#30 tag 24jam
Abu Hamza: Peledak Al-Quds Rusak Tank-Tank Israel
Para pejuang menargetkan kendaraan militer Israel [618] url asal
#tank-merkava #kehancuran-kendaraan-militer-israel #kendaraan-militer-israel-ditarget #tank-merkava-hancur #israel-kekurangan-tank #brigade-alquds #hancurkan-tank-israel #pejuang-hancurkan-tank-israel
(Republika - Khazanah) 17/07/24 08:40
v/11046511/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Abu Hamza, juru bicara militer Brigade al-Quds, sayap bersenjata gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), mengumumkan pasukan perlawanan berhasil menetralisir pasukan penjajah Israel dari jarak dekat di lingkungan al-Shujaiya, Gaza utara.
Dalam sebuah pernyataan, Abu Hamza menekankan ketidakefektifan strategi penjajah Israel di Rafah, lingkungan Shabora, Yibna, dan Tell al-Sultan. Abu Hamza mengonfirmasi alat peledak menargetkan dan merusak tank-tank penjajah. Dia menegaskan, para pejuang masih mampu mempertahankan berbagai wilayah.
Abu Hamza juga mengutuk penganiayaan terhadap para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, dan menggambarkannya sebagai cerminan dari kebrutalan dan ketidakadilan Zionis yang sistematis. Dia menegaskan bahwa hak-hak tahanan dilanggar pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh pasukan pendudukan.
Dia menegaskan bahwa perlawanan Palestina memprioritaskan nasib para tawanan, dengan menyatakan, “Pembebasan mereka tidak bisa dihindari meskipun ada arogansi dan penindasan dari musuh.”
Selain itu, Abu Hamza menuduh penjajah Israel menggunakan taktik “tercela” dengan menargetkan warga sipil dan melakukan pembantaian untuk menutupi kegagalan operasional mereka.
Dia menegaskan kembali bahwa pihak perlawanan bertekad untuk melanjutkan perjuangan dengan segala cara dan metode yang tersedia sampai penjajah diusir. Para pejuang pun menyerukan mobilisasi dan upaya tempur yang berkelanjutan.
Pasukan pendudukan Israel mengumumkan pada Kamis bahwa mereka akan menghentikan serangan mereka terhadap al-Shujaiya. Pengumuman ini bertepatan dengan serangan lanjutan yang dilakukan oleh Perlawanan, yang menggarisbawahi kehadiran Perlawanan yang gigih di daerah tersebut, serta kemampuan operasionalnya yang kuat.
Brigade al-Quds mengatakan, para pejuang mereka menembakkan rentetan peluru mortir ke arah pasukan pendudukan Israel yang diposisikan di puncak bukit di tenggara al-Shujaiya.
Para pejuang Brigade Al-Quds yang kembali dari garis depan pada Rabu juga melaporkan telah melakukan beberapa serangan yang mencakup konfrontasi langsung dengan pasukan penjajah dan operasi penembakan.
Faksi Perlawanan mengungkapkan, para pejuangnya menyerang pasukan khusus Israel yang diposisikan di sebuah bangunan di lingkungan itu. Mereka mengonfirmasi adanya korban di antara pasukan pendudukan.
Pejuang Brigade Al-Quds juga meledakkan beberapa alat peledak IED, menargetkan kendaraan Israel, dan terlibat dalam pertempuran jarak dekat dengan pasukan Israel di lingkungan tersebut. Sebuah unit penembak jitu juga menembak seorang tentara Israel di dekat puncak bukit yang disebutkan sebelumnya.
Pasukan penjajah Israel (IDF) akhirnya mengakui bahwa mereka menderita kerugian besar di Gaza ketika mereka menjelaskan mengapa perempuan tidak dapat dimasukkan dalam beberapa brigade. Seberapa banyak kerugian kendaraan tempur tersebut?
IDF pada Senin mengumumkan bahwa mereka akan menunda integrasi awak tank perempuan ke dalam korps lapis baja di Gaza karena kekurangan tank dan amunisi yang signifikan. Banyak di antaranya rusak dalam konfrontasi baru-baru ini, demikian dilaporkan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth.
Keputusan ini muncul setelah adanya petisi yang menuntut agar instruktur tank perempuan diizinkan bergabung dengan pasukan tempur di Gaza setelah mereka berpartisipasi dalam konfrontasi yang terjadi setelah Operasi Topan al-Aqsa pada 7 Oktober.
Kepala Staf Israel memutuskan untuk menunda integrasi tentara wanita ke dalam korps lapis baja yang bermanuver hingga November 2025 karena kekurangan tank dan amunisi akibat perang yang berkepanjangan.
