
Jakarta: Dalam ilmu matematika, saat menyelesaikan ekspresi dengan berbagai operasi, penting untuk mengikuti urutan operasi yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil yang benar. Bagi para siswa atau siapa saja yang ingin mempelajari matematika, ada sebuah aturan yang dikenal dengan sebutan
PEMDAS.
Aturan ini memandu langkah-langkah untuk menyelesaikan ekspresi aritmatika secara bertahap, mulai dari operasi dalam tanda kurung hingga operasi penjumlahan dan pengurangan.
Apa itu PEMDAS?
PEMDAS adalah akronim atau singkatan dari:
- P (Parentheses) atau Tanda Kurung
- E (Exponents) atau Eksponen
- M (Multiplication) atau Perkalian
- D (Division) atau Pembagian
- A (Addition) atau Penjumlahan
- S (Subtraction) atau Pengurangan
Dengan menggunakan aturan ini, urutan pengerjaan menjadi lebih sistematis. Pada setiap
ekspresi matematika, operasi yang tertulis dalam tanda kurung harus diselesaikan terlebih dahulu. Setelah itu, ekspresi eksponen, perkalian atau pembagian, dan terakhir penjumlahan atau pengurangan.
Contoh Penggunaan PEMDAS
Misalkan ada sebuah ekspresi:
5 + 2 × 3
Jika dihitung tanpa memperhatikan urutan operasi, kita mungkin akan mendapatkan hasil yang salah. Misalnya:
- Metode 1 (Salah):
5 + 2 = 7, lalu 7 × 3 = 21
- Metode 2 (Benar): Menurut PEMDAS, perkalian harus diselesaikan lebih dulu. Jadi, 2 × 3 = 6, kemudian 5 + 6 = 11
Hasil yang benar adalah 11. Hal ini menunjukkan pentingnya mengikuti aturan PEMDAS dalam menyelesaikan ekspresi matematika.
Perbedaan PEMDAS dan BODMAS
Selain PEMDAS, beberapa negara menggunakan aturan yang serupa dengan singkatan BODMAS, yang berarti
Brackets (Kurung),
Order (Pangkat),
Division (Pembagian),
Multiplication (Perkalian),
Addition (Penjumlahan), dan
Subtraction (Pengurangan). Meski singkatannya berbeda, prinsip dasarnya tetap sama.
Pentingnya Menggunakan PEMDAS
Urutan operasi memastikan bahwa setiap orang mendapatkan hasil yang sama ketika menyelesaikan ekspresi matematika yang sama. Tanpa aturan ini, hasil yang diperoleh bisa bervariasi, tergantung urutan mana yang digunakan terlebih dahulu.
Dalam aturan PEMDAS, beberapa kesalahan umum terjadi ketika seseorang lupa mengerjakan operasi dalam tanda kurung terlebih dahulu atau mengabaikan operasi eksponen. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa operasi perkalian dan pembagian memiliki prioritas yang sama, begitu juga dengan operasi penjumlahan dan pengurangan. Bila keduanya muncul dalam satu ekspresi, pengerjaan dilakukan dari kiri ke kanan.
Contoh Ekspresi dengan Tanda Kurung
Contoh Ekspresi dengan Tanda Kurung Misalnya:
4 + 3 [8 - 2 (6 - 3)] : 2
Langkah-langkah penyelesaiannya adalah sebagai berikut:
1. Tanda Kurung Dalam: Selesaikan (6 - 3) = 3.
2. Operasi Selanjutnya: 8 - 2 × 3 = 8 - 6 = 2.
3. Perkalian dan Pembagian dari Kiri ke Kanan: 3 × 2 : 2 = 6 : 2 = 3.
4. Penjumlahan Terakhir: 4 + 3 = 7.
Jawaban akhirnya adalah 7.
Aturan PEMDAS memberikan struktur yang jelas dalam menyelesaikan ekspresi matematika, terutama ketika melibatkan beberapa operasi. Dengan mengikuti urutan ini, hasil yang diperoleh akan konsisten dan akurat. Bagi para pelajar, aturan ini menjadi dasar penting dalam matematika yang harus dikuasai dengan baik.
Bagi Anda yang ingin menyegarkan kembali pemahaman tentang urutan operasi, ingatlah akronim Please Excuse My Dear Aunt Sally sebagai panduan sederhana untuk mengikuti langkah-langkah dalam aturan PEMDAS. (
Suchika Julian Putri)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id(RUL)