#30 tag 24jam
Terapkan Teknologi 4.0, Produksi Semen SIG Naik & Turunkan Emisi
SIG menerapkan teknologi industri 4.0 untuk meningkatkan produksi, efisiensi energi, dan menurunkan emisi karbon. [562] url asal
#teknologi-4-0 #produksi-semen #emisi-karbon #ekonomi-hijau #ekonomi
(detikFinance - Terbaru) 03/10/24 19:24
v/15923671/
Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) salah satu BUMN yang mengimplementasikan teknologi berbasis industri 4.0. Langkah ini berhasil meningkatkan produksi semen, hemat energi dan menurunkan emisi karbon. "Implementasi teknologi berbasis Industry 4.0 terbukti berhasil meningkatkan produktivitas dalam kegiatan produksi dengan penggunaan energi yang lebih hemat. Tak hanya berkontribusi terhadap efisiensi biaya dan penurunan emisi, namun penerapan teknologi Industry 4.0 juga membantu dalam peningkatan keselamatan pertambangan, sehingga SIG meraih penghargaan Good Mining Practice Adhitama dan Predikat Terbaik bidang keselamatan pertambangan dari Kementerian Perindustrian," ungkap Direkrut Operasi SIG, Reni Wulandari, dalam keterangannya, Kamis (3/10/2024).
Pada use case Operational Excellence & Sustainable Cement Plant di Pabrik Tuban, SIG menerapkan teknologi Advanced Process Control by PXP untuk mendukung stabilisasi dan optimalisasi parameter pada proses produksi semen. Teknologi yang telah diterapkan dalam proses produksi pada raw mill 4 dan finish mill 7 dan 8 di Pabrik Tuban itu, telah terbukti berhasil meningkatkan kapasitas produksi hingga 8%, serta penurunan konsumsi energi listrik hingga 4 kWH/ton semen.
Untuk menjaga kualitas produk, SIG menerapkan teknologi Advanced Quality Control mulai dari proses pengambilan sampel, analisis, dan kontrol kualitas secara otomatis dengan pemanfaatan robot dan machine learning. Teknologi ini telah membantu Perusahaan dalam memastikan kualitas meal atau bahan baku pembuatan terak dan produk semen dalam program penurunan faktor terak (clinker factor) tetap terjaga. Penerapan teknologi ini juga turut berkontribusi dalam penurunan biaya produksi hingga 4,3%.
Sedangkan Waste Heat Recovery Power Generation merupakan inovasi dalam pengembangan energi terbarukan dengan memanfaatkan panas gas buang dari proses produksi semen menjadi energi listrik, sehingga mengurangi konsumsi listrik sebesar 5,2% atau setara dengan penurunan emisi karbon hingga 122,358 ton CO2 /tahun.
Adapun use case Digitalisasi Terintegrasi "KOKOH" yang diterapkan oleh PT Semen Gresik di Pabrik Rembang, merupakan sentralisasi program digitalisasi yang telah mengadopsi teknologi berbasis Industry 4.0.
Inovasi yang melibatkan teknologi Artificial Intelligence, Machine Learning, Databases, Industrial IOT (internet of things), GPS, M2M, Computer Network, dan PLC ini, membantu Perusahaan dalam mengelola dan mengintegrasikan seluruh data pada setiap proses bisnis sehingga menghasilkan realtime dashboard & reporting, rekomendasi parameter operasi optimal dan proyek digitalisasi baru untuk peningkatan profitabilitas.
Pola operasi terpadu yang didukung oleh teknologi Advanced Process Control, Critical Operating Parameter E-Performance, serta sistem subtitusi Industrial Diesel Oil (IDO) menjadi Compressed Natural Gas (CNG) yang telah terintegrasi, berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon hingga 4,7%, efisiensi energi termal sebesar 3,1%, serta efisiensi energi listrik mencapai 6,4%.
Implementasi berbasis industri 4.0 tersebut mendapatkan apresiasi dari Kementerian Perindustrian, dengan memberikan SIG dan anak usahanya PT Semen Gresik penghargaan INDI 4.0 Tahun 2024 atas penerapan teknologi berbasis Industry 4.0 untuk optimasi kegiatan produksi pabrik SIG di Tuban dan pabrik PT Semen Gresik di Rembang, yang terbukti berhasil meningkatkan pencapaian operational excellence Perusahaan.
SIG meraih Penghargaan INDI 4.0 Tahun 2024 kategori Sustainable Technology atas use case Operational Excellence & Sustainable Cement Plant melalui penerapan teknologi Advanced Process Control by PXP, Quality Control by QCX Robolab, dan Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG), berbasis Artificial Intelligent, Machine Learning, Digital Mining Command dan Model Predictive Control, di Pabrik Tuban, Jawa Timur.