Menurut petisi tersebut, pasukan pendudukan Israel telah merencanakan program percontohan untuk awak tank wanita mulai bulan Oktober, namun karena kendala perang, program tersebut ditunda hingga November 2025.
Ini menandai pertama kalinya IDF mengakui kehilangan sejumlah besar tank dalam perang di Gaza dan menderita kekurangan peluru serta banyak tentara dan komandan yang terluka atau tewas dalam pertempuran.
“Ada banyak kendala yang menghalangi diresmikannya program integrasi tahun depan, termasuk tidak dapat dioperasikannya banyak tank, kekurangan amunisi, dan sejumlah besar rekrutan yang diperlukan untuk mengisi posisi di korps lapis baja di selatan dan utara. sebagai bagian dari program, dan kurangnya personel pelatihan,” pendudukan Israel menanggapi petisi Mahkamah Agung.
“Kesulitan obyektif telah muncul akibat pertempuran di Jalur Gaza dan front lainnya, terutama di unit tempur IDF, di mana komando dan perhatian sistemik terfokus pada perang tersebut,” tambah tanggapan tersebut.
Pertama Kalinya, Israel Akui Mulai Kehabisan Tank
Program lapis baja Israel harus ditunda karena tak ada tank untuk latihan. [717] url asal
#merkava-hancur #tank-israel-hancur #israel-kehabisan-tank #tank-israel-menipis #pejuang-palestina
(Republika - News) 16/07/24 04:00
v/10923192/
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Jajaran pasukan penjajahan Israel akhirnya terpaksa mengakui kekurangan tank dan kendaraan tempur setelah sembilan bulan menghadapi perlawanan pejuang Palestina di Gaza. Hal ini sebelumnya mereka tutup-tutupi meski rekaman video pejuang Palestina menunjukkan sebaliknya.
Dilaporkan media-media Israel, Kekurangan tank itu terungkap menyusul putusan Pengadilan Tinggi Militer agar IDF segera menjalankan program percontohan yang direncanakan bagi tentara wanita untuk bertugas di Korps Lapis Baja. Saat ini, tentara wanita hanya dapat bertugas di tank di Korps Pertahanan Perbatasan IDF, sebagai bagian dari kompi tank yang semuanya perempuan di batalion infanteri ringan campuran-gender Caracal, yang beroperasi di sepanjang perbatasan Mesir – bukan dalam perang atau pertempuran jauh di belakang garis pertahanan pejuang.
Program di Korps Lapis Baja seharusnya dimulai sekitar tahun ini. Pihak militer, dalam menanggapi petisi yang meminta mereka untuk membuka peran tambahan bagi rekrutan perempuan, mengatakan bahwa uji coba ini akan dimulai paling cepat pada bulan November 2025.
IDF mengklaim bahwa saat ini mereka tidak memiliki cukup tank untuk program percontohan. “Selama perang, banyak tank yang rusak, yang dinonaktifkan pada tahap ini dan tidak digunakan untuk pertempuran atau pelatihan, dan tank baru diperkirakan tidak akan segera dimasukkan ke dalam korps,” klaim IDF dalam pernyataannya dikutip the Times of Israel pada Senin kemarin.
Beberapa perwira senior di unit lapis baja yang bertempur di Jalur Gaza sebelumnya mengatakan kepada the Times of Israel bahwa sangat sedikit tank yang dinonaktifkan selama pertempuran tersebut, dan kendaraan yang rusak segera diperbaiki dan dikirim kembali ke medan perang. Hal ini ternyata kebohongan merujuk tanggapan atas perintah pengadilan kemarin.
IDF juga mengungkapkan bahwa amunisi perang mereka kekurangan pasokan. Menurut pengajuan tersebut, kepala staf militer memutuskan untuk menunda memasukkan perempuan ke dalam posisi tempur hingga November 2025 karena kekurangan persenjataan Korps Lapis Baja.
Ini adalah pertama kalinya IDF secara terbuka mengakui kekurangan peralatan dan amunisi serta perwira dan tamtama setelah banyak yang terbunuh atau terluka sejak perang pecah pada bulan Oktober. “Jumlah tank operasional di korps tidak cukup untuk kebutuhan perang dan untuk melakukan eksperimen penempatan perempuan,” tulis IDF dalam tanggapannya di pengadilan.
Dalam tanggapan kemarin, IDF juga mengakui kehilangan sejumlah besar personel. “Kami berupaya meningkatkan persenjataan. IDF telah merekrut sejumlah besar tentara untuk menggantikan tentara yang hilang dan tidak dapat mengalokasikan tenaga untuk eksperimen semacam itu sementara perang terus berlanjut.”
