#30 tag 24jam
Pejuang Palestina Masih Terus Hancurkan Tank-Tank Israel
Klaim bahwa kekuatan pejuang Palestina melemah terbantahkan. [684] url asal
#pejuang-palestina #perlawanan-palestina #tank-idf-hancur #tank-israel-hancur #tentara-idf-diserang
(Republika - News) 23/07/24 06:50
v/11756270/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Faksi-faksi perlawanan Palestina terus melancarkan sejumlah operasi perlawanan di seluruh Jalur Gaza. Mereka menghadapi pasukan Israel yang menembus beberapa daerah, terutama di Rafah dan Khan Younis, di mana tentara pendudukan memulai operasi militer baru yang menyebabkan ratusan orang syahid dan terluka.
Operasi ini bertepatan dengan pengumuman tentara Israel bahwa seorang perwira tewas dalam ledakan granat tangan di Jalur Gaza, dan polisi militer membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab serangan tersebut. Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan bahwa mereka menargetkan tiga tank Merkava dan sebuah buldoser militer D9 dengan peluru Al-Yassin 105 dan sebuah bom Shawaaz di timur Khan Yunis.
Di Rafah, di Jalur Gaza selatan, Al-Qassam mengkonfirmasi bahwa anggota pasukan Israel tewas dan terluka setelah menyerang mereka dari jarak dekat di dalam sebuah bangunan di lingkungan Al-Furqan di Tel Al-Sultan, sebelah barat kota tersebut.
Mereka juga mengumumkan peledakan sebagian terowongan oleh pasukan teknik Israel di area yang sama sambil memompakan gas peledak ke dalamnya, yang menyebabkan ledakan terbalik ke arahnya. Hal ini juga mengkonfirmasi bahwa buldoser militer D9 dan dua tank Merkava 4 Israel menjadi sasaran bom Shawaaz dan 105 peluru Al-Yassin.
sayap militer gerakan Jihad Islam, mengatakan bahwa mereka telah menembaki situs militer Karem Abu Salem dan Sufa di timur Rafah dengan mortir. Di Jalur Gaza tengah, Al-Qassam mengatakan, bekerja sama dengan Front Populer, mengebom pasukan Israel yang telah menembus timur laut kamp Al-Bureij dengan mortir.
Mereka juga mengumumkan pemboman markas besar tentara Israel di poros Netzarim dengan sistem rudal Rajum jarak pendek 114 mm.
Patut dicatat bahwa tentara pendudukan Israel telah melancarkan serangan brutal di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, dengan dukungan Amerika, yang telah menyebabkan sekitar 129.000 orang Palestina menjadi martir dan terluka, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan wanita. Lebih dari 10.000 orang hilang di tengah bencana besar-besaran, kehancuran dan kelaparan yang mematikan.
Pakar militer Mayor Jenderal Fayez Al-Duwairi mengatakan pada Aljazirah bahwa pemandangan penghancuran kendaraan Israel di kota Rafah di Jalur Gaza selatan menegaskan bahwa perlawanan mempertahankan kemampuannya untuk menghadapi dan menghancurkan kendaraan, meskipun ada situasi tragis dari sudut pandang kemanusiaan.
Al-Duwairi menjelaskan - dalam analisis situasi militer di sektor ini - bahwa operasi perlawanan menunjukkan intensitas pertempuran dan keganasan konfrontasi, mencatat bahwa semua operasi ini dilakukan dari jarak nol karena tidak melebihi 150 meter.
Mengomentari berlanjutnya pertempuran di Rafah meskipun ada pembicaraan Israel tentang segera berakhirnya operasi di sana, Al-Duwairi mengatakan bahwa pertempuran dimulai terlambat karena penolakan Amerika, dan kemudian pasukan pendudukan bergerak perlahan dan bertahap.
Pada Ahad, Brigade Al-Qassam, mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan tiga tank Merkava dan sebuah buldoser militer D9 dengan peluru Al-Yassin 105 dan sebuah bom Shawaaz di timur Khan Yunis.
Di Rafah, di Jalur Gaza selatan, Al-Qassam mengkonfirmasi bahwa anggota pasukan Israel tewas dan terluka setelah menyerang mereka dari jarak dekat di dalam sebuah bangunan di lingkungan Al-Furqan di Tel Al-Sultan, sebelah barat kota tersebut.
Mereka juga mengumumkan peledakan sebagian terowongan oleh pasukan teknik Israel di daerah yang sama sambil memompakan gas peledak ke dalamnya, yang menyebabkan ledakan terbalik ke arahnya. Brigade al-Qassam juga mengonfirmasi bahwa buldoser militer D9 dan dua tank Merkava 4 Israel menjadi sasaran alat peledak Shawaaz dan peluru Al-Yassin 105.
