JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah menguat terbatas atas dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (24/7/2024). Pelemehan ini terlihat saat utang pemerintah RI jadi fokus, sebut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.
Kurs rupiah tergelincir satu poin atau 0,01% dan bertengger di level Rp 16.215 dibandingkan sebelumnya di level Rp 16.214 per dolar AS.
"Pasar terus memantau kondisi utang pemerintah yang membengkak dan sudah berada dalam posisi tidak aman," ungkap Ibrahim dalam catatan Rabu.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah pada Mei 2024 mencapai Rp 8.353,02 triliun. Rasio utang pemerintah terhadap pendapatan saat ini sudah mencapai 300%. Angka tersebut lebih tinggi bila dibandingkan posisi 31 Desember 2023 yang sebesar 292,6%.
Dilihat sisi eksternal, sebagian besar trader tetap bias terhadap greenback di tengah ketidakpastian yang terus-menerus mengenai Pilpres AS 2024. Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mundur dari pencalonan dan mendukung Wakil Presiden AS Kamala Harris sebagai kandidat dari Partai Demokrat.
Harris terlihat dengan cepat mengumpulkan dukungan dari partai tersebut, sehingga menyiapkannya untuk berhadapan dengan calon dari Partai Republik Donald Trump tahun ini. Jajak pendapat Reuters/ Ipsos menampakkan jajak pendapat Harris sedikit mengungguli Trump, setelah ia mendapat dukungan dari Biden.
Sementara itu, pasar China mengalami penurunan yang berkepanjangan dalam beberapa sesi terakhir karena sentimen terhadap negara tersebut memburuk akibat data perekonomian yang mengecewakan.
“Terutama data yang menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat dari perkiraan pada kuartal II-2024,” imbuhnya.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke level Rp 16.224 dibandingkan sebelumnya di angka Rp 16.204 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News