#30 tag 24jam
Bagaimana Debat Kiai Imaduddin Versus Rabithah akan Berlangsung? Ini 13 Tatibnya
Tidak diperkenankan bagi pihak manapun yang tidak diundang untuk hadir dalam acara. [603] url asal
#debat #debat-terbuka-rabithah #rabithah-alawiyah #rabithah-versus-kiai-imaduddin #kh-imaduddin-utsman #debat-tentang-nasab #tata-tertib-debat #pencatatan-nasab
(Republika - Khazanah) 28/08/24 08:43
v/14802619/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rabithah Alawiyah akan menggelar acara debat terkait soal nasab habaib di Indonesia pada 9 September 2024.
Acara tersebut akan menghadirkan KH Imaduddin Utsman, pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum yang dikenal mengkritisi sistem pencatatan keturunan Nabi Muhammad dari jalur alawiyyin (Ba'lawi) di Indonesia. Dari sisi Rabithah, Ketua Maktab Daimi (lembaga otonom mengenai pencatatan nasab), Habib Syaikhon bin Abdulqodir Assegaf akan dihadirkan dalam debat.
BACA JUGA: Niat Sholat 5 Waktu untuk Makmum dan Imam
Dalam diskusi tersebut nantinya akan membedah serta menjawab tulisan Kiai Imad yang “Membatalkan nasab Baalawi". Acara diskusi yang mengangkat tema “Keabsahan Nasab Ba'alawi“ tersebut akan digelar di Kantor DPP Rabithah Alawiyah Jakarta pada 9 September 2024 mendatang.
Rabithah Alawiyah pun sudah secara resmi mengundang KH Imaduddin Utsman untuk menghadiri diskusi atau debat soal nasab habaib di Indonesia. Hal ini diumumkan secara resmi melalui akun resmi media sosial organisasi dakwah tersebut.
Dalam video yang diunggah akun instagram @Rabithah_Alawiyah tampak perwakilan dari Rabithah Alawiyah, Hamdy bin Alwy Assegaf mendatangi langsung lokasi Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum yang berlokasi di Kampung Cempaka, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (23/8/2024).
Rabithah pun sudah merilis informasi berupa tata tertib yang harus dipatuhi oleh semua pihak dalam acara debat pada 9 September.
13 tata tertib Rabithah..
1. Rasulullah mengajarkan untuk memuliakan tamu, tentu kenyamanan dan keamanan para tamu undangan menjadi prioritas panitia penyelenggara kegiatan akan diselenggarakan dengan penuh kekeluargaan.
2. Asas keadilan dalam sebuah diskusi adalah keharusan di dalam forum Rabithah Alawiyah. Ketidakadilan seperti saling memotong pembicaraan orang lain justru tidak baik bagi citra Rabithah Alawiyah selaku penyelenggara.
3. Rabithah Alawiyah menyiarkan seluruh kegiatan ini live Streaming. Dan dapat disaksikan via Youtube Nabawi TV. Tidak benar kika dikatakan acara tertutup dalam arti tidak bisa disaksikan masyarakat.
4. Tidak diperkenankan bagi pihak manapun yang tidak diundang untuk hadir ke tempat acara untuk hadir ke tempat acara. Hal ini demi membatasi jumlah hadirin sesuai kapasitas tempat acara juga demi khidmatnya acara dengan tidak adanya sorak sorai suara penonton sepanjang diskusi berlangsung.
5. Tidak benar lika dikatakan Rabithah Alawiyah diundang lima kali dan tidak hadir. Setiap undangan resmi pasti akan dijawab secara resmi oleh lembaga, sedangkan undangan tersebut tidak pernah ada dan kami meminta bukti tanda terima atas seluruhundungan tersebut.
6. Rabithah Alawiyah memiliki kantar terbuka dan terbiasa menerima kunjungan peneliti nasab yang datan dengen mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memenuhi kebutuhan penelitiannya baik dalam dan luar negeri.
7. Kami memberikan kesempatan saudara H. Imaduddin untuk menyempurnakan penelitiannya langsung di lokasi yang terkait dengan objek penelitian beliau, Maktab Daimi Rabithah Alawiyah.
8. Pertemuan pada tanggal 7 akan turut dihadiri Ketua Maktab Daimi Habib Syaikhon bin Abdulqodir Assegaf dan perwakilan pengurus RA lainnya.
9. Moderator akan memimpin diskusi dan tidak diperkenankanpihak manapun untuk memotong pembicaraan pihak lain selamahak maktu yang diberikan, moderator break menghentikan pembicaraan pihak manapun yang melanggar aturan.
10. Durasi diskusi dengan sdr H Imaduddin dimulai pukul 09.00 dan direncanakan usai di pukul 15.00. tetapi modaretor berhak memperpanjangdurasi tersebut atas permintaan para pihak hingga waktu yang tidak ditentukan jika dirasa ada hal-hal yang perlu dibahas selama debat dengan memperhatikan waktu istirahat sholat.
11. Saudara H Imaduddin berhak mengajukan nama untuk mendampingi beliau dalam diskusi tersebut. Rabithah Alawiyah tidak ingin secara sepihak menentukan siapa pendamping yang cocok.
12. Kenapa RA tidak mengundang saudara Anhar Gonggong atua saudara Mahfud MD? Karena forum ini fokus membahas isu nasab dengan kaidah ilmu nasab. Sehingga tidak ada kaitannya dengan kepakaran dua tokoh tersebut. Itu sejarah dibahas pada forum khusus ilmu sejarah.
