#30 tag 24jam
Pria Ini Beli Tesla Rp 2,2 Miliar, Dijual Setelah 2 Tahun Harganya Bikin Nyesek!
Seorang YouTuber kanal Out of Spec Reviews, berbagi pengalaman mengenai penjualan mobil listriknya yang dibuat oleh perusahaan milik Elon Musk [615] url asal
#tesla-model-s #kyle-conner #out-of-spec-reviews #chris-pearce #penyusutan-nilai-tesla #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #peristiwa
(Kontan - Terbaru) 04/11/24 11:54
v/17453461/
Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketika Kyle Conner mengeluarkan uang besar untuk Tesla Model S miliknya, ia mungkin berpikir akan mendapatkan kembali sebagian besar dari investasinya saat menjual mobil tersebut. Namun, ia terkejut ketika mengetahui seberapa jauh nilai mobilnya telah menurun.
Conner, seorang YouTuber di balik kanal Out of Spec Reviews, berbagi pengalaman mengenai penjualan mobil listriknya yang dibuat oleh perusahaan milik Elon Musk.
Mengutip unilad.com, Conner awalnya membeli Tesla Model S pada tahun 2022 dengan harga US$140.000 (Rp 2,21 miliar) dan berencana menjualnya tahun ini.
Namun, kenyataan yang ia temui jauh dari harapannya.
Penyusutan Nilai yang Cepat
TikToker Chris Pearce (@thechristopherpearce) mengungkapkan rincian faktur penilaian mobil Conner, dengan menyebutnya sebagai "gila seberapa cepat Tesla mengalami penyusutan nilai."
Berdasarkan faktur yang diperoleh Conner, nilai Tesla Model S-nya telah merosot lebih cepat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
Harga beli awal mobil tersebut adalah US$140.490. Namun, saat Tesla memberikan penawaran untuk membeli kembali mobil tersebut, nilai yang ditawarkan sangat mengejutkan.
Pearce membaca hasil penilaian Tesla: “Dengan jarak tempuh hanya 37.000 mil, Tesla menawarkan harga sebesar US$46.400 (Rp 734 juta). Itu berarti kehilangan nilai sebesar US$94.000 (Rp 1,5 miliar) atau sekitar 67% dari harga awalnya.”
Meskipun Pearce menyebutkan bahwa Conner mungkin bisa mendapatkan lebih banyak jika menjual mobilnya secara pribadi, situs penilaian mobil lainnya pun memberikan penawaran kurang dari setengah nilai awal mobil tersebut.
Misalnya, situs seperti Edmunds atau Consumer Reports hanya menilai mobil itu sekitar US$59.000 di tingkat tertinggi.
Perbandingan Penyusutan Nilai dengan Mobil Bensin
Untuk memberikan gambaran perbandingan, Pearce menelusuri penyusutan nilai mobil berbahan bakar bensin dengan harga yang sama, yaitu BMW M5 CS yang dirilis pada tahun 2022 dengan harga sekitar US$140.000.
Berdasarkan data dari situs penjualan mobil, BMW M5 CS masih bisa dibeli dengan harga sekitar US$130.000 (Rp 2,1 miliar) hingga US$140.000 (Rp 2,2 miliar), hanya mengalami penyusutan sekitar US$10.000 (Rp 150 juta) dalam dua tahun.
Perbandingan ini menegaskan bahwa Tesla Model S mengalami penyusutan nilai yang jauh lebih cepat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin berkelas sama.
Studi: Penyusutan Cepat Mobil Listrik, Terutama Tesla
Menurut sebuah studi oleh Diminishing Value Carolina yang dilakukan pada bulan Maret tahun ini, kendaraan listrik, terutama Tesla, memiliki tingkat penyusutan nilai yang jauh lebih cepat daripada mobil-mobil lain, termasuk Chevrolet.
Studi ini juga menemukan bahwa merek seperti GMC dan Porsche memiliki tingkat penyusutan nilai yang jauh lebih rendah dibandingkan Tesla.
Jika melihat merek-merek lain dengan penyusutan nilai yang cepat, beberapa di antaranya adalah Alfa Romeo, Maserati, Lincoln, dan Volvo. Namun, Tesla tetap menduduki puncak daftar kendaraan dengan penurunan nilai tercepat.
Respons dari Pengguna dan Komunitas Tesla
Pengguna di komunitas r/TeslaMotors di Reddit membagikan pengalaman serupa tentang penyusutan nilai kendaraan Tesla mereka.
Seorang pengguna menulis: “Bayangkan seberapa rendah nilainya jika orang-orang dapat membeli mobil dari lease mereka. Ini mungkin salah satu alasan besar mengapa Tesla tidak mengizinkan pembelian mobil setelah masa lease selesai, sehingga mereka bisa mengontrol harga mobil bekas.”
Komentar lain menyebutkan bahwa penyusutan nilai ini tidak hanya terjadi pada Tesla, tetapi juga sebagian besar kendaraan listrik.
Salah satu pengguna menambahkan: “Seolah-olah Tesla membuat produk dengan harga yang terlalu tinggi karena adanya penggemar fanatik yang rela membayar lebih mahal.”
Pernyataan Kyle Conner Mengenai Depresiasi
Conner tampaknya tidak terlalu senang dengan perhatian yang didapatnya mengenai depresiasi nilai Tesla Model S.
Baru-baru ini, ia menuliskan di Twitter: “Kami memposting ulasan terbaik tentang Model 3 Long Range RWD baru... tidak ada yang membagikan. Namun, saya hanya memposting dua tangkapan layar tentang Model S dengan kata ‘depresiasi’ dan semua orang menulis tentangnya. Ada bias negatif yang besar terhadap Tesla di media.”