Al-Duwairi menganggap konfrontasi yang sedang berlangsung di Rafah sebagai bukti bahwa pembicaraan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang penghancuran setengah dari Brigade Qassam di sana tidak benar, dan menekankan bahwa desakan Netanyahu untuk menguasai penuh Rafah berarti pertempuran akan berlanjut selama berbulan-bulan.
Dia menambahkan bahwa “perlawanan di Rafah tidak kalah kuatnya dibandingkan di Khan Yunis, Zeitoun, Shuja’iyya, atau Tal al-Hawa, di mana pendudukan telah mulai melancarkan operasi lagi setelah meninggalkan mereka,” menekankan bahwa penduduk Jalur Gaza saat ini hidup dalam kondisi penglihatan tidak jelas karena serangan acak yang dilakukan pendudukan.
Dia mengatakan bahwa kembalinya pendudukan ke daerah-daerah yang sebelumnya mereka tinggalkan menegaskan bahwa keluarnya mereka adalah karena kerugian dan bukan karena penghapusan perlawanan yang ada di daerah-daerah tersebut, menunjukkan bahwa pembicaraan pendudukan tentang pengurangan wilayah wilayah aman bertentangan dengan pembicaraan tentang kemenangan yang dibicarakan oleh para pemimpin Israel.
Pertama Kalinya, Israel Akui Mulai Kehabisan Tank
Program lapis baja Israel harus ditunda karena tak ada tank untuk latihan. [717] url asal
#merkava-hancur #tank-israel-hancur #israel-kehabisan-tank #tank-israel-menipis #pejuang-palestina
(Republika - News) 16/07/24 04:00
v/10923192/
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Jajaran pasukan penjajahan Israel akhirnya terpaksa mengakui kekurangan tank dan kendaraan tempur setelah sembilan bulan menghadapi perlawanan pejuang Palestina di Gaza. Hal ini sebelumnya mereka tutup-tutupi meski rekaman video pejuang Palestina menunjukkan sebaliknya.
Dilaporkan media-media Israel, Kekurangan tank itu terungkap menyusul putusan Pengadilan Tinggi Militer agar IDF segera menjalankan program percontohan yang direncanakan bagi tentara wanita untuk bertugas di Korps Lapis Baja. Saat ini, tentara wanita hanya dapat bertugas di tank di Korps Pertahanan Perbatasan IDF, sebagai bagian dari kompi tank yang semuanya perempuan di batalion infanteri ringan campuran-gender Caracal, yang beroperasi di sepanjang perbatasan Mesir – bukan dalam perang atau pertempuran jauh di belakang garis pertahanan pejuang.
Program di Korps Lapis Baja seharusnya dimulai sekitar tahun ini. Pihak militer, dalam menanggapi petisi yang meminta mereka untuk membuka peran tambahan bagi rekrutan perempuan, mengatakan bahwa uji coba ini akan dimulai paling cepat pada bulan November 2025.
IDF mengklaim bahwa saat ini mereka tidak memiliki cukup tank untuk program percontohan. “Selama perang, banyak tank yang rusak, yang dinonaktifkan pada tahap ini dan tidak digunakan untuk pertempuran atau pelatihan, dan tank baru diperkirakan tidak akan segera dimasukkan ke dalam korps,” klaim IDF dalam pernyataannya dikutip the Times of Israel pada Senin kemarin.
Beberapa perwira senior di unit lapis baja yang bertempur di Jalur Gaza sebelumnya mengatakan kepada the Times of Israel bahwa sangat sedikit tank yang dinonaktifkan selama pertempuran tersebut, dan kendaraan yang rusak segera diperbaiki dan dikirim kembali ke medan perang. Hal ini ternyata kebohongan merujuk tanggapan atas perintah pengadilan kemarin.
IDF juga mengungkapkan bahwa amunisi perang mereka kekurangan pasokan. Menurut pengajuan tersebut, kepala staf militer memutuskan untuk menunda memasukkan perempuan ke dalam posisi tempur hingga November 2025 karena kekurangan persenjataan Korps Lapis Baja.
Ini adalah pertama kalinya IDF secara terbuka mengakui kekurangan peralatan dan amunisi serta perwira dan tamtama setelah banyak yang terbunuh atau terluka sejak perang pecah pada bulan Oktober. “Jumlah tank operasional di korps tidak cukup untuk kebutuhan perang dan untuk melakukan eksperimen penempatan perempuan,” tulis IDF dalam tanggapannya di pengadilan.