13. Seluruh pihak yang diundang berhak membawa satu kameradan merekam seluruh kegiatan yang ada sedangkan saran live hanya dilakukan oleh Nabawi TV.
Kisah Utsman bin Affan
Jauh sebelum wafat, Utsman telah didoakan Rasulullah SAW. [621] url asal
#utsman #utsman-bin-affan #islam #haji #makkah
(Republika - Khazanah) 24/07/24 20:26
v/11964865/
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Kisah syiar dan dakwah Rasulullah SAW tidak pernah lepas dari para sahabat-sahabatnya semisal Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan beberapa kerabat dekat lainnya. Mereka bersama melakukan syiar akan agama islam ke seluruh tanah arab.
Masing-masing sahabat juga memiliki peran terpisah dari nabi meski mereka berdakwah bersama. Utsman bin Affan misalnya yang kerap membagikan harta kekayaan yang dimilikinya untuk membantu umat islam.
Utsman memang terlahir dari keluarga saudagar yang sejahtera dan dikenal sebagai pribadi lembut serta murah hati. Pria yang berasal dari klan Umayyah itu merupakan salah satu sosok pertama yang memeluk islam bersamaan dengan Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Utsman dipertemukan dengan nabi oleh Abu Bakar. Saat itu salah satu sahabat Abu Bakar ini ingin menyatakan keimanannya dihadapan nabi. Langkah itu tak pelak membuat sukunya, Bani Ummayyah berang mengingat rumpun keluarga itu yang sangat menentang ajaran islam.
Utsman merupakan sahabat nabi yang diberi julukan Dzun Nurrain yang berarti pemilik dua cahaya. Dia merupakan pengusaha yang mewarisi dan mengelola beragam bisnis dan merupakan salah satu orang terkaya di Makkah.
Tingkat keimanan Utsman kepada Rasulullah tidak perlu diragukan. Dia tak ragu mengikuti seruan Nabi Muhammad untuk dua kali hijrah ke Habbasyiah dan Madinah. Kepindahan itu terpaksa dilakukan menyusul semakin besarnya tekanan dari suku Quraisy di Makkah.
Meski ikut bersama Nabi di Habbasyiah, Utsman tetap melanjutkan profesinya sebagai pedagang. Utsman lantas tak ragu mengikuti seruan Nabi untuk meninggalkan Makkah dan bermigrasi menuju Madinah.
Salah satu kisah menonjol yang dilakukan Utsman adalah saat dia membeli sumur dari seorang Yahudi selama hidup di Madinah. Hal itu dilakukan lantaran umat Nabi Muhammad sangat membutuhkan sumber air minum. Mereka pun mengadu kepada Rasulullah SAW.
Yahudi kikir itu sebelumnya menjual air kepada umat muslim dengan harga yang tinggi. Sosok yang memang dikenal dermawan ini lantas memberikan air tersebut secara cuma-cuma kepada seluruh masyarakat yang berada di sekitar sumur tersebut.
Semasa hidup di Madinah, Utsman beberapa kali megnikuti Nabi Muhammad di medan perang sebelum akhirnya dapat kembali emngingajakan kaki ke Makkah. Saat itu, Utsman sempat ditugasi nabi melakukan negosiasi kepada salah seorang pemimpin utama Quraisy, Abu Sufyan bin Harb di Mekkah.
Abu Sufyan sangat menentang Nabi Muhammad meskipun pada akhirnya dia berpindah keyakinan. Negosiasi tersebut berjalan lancar. Perjanjian damai itu membuka pelung bagi umat muslim untuk melakukan ziarah ke Ka'bah.
Buku Lisan Al-Mizan: Uthman bin al-Affan mengisahkan bahwa Utsman menggantikan Umar bin Khattab sebagai khalifah atau pemimpin umat sepeninggal Nabi Muhammad.
Utsman merupakan khalifah ketiga yang berkuasa pada tahun 644 sampai 656 masehi. Semasa kepemimpinanya, kaum muslimin berada pada awal zaman perubahan menyusul perputaran dan percepatan pertumbuhan ekonomi.
Salah satu hal terpenting yang dilakukan Utsman saat itu adalah penyusunan Al-Quran. Dalam buku Kepemimpinan dan Keteladanan Utsman bin Affan yang ditulis oleh Fariq Gasim Anuz, menantu nabi itu pun membentuk tim ahli untuk menyusun penulisan kitab suci tersebut.
Utsman kemudian mengutus seseorang kepada Ummul Mukminin Hafshah binti Umar bin Khathab radhiyallahu anhuma. Ia meminta sebuah mushaf Alquran yang dibukukan di zaman Abu Bakar.
Tim penulis pun menjadikan mushaf tersebut sebagai acuan dalam menjalankan tugas mereka. Kemudian mereka menulis ulang berdasarkan perintah Utsman atau yang dikenal dengan sebutan Mushaf Utsmani.
Buku Lisan Al-Mizan: Uthman bin al-Affan juga mengisahkan bahwa Utsman mengalami pemberontakan di akhir masa 12 tahun pemerintahannya. Utsman meninggal setelah para pemberontak mengepung kediamannya.
Saat itu, dia sedang membaca Al-Quran dan berpuasa ketika pedang dari para pemberontak menusuk tubuhnya. Jarinya terputus. Namun Utsman hanya terdiam tidak bisa berbuat apa-apa. Dia wafat pada usianya yang mencapai 80 tahun.
Jauh sebelum wafat, Utsman telah didoakan Rasulullah SAW agar semua dosa diampuni-Nya. Utsman pun dijamin masuk surga menyusul kedermawanannya selama menemani nabi hingga akhir hayatnya.