JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membeberkan sejumlah capaian transformasi pembayaran digital Indonesia melalui cetak biru atau blue print sistem pembayaran Indonesia (BSPI) periode 2019-2025.
Perry menyampaikan, setidaknya ada lebih dari 52 ribu pengguna QRIS dengan pertumbuhan sebesar 49,4% dari tahun ke tahun (YoY) yang didominasi oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Demikian pula dengan transaksi BI-fast yang tumbuh pesat karena semakin digemari masyarakat dengan biaya yang murah,” ujar Perry Warjiyo dalam Opening Ceremony FEKDI x KKI 2024 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta pada Kamis (1/8/2024).
Transformasi digital nasional, kata Perry, terakselerasi secara cepat seiring dengan digitalisasi pembayaran dan keuangan telah menyelamatkan perekonomian nasional dari pandemi Covid-19.
Menurut survei BI pada 2021, ada sebanyak 241 UMKM tidak terdampak pandemi Covid-19 atau sekitar 22,05% dari total responden. Pasalnya 32,4% UMKM sudah melakukan transaksi atau berjualan secara daring.
“Akseptasi digital semakin luas di masyarakat mendorong partisipasi sektor usaha dan masyarakat dalam pengembangan model bisnis baru berbasis digital yang produktif dan inovatif,” paparnya.
Tak hanya disukai oleh masyarakat secara umum, digitalisasi juga memasuki ranah para pemangku kepentingan di kursi pemerintahan ditandai dengan elektronikfikasi program sosial sehingga mempelancar transaksi keuangan pemerintah.
Lebih lanjut Perry memaparkan, elektronikfikasi program sosial pemerintah tercermin dari realisasi Batuan sosial (bansos) nontunai sampai dengan triwulan II-2024 mencapai Rp 28,9 triliun atau setara 79% dari total bansos yang disalurkan.
Bahkan, 85% pemerintah daerah (pemda) sudah berada di tahap digital dengan reformasi regulasi dari 134 ketentuan menjadi empat ketentuan yang terdiri dari PBI SP, PBI PIP, PBI PJP, dan PBI standard.
Dengan demikian, pembayaran digital (digital payment) di dalam negeri sudah mencapai tiga kali lipat dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia atau senilai Rp 60,3 ribu triliun.
Sementara untuk digitalisasi perbankan, setidaknya 90% bank umum sudah memiliki kanal digital baik secara mobile maupun internet.
“Maka dari itu, rasio inklusi keuangan Indonesia menurut Susenas telah menyentuh 88,7% di tahun 2023. Sedangkan menurut World Bank di tahun 2022, rasio inklusi keuangan sudah berada di level 53%,” kata dia.
Pada hari yang sama digelar pula upacara pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital dan Karya Kreatif Indonesia (FEKDI x KKI) 2024. Opening ceremony tersebut turut dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinasi (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News