Dalam tanggapan kemarin, IDF juga mengakui kehilangan sejumlah besar personel. “Kami berupaya meningkatkan persenjataan. IDF telah merekrut sejumlah besar tentara untuk menggantikan tentara yang hilang dan tidak dapat mengalokasikan tenaga untuk eksperimen semacam itu sementara perang terus berlanjut.”
Sebelum serangan di Gaza, IDF dilaporkan memiliki kekuatan mekanis yang mencakup sekitar 2.500 tank tempur utama dan lebih dari 5.000 pengangkut personel lapis baja. Artinya, jumlah tank yang dihancurkan pejuang Palestina di Gaza tergolong signifikan jika sampai mengakibatkan kekurangan kendaraan tempur.
Pada Desember lalu, pejuang Hamas mengeklaim telah menghancurkan seluruhnya atau sebagian setidaknya 410 unit peralatan militer Israel di Jalur Gaza. “Telah didokumentasikan bahwa sejak dimulainya agresi di Jalur Gaza, lebih dari 410 unit peralatan militer Zionis telah hancur seluruhnya atau sebagian, puluhan tentara dan perwira tentara pendudukan serta komandan brigade tewas,” kata anggota biro politik Hamas Osama Hamdan dalam sebuah pernyataan di Telegram.
Sedangkan pada Februari lalu, Brigade Al-Qassam, sayap Hamas, mengumumkan bahwa para pejuangnya telah menghancurkan lebih dari 1.108 kendaraan tempur Israel sejak awal perang. “Kendaraan Zionis yang dihancurkan termasuk 962 tank, 55 pengangkut personel, 74 buldoser, tiga ekskavator, dan 14 kendaraan militer.”
Pernyataan itu menambahkan, menargetkan kendaraan Zionis dalam perang mengakibatkan terbunuhnya dan terlukanya sejumlah besar perwira, tentara, dan tentara bayaran musuh.
Dalam berbagai video yang disiarkan Brigade al-Qassam ada sejumlah cara mereka gunakan untuk menghancurkan tank Israel. Yang paling kerap adalah tembakan menggunakan rudal antilapis baja Yassin 105 yang terbukti ampuh melawan Merkava, tank paling canggih milik Israel.
Selain itu, ada juga rekaman pejuang Palestina meletakkan langsung peledak di tubuh tank. Belakangan, dalam pertempuran di Shujaiya dan Rafah, tank-tank Israel kerap dihancurkan dengan bom rakitan yang disembunyikan di jalur lintasan tank.
Business Insider sebelumnya menganalisis, rekaman drone kecil Hamas yang dilengkapi bom yang membakar Merkava senilai 4 juta dolar AS pada Oktober menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas tank tempur utama, seperti halnya foto-foto dari gurun Sinai, atau gambar tank yang hancur di masa lalu.
Apakah tank sama rentannya dengan 50 tahun lalu? Atau apakah kendaraan lapis baja Israel menderita karena kesalahan taktis dan bukan kesalahan teknis?
“Beberapa tank tidak siap tempur karena awaknya sedang berlibur,” kata sejarawan militer dan blogger Israel Oleg Granovsky kepada Business Insider. “Pada beberapa tank, senapan mesin telah dilepas dari atap menara untuk mencegah pencurian.”
Israel Akhirnya Akui Mulai Kehabisan Tank Melawan Pejuang Palestina
Program lapis baja Israel harus ditunda karena tak ada tank untuk latihan. [685] url asal
#merkava-hancur #tank-israel-hancur #israel-kehabisan-tank #tank-israel-menipis #pejuang-palestina
(Republika - News) 16/07/24 04:00
v/10919436/
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Jajaran pasukan penjajahan Israel akhirnya terpaksa mengakui kekurangan tank dan kendaraan tempur setelah sembilan bulan menghadapi perlawanan pejuang Palestina di Gaza. Hal ini sebelumnya mereka tutup-tutupi meski rekaman video pejuang Palestina menunjukkan sebaliknya.
Dilaporkan media-media Israel, Kekurangan tank itu terungkap menyusul putusan Pengadilan Tinggi Militer agar IDF segera menjalankan program percontohan yang direncanakan bagi tentara wanita untuk bertugas di Korps Lapis Baja. Saat ini, tentara wanita hanya dapat bertugas di tank di Korps Pertahanan Perbatasan IDF, sebagai bagian dari kompi tank yang semuanya perempuan di batalion infanteri ringan campuran-gender Caracal, yang beroperasi di sepanjang perbatasan Mesir – bukan dalam perang atau pertempuran jauh di belakang garis pertahanan pejuang.