Sebelum serangan di Gaza, IDF dilaporkan memiliki kekuatan mekanis yang mencakup sekitar 2.500 tank tempur utama dan lebih dari 5.000 pengangkut personel lapis baja. Artinya, jumlah tank yang dihancurkan pejuang Palestina di Gaza tergolong signifikan jika sampai mengakibatkan kekurangan kendaraan tempur.
Pada Desember lalu, pejuang Hamas mengeklaim telah menghancurkan seluruhnya atau sebagian setidaknya 410 unit peralatan militer Israel di Jalur Gaza. “Telah didokumentasikan bahwa sejak dimulainya agresi di Jalur Gaza, lebih dari 410 unit peralatan militer Zionis telah hancur seluruhnya atau sebagian, puluhan tentara dan perwira tentara pendudukan serta komandan brigade tewas,” kata anggota biro politik Hamas Osama Hamdan dalam sebuah pernyataan di Telegram.
Sedangkan pada Februari lalu, Brigade Al-Qassam, sayap Hamas, mengumumkan bahwa para pejuangnya telah menghancurkan lebih dari 1.108 kendaraan tempur Israel sejak awal perang. “Kendaraan Zionis yang dihancurkan termasuk 962 tank, 55 pengangkut personel, 74 buldoser, tiga ekskavator, dan 14 kendaraan militer.”
Pernyataan itu menambahkan, menargetkan kendaraan Zionis dalam perang mengakibatkan terbunuhnya dan terlukanya sejumlah besar perwira, tentara, dan tentara bayaran musuh.
Dalam berbagai video yang disiarkan Brigade al-Qassam ada sejumlah cara mereka gunakan untuk menghancurkan tank Israel. Yang paling kerap adalah tembakan menggunakan rudal antilapis baja Yassin 105 yang terbukti ampuh melawan Merkava, tank paling canggih milik Israel.
Selain itu, ada juga rekaman pejuang Palestina meletakkan langsung peledak di tubuh tank. Belakangan, dalam pertempuran di Shujaiya dan Rafah, tank-tank Israel kerap dihancurkan dengan bom rakitan yang disembunyikan di jalur lintasan tank.
Business Insider sebelumnya menganalisis, rekaman drone kecil Hamas yang dilengkapi bom yang membakar Merkava senilai 4 juta dolar AS pada Oktober menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas tank tempur utama, seperti halnya foto-foto dari gurun Sinai, atau gambar tank yang hancur di masa lalu.
Apakah tank sama rentannya dengan 50 tahun lalu? Atau apakah kendaraan lapis baja Israel menderita karena kesalahan taktis dan bukan kesalahan teknis?
“Beberapa tank tidak siap tempur karena awaknya sedang berlibur,” kata sejarawan militer dan blogger Israel Oleg Granovsky kepada Business Insider. “Pada beberapa tank, senapan mesin telah dilepas dari atap menara untuk mencegah pencurian.”
Israel Akhirnya Akui Mulai Kehabisan Tank Melawan Pejuang Palestina
Program lapis baja Israel harus ditunda karena tak ada tank untuk latihan. [685] url asal
#merkava-hancur #tank-israel-hancur #israel-kehabisan-tank #tank-israel-menipis #pejuang-palestina
(Republika - News) 16/07/24 04:00
v/10919436/
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Jajaran pasukan penjajahan Israel akhirnya terpaksa mengakui kekurangan tank dan kendaraan tempur setelah sembilan bulan menghadapi perlawanan pejuang Palestina di Gaza. Hal ini sebelumnya mereka tutup-tutupi meski rekaman video pejuang Palestina menunjukkan sebaliknya.
Dilaporkan media-media Israel, Kekurangan tank itu terungkap menyusul putusan Pengadilan Tinggi Militer agar IDF segera menjalankan program percontohan yang direncanakan bagi tentara wanita untuk bertugas di Korps Lapis Baja. Saat ini, tentara wanita hanya dapat bertugas di tank di Korps Pertahanan Perbatasan IDF, sebagai bagian dari kompi tank yang semuanya perempuan di batalion infanteri ringan campuran-gender Caracal, yang beroperasi di sepanjang perbatasan Mesir – bukan dalam perang atau pertempuran jauh di belakang garis pertahanan pejuang.
