI Anto Perwata mengatakan, para AUSCI senang sekali dapat kembali melaksanakan beasiswa untuk belajar di USC Marshall School of Business melalui program TAMBA dan SAMBA. Anto pun mengundang profesional dan entrepreneur dengan pengalaman kerja minimal enam tahun dan menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat untuk mendaftar.
"Penerima beasiswa TAMBA & SAMBA diharapkan memiliki komitmen untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi dalam pembangunan negara selama minimal lima tahun setelah menyelesaikan studi," ucap Anto.
Dia menyebut, hal itu untuk memastikan potensi lokal yang dikembangkan akan menerapkan manfaat dan pengetahuan yang diperoleh dari program MBA IBEAR untuk kemajuan Indonesia yang berkelanjutan, khususnya di bidang bisnis. Menurut Anto, minat mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri terus meningkat, dengan data terbaru menunjukkan Indonesia menduduki peringkat kedua di ASEAN berdasarkan jumlah mahasiswa yang berkuliah di luar negeri, mencapai 59.224 orang.
"Melalui program AUSCI TAMBA SAMBA ini, kami berharap dapat menemukan dan membentuk calon pemimpin baru bisnis Indonesia yang memiliki cara pandang dan pengalaman global," kata Anto.
Penerima beasiswa TAMBA & SAMBA 2023 Risdianto yang melanjutkan studi S-2 di University of Southern California Marshall School of Business berterima kasih atas kesempatan untuk tidak hanya belajar dari para ahli di bidangnya, tetapi juga menikmati keuntungan studi di lokasi yang strategis. USC terletak di pusat kota Los Angeles, yang terkenal dengan industri entertainment, bisnis, seni dan teknologinya.
"Selain itu, Los Angeles juga merupakan pusat untuk anak-anak muda yang inspiratif dan inovatif. Saya sangat bahagia bisa belajar di lingkungan seperti ini," ujar Risdianto. Dia melanjutkan, menjadi bagian dari Trojan Network memberikan nilai tambah yang luar biasa melalui pengetahuan, mentor, dan pemain bisnis inspiratif yang tahu bagaimana menemukan keseimbangan yang sehat antara kehidupan dan pekerjaan.
Melalui Trojan Network, Risdianto memiliki kesempatan untuk terhubung dengan para profesional sukses dan pemimpin industri di Asia dan Indonesia yang dapat membuka pintu bagi peluang dan kolaborasi bisnis di masa depan.
Syarat pelamar beasiswa AUSCI TAMBA dan SAMBA adalah:
1. Berkewarganegaraan Indonesia
2. Berusia maksimal 40 tahun
3. Berkomitmen untuk bekerja di Indonesia selama 5 tahun setelah lulus
4. Profesional atau entrepreneur yang telah bekerja selama 6 tahun
5. Memiliki skor TOEFL minimal 95 atau IELTS minimal 7
6. Memiliki skor GMAT minimal 540
Pelamar wajib mengisi formulir aplikasi secara online, dan mengunggah skor TOEFL/IELTS, GMAT serta pernyataan pribadi dan surat rekomendasi di website kami (http://ausci.org/scholarship). Jadwal submission pada 1 Juli-31 Agustus 2024. Setelah seleksi administrasi, pelamar akan mengirim video pendek perkenalan diri berdurasi tiga menit, dan esai berdasarkan topik yang dikirim melalui email. Video dan esai harus diserahkan paling lambat pada 21 September 2024 sekitar pukul 17.00 WIB.
Kandidat terpilih wajib mengikuti wawancara luring dengan panitia seleksi pada 10 Oktober 2024. Seleksi dilanjutkan dengan wawancara akhir bersama panitia penerimaan University of Southern California (USC) pada 15 November 2024 dan pengumuman terakhir di 15 Desember 2024.