Sementara, PT Semen Gresik meraih penghargaan di kategori yang sama atas use case Digitalisasi Terintegrasi "KOKOH" (Kendali energi, Optimasi sumber daya, Kualitas data, Observasi real-time, dan Hasil analitik) melalui pengembangan digitalisasi Realtime Dashboard & Reporting, Smart Maintenance & Production, dan Self Optimization di Pabrik Rembang, Jawa Tengah. (rrd/rir)
Bukan Hanya Robot, Ini Peran Penting Teknologi 4.0 untuk Industri Halal
Dalam sektor industri halal, teknologi industri 4.0 dinilai berperan penting menjaga kualitas produk serta membuka peluang baru untuk bersaing di pasar global. [714] url asal
#industri-halal #teknologi-4-0 #kemenperin
(detikFinance - Industri) 01/10/24 09:54
v/15802208/
Jakarta - Dalam sektor industri halal, teknologi industri 4.0 dinilai berperan penting menjaga kualitas produk serta membuka peluang baru untuk bersaing di pasar global. Hal ini turut menjadi bahasan dalam talkshow Industrial Festival 2024 di Tangerang pada Sabtu (28/9).
"Untuk industri halal, memang ada beberapa teknologi yang dapat menunjang transparansi karena ini terkait bahan baku. Teknologi-teknologi inilah yang menjamin konsumen bahwa produk yang kita konsumsi itu memang sudah valid berdasarkan sertifikat halal yang dimiliki oleh produk atau pabrik tersebut," ujar Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri (OPTIKJI) Bambang Riznanto dalam keterangan tertulis, Selasa (1/10/2024).
Bambang menjelaskan peran penting teknologi 4.0 juga dibutuhkan untuk menjawab tantangan industri halal, khususnya dalam pendistribusian. Hal ini mencakup penyediaan bahan baku, pengepakan pengolahan, lalu penyimpanan hingga didistribusikan produknya sampai kepada konsumen maupun di gudang yang kemudian disajikan dalam bentuk produk makanan minuman maupun kebutuhan kosmetik.
"Faktanya, industri 4.0 itu bukan hanya robot. Aplikasi yang kita gunakan juga bagian dari industri 4.0, ada sensor, blockchain, 3D Printing, cloud computing. Tujuan dari teknologi 4.0 ini adalah mengintegrasikan dari satu titik ke titik yang lainnya, pabrik satu ke pabrik lainnya, bahkan produk satu ke produk lainnya. Industri 4.0 ini mengintegrasikan semuanya dari hulu ke hilir," paparnya.
Ia mengungkapkan beberapa pabrik manufaktur telah masuk kategori Indonesia National Lighthouse Industry 4.0, seperti PT Paragon, Toyota, Pupuk Kaltim, Petrokimia, Kalbe, PT Gelora Djaja, dan PT Pancaprima Ekabrothers. Menurutnya, pabrik-pabrik tersebut dapat dieskalasi untuk dapat masuk menunjang industri halal.
Untuk menjawab tantangan 4.0, kata Bambang, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyediakan Sistem Informasi Industri Nasional (SISINas) yang menghubungkan beberapa kementerian atau lembaga lainnya dalam membantu proses sertifikasi halal.
"Dengan adanya sertifikasi halal yang terintegrasi, maka kita menjamin bahwa proses sertifikasi itu melibatkan data-data yang sudah terintegrasi, yang dikumpulkan dari beberapa stakeholder kementerian maupun lembaga," jelasnya.
Beberapa aplikasi juga tersedia untuk mempermudah konsumen konsen terhadap aspek halal, seperti Halal MUI, Umma, Crave Halal, Halalin, dan Zabibah. Ia berharap dengan adanya digitalisasi teknologi, para konsumen menjadi pembeli yang bijak. Bukan hanya membandingkan produk berdasarkan harga, melainkan mempertimbangkan kualitasnya jika produk tersebut sudah memenuhi kriteria halal sesuai ketentuan yang telah diatur dalam regulasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal No.78 Tahun 2023 tentang Pedoman Sertifikasi Halal Makanan dan Minuman dengan Pengolahan.
Untuk menjawab tantangan industri halal, lanjutnya, tak hanya membutuhkan teknologi dan informasi tapi juga memerlukan strategi marketing yang tepat demi menarik perhatian konsumen.
"Mungkin belum banyak yang tahu, penyakitnya bukan soal perang produk dan harga, melainkan perang persepsi. Kami lagi edukasi para UMKM, promo itu boleh asalkan wajar, karena kalau berlebihan bisa jadi justru value produk kita diragukan. Bagaimana kita bisa menaikkan value tanpa ada pertanyaan atau persepsi terlalu mahal dari konsumen," katanya.
Sebagai informasi, dalam acara Industrial Festival 2024 hari ketiga (28/9) tersebut, tersedia pula Coaching Clinic untuk membagikan pengetahuan dan keterampilan tertentu secara interaktif terkait kewirausahaan maupun hal-hal lain yang terkait dengan industri. Peserta yang hadir merupakan wirausaha muda dan juga profesional muda usia 18-35 tahun. Acara ini bertujuan membantu wirausaha dalam mengembangkan keterampilan dan strategi bisnis mereka dan juga diharapkan munculnya wirausaha baru.
Adapun materi yang diberikan dalam coaching clinic meliputi Pembuatan Kemasan untuk Produk Halal oleh Klinik Kemasan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Agus Susilo, Pembuatan Konten untuk Pemasaran Produk Halal oleh Akhmad Rifaldy Fauzy, dan Pemasaran Digital oleh Digital Marketer Rizaldy Febriyansyah.
(ega/ega)