Program di Korps Lapis Baja seharusnya dimulai sekitar tahun ini. Pihak militer, dalam menanggapi petisi yang meminta mereka untuk membuka peran tambahan bagi rekrutan perempuan, mengatakan bahwa uji coba ini akan dimulai paling cepat pada bulan November 2025.
IDF mengklaim bahwa saat ini mereka tidak memiliki cukup tank untuk program percontohan. “Selama perang, banyak tank yang rusak, yang dinonaktifkan pada tahap ini dan tidak digunakan untuk pertempuran atau pelatihan, dan tank baru diperkirakan tidak akan segera dimasukkan ke dalam korps,” klaim IDF dalam pernyataannya dikutip the Times of Israel pada Senin kemarin.
Beberapa perwira senior di unit lapis baja yang bertempur di Jalur Gaza sebelumnya mengatakan kepada the Times of Israel bahwa sangat sedikit tank yang dinonaktifkan selama pertempuran tersebut, dan kendaraan yang rusak segera diperbaiki dan dikirim kembali ke medan perang. Hal ini ternyata kebohongan merujuk tanggapan atas perintah pengadilan kemarin.
IDF juga mengungkapkan bahwa amunisi perang mereka kekurangan pasokan. Menurut pengajuan tersebut, kepala staf militer memutuskan untuk menunda memasukkan perempuan ke dalam posisi tempur hingga November 2025 karena kekurangan persenjataan Korps Lapis Baja.
Ini adalah pertama kalinya IDF secara terbuka mengakui kekurangan peralatan dan amunisi serta perwira dan tamtama setelah banyak yang terbunuh atau terluka sejak perang pecah pada bulan Oktober. “Jumlah tank operasional di korps tidak cukup untuk kebutuhan perang dan untuk melakukan eksperimen penempatan perempuan,” tulis IDF dalam tanggapannya di pengadilan.
Dalam tanggapan kemarin, IDF juga mengakui kehilangan sejumlah besar personel. “Kami berupaya meningkatkan persenjataan. IDF telah merekrut sejumlah besar tentara untuk menggantikan tentara yang hilang dan tidak dapat mengalokasikan tenaga untuk eksperimen semacam itu sementara perang terus berlanjut.”
Sebelum serangan di Gaza, IDF dilaporkan memiliki kekuatan mekanis yang mencakup sekitar 2.500 tank tempur utama dan lebih dari 5.000 pengangkut personel lapis baja. Artinya, jumlah tank yang dihancurkan pejuang Palestina di Gaza tergolong signifikan jika sampai mengakibatkan kekurangan kendaraan tempur.
Pada Desember lalu, pejuang Hamas mengeklaim telah menghancurkan seluruhnya atau sebagian setidaknya 410 unit peralatan militer Israel di Jalur Gaza. “Telah didokumentasikan bahwa sejak dimulainya agresi di Jalur Gaza, lebih dari 410 unit peralatan militer Zionis telah hancur seluruhnya atau sebagian, puluhan tentara dan perwira tentara pendudukan serta komandan brigade tewas,” kata anggota biro politik Hamas Osama Hamdan dalam sebuah pernyataan di Telegram.
Sedangkan Abu Ubaida, juru bicara Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas, mengatakan brigade tersebut telah menghancurkan seluruh atau sebagian 135 unit peralatan militer Israel selama tiga hari terakhir.
Dalam berbagai video yang disiarkan Brigade al-Qassam ada sejumlah cara mereka gunakan untuk menghancurkan tank Israel. Yang paling kerap adalah tembakan menggunakan rudal antilapis baja Yassin 105 yang terbukti ampuh melawan Merkava, tank paling canggih milik Israel.
Selain itu, ada juga rekaman pejuang Palestina meletakkan langsung peledak di tubuh tank. Belakangan, dalam pertempuran di Shujaiya dan Rafah, tank-tank Israel kerap dihancurkan dengan bom rakitan yang disembunyikan di jalur lintasan tank.
Business Insider sebelumnya menganalisis, rekaman drone kecil Hamas yang dilengkapi bom yang membakar Merkava senilai 4 juta dolar AS pada Oktober menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas tank tempur utama, seperti halnya foto-foto dari gurun Sinai, atau gambar tank yang hancur di masa lalu.
Apakah tank sama rentannya dengan 50 tahun lalu? Atau apakah kendaraan lapis baja Israel menderita karena kesalahan taktis dan bukan kesalahan teknis?
“Beberapa tank tidak siap tempur karena awaknya sedang berlibur,” kata sejarawan militer dan blogger Israel Oleg Granovsky kepada Business Insider. “Pada beberapa tank, senapan mesin telah dilepas dari atap menara untuk mencegah pencurian.”