Program di Korps Lapis Baja seharusnya dimulai sekitar tahun ini. Pihak militer, dalam menanggapi petisi yang meminta mereka untuk membuka peran tambahan bagi rekrutan perempuan, mengatakan bahwa uji coba ini akan dimulai paling cepat pada bulan November 2025.
IDF mengklaim bahwa saat ini mereka tidak memiliki cukup tank untuk program percontohan. “Selama perang, banyak tank yang rusak, yang dinonaktifkan pada tahap ini dan tidak digunakan untuk pertempuran atau pelatihan, dan tank baru diperkirakan tidak akan segera dimasukkan ke dalam korps,” klaim IDF dalam pernyataannya dikutip the Times of Israel pada Senin kemarin.
Beberapa perwira senior di unit lapis baja yang bertempur di Jalur Gaza sebelumnya mengatakan kepada the Times of Israel bahwa sangat sedikit tank yang dinonaktifkan selama pertempuran tersebut, dan kendaraan yang rusak segera diperbaiki dan dikirim kembali ke medan perang. Hal ini ternyata kebohongan merujuk tanggapan atas perintah pengadilan kemarin.
IDF juga mengungkapkan bahwa amunisi perang mereka kekurangan pasokan. Menurut pengajuan tersebut, kepala staf militer memutuskan untuk menunda memasukkan perempuan ke dalam posisi tempur hingga November 2025 karena kekurangan persenjataan Korps Lapis Baja.
Ini adalah pertama kalinya IDF secara terbuka mengakui kekurangan peralatan dan amunisi serta perwira dan tamtama setelah banyak yang terbunuh atau terluka sejak perang pecah pada bulan Oktober. “Jumlah tank operasional di korps tidak cukup untuk kebutuhan perang dan untuk melakukan eksperimen penempatan perempuan,” tulis IDF dalam tanggapannya di pengadilan.
Dalam tanggapan kemarin, IDF juga mengakui kehilangan sejumlah besar personel. “Kami berupaya meningkatkan persenjataan. IDF telah merekrut sejumlah besar tentara untuk menggantikan tentara yang hilang dan tidak dapat mengalokasikan tenaga untuk eksperimen semacam itu sementara perang terus berlanjut.”
Sebelum serangan di Gaza, IDF dilaporkan memiliki kekuatan mekanis yang mencakup sekitar 2.500 tank tempur utama dan lebih dari 5.000 pengangkut personel lapis baja. Artinya, jumlah tank yang dihancurkan pejuang Palestina di Gaza tergolong signifikan jika sampai mengakibatkan kekurangan kendaraan tempur.
Pada Desember lalu, pejuang Hamas mengeklaim telah menghancurkan seluruhnya atau sebagian setidaknya 410 unit peralatan militer Israel di Jalur Gaza. “Telah didokumentasikan bahwa sejak dimulainya agresi di Jalur Gaza, lebih dari 410 unit peralatan militer Zionis telah hancur seluruhnya atau sebagian, puluhan tentara dan perwira tentara pendudukan serta komandan brigade tewas,” kata anggota biro politik Hamas Osama Hamdan dalam sebuah pernyataan di Telegram.
Sedangkan Abu Ubaida, juru bicara Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas, mengatakan brigade tersebut telah menghancurkan seluruh atau sebagian 135 unit peralatan militer Israel selama tiga hari terakhir.
Dalam berbagai video yang disiarkan Brigade al-Qassam ada sejumlah cara mereka gunakan untuk menghancurkan tank Israel. Yang paling kerap adalah tembakan menggunakan rudal antilapis baja Yassin 105 yang terbukti ampuh melawan Merkava, tank paling canggih milik Israel.
Selain itu, ada juga rekaman pejuang Palestina meletakkan langsung peledak di tubuh tank. Belakangan, dalam pertempuran di Shujaiya dan Rafah, tank-tank Israel kerap dihancurkan dengan bom rakitan yang disembunyikan di jalur lintasan tank.
Business Insider sebelumnya menganalisis, rekaman drone kecil Hamas yang dilengkapi bom yang membakar Merkava senilai 4 juta dolar AS pada Oktober menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas tank tempur utama, seperti halnya foto-foto dari gurun Sinai, atau gambar tank yang hancur di masa lalu.
Apakah tank sama rentannya dengan 50 tahun lalu? Atau apakah kendaraan lapis baja Israel menderita karena kesalahan taktis dan bukan kesalahan teknis?
“Beberapa tank tidak siap tempur karena awaknya sedang berlibur,” kata sejarawan militer dan blogger Israel Oleg Granovsky kepada Business Insider. “Pada beberapa tank, senapan mesin telah dilepas dari atap menara untuk mencegah pencurian.”