10 Faktor Kemungkinanan Views TikTok Turun Drastis
Beberapa kemungkinan vies TikTok turun drastis, bisa jadi karena konten kurang berkualitas, algoritma baru TikTok, dan citra buruk profl. Halaman all [831] url asal
#tiktok #views #kenapa-views-tiktok-menurun #views-tiktok-menurun
(Kompas.com) 01/11/24 15:35
v/17316813/
KOMPAS.com - Penurunan drastis jumlah views di TikTok setelah jarang mengunggah konten adalah fenomena yang umum dialami oleh banyak kreator.
Algoritma TikTok sangat bergantung pada frekuensi unggahan dan interaksi dengan konten. Ketika kreator jarang memposting, engagement mereka pun menurun, yang pada akhirnya berdampak pada distribusi konten ke lebih sedikit pengguna.
Hal ini membuat konten baru sulit untuk menjangkau audiens yang lebih luas, bahkan jika sebelumnya konten tersebut berhasil meraih popularitas.
Lantas apa saja faktor-faktor kemungkinkan yang menyebabkan views TikTok menurun drastis selain jarang upload? Selengkapnya berikut ini ulasannya.
Algoritma baru
Alasan pertama dan paling dasar di balik penurunan views secara tiba-tiba bisa jadi karena adanya pembaruan pada algoritma TikTok. Tim pengembang TikTok sering memperbarui algoritma untuk bisa menangani miliaran pengguna dan video yang terus diunggah setiap saat.
Terkadang pembaruan algoritma ini bisa mengubah cara konten menjadi trending atau viral di platform, yang bisa menyebabkan penurunan views.
Konten tidak mengikuti tren
TikTok sangat erat kaitannya dengan pembuatan dan mengikuti tren. Ketika kreator mengabaikan tren, jumlah views mereka menurun karena penonton setia mulai berpindah mencari konten yang lebih menarik.
Coba periksa video-video Anda dan lihat apakah ada yang sudah ketinggalan zaman atau tidak relevan lagi. Hapus video-video tersebut dan mulailah mengikuti tren yang sedang populer untuk mengembalikan performa akun TikTok Anda.
Shadow Ban
Jika video Anda tiba-tiba berhenti mendapatkan views, kemungkinan Anda terkena shadow ban dari TikTok. Shadow ban terjadi ketika Anda melanggar pedoman komunitas TikTok.
Ini merupakan masalah serius karena tidak ada tindakan langsung yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya.
Biasanya, shadow ban akan diangkat dalam waktu 14 hari, namun durasinya bisa lebih lama tergantung pada seberapa serius pelanggaran yang dilakukan terhadap pedoman komunitas.
Persaingan Tinggi
Dari 1 miliar pengguna TikTok, misalnya ada 50 juta yang membuat video, Anda tetap harus bersaing dengan banyak orang. Setiap hari jutaan video diunggah, jadi tidak selalu mudah menarik perhatian penonton. Bisa dibilang, popularitas TikTok juga menjadi salah satu alasan penurunan views video Anda.
Konten menjiplak dan kualitas rendah
Kualitas dan keaslian konten sangat penting di TikTok, dan jika Anda mengabaikan hal ini, jumlah views Anda bisa turun drastis.
Selain itu jika Anda menjiplak konten atau tidak fokus pada pembuatan video yang berkualitas, penonton mungkin tidak akan menyukainya dan berpindah ke kreator lain yang menawarkan konten lebih baik.
Posting di waktu yang kurang tepat
Mengunggah video di waktu yang kurang tepat dapat mengurangi jumlah views Anda dengan alasan yang jelas.
Misalnya, jika Anda mengunggah video pada pukul 3 pagi ketika sebagian besar audiens Anda sedang tidur, video tersebut tidak akan mendapatkan perhatian dan akan tenggelam di antara jutaan video lainnya.
Menemukan waktu yang tepat untuk memposting sangat penting agar dapat menjangkau audiens secara maksimal dan mendapatkan views yang lebih banyak.
Mengunggah konten terlalu pendek
TikTok memang platform video pendek, tetapi jika video Anda terlalu singkat, itu justru bisa mengurangi jumlah views. Video yang terlalu pendek mungkin tidak cukup menarik perhatian audiens dan akan kehilangan views karena penonton lebih memilih video lain dengan durasi rata-rata yang lebih menarik.
Membuat video yang lebih pendek memang baik, tapi jangan terlalu pendek, karena bisa berdampak buruk pada performa video Anda.
Ide konten kurang menarik
Pengguna TikTok umumnya menyukai video kreatif dengan ide-ide unik di baliknya. Jika salah satu video Anda tidak mendapatkan views, mungkin itu karena konsepnya kurang menarik atau sudah ketinggalan zaman. Hapus video-video tersebut dari profil Anda dan ciptakan ide konten yang lebih menarik untuk video-video Anda berikutnya.
Pengguna baru di TikTok
Alasan lain bisa jadi akun Anda termasuk dalam kategori pengguna baru. Jumlah views Anda akan terus berfluktuasi jika Anda baru saja bergabung di TikTok. Kenapa? Ini karena dibutuhkan waktu bagi pengguna baru untuk membangun audiens dan mendapatkan views yang konsisten.
Jadi, jika Anda masih baru di TikTok, jangan terlalu khawatir dengan jumlah views. Fokuslah pada membangun audiens agar nantinya views Anda lebih stabil.
Citra buruk di profil Anda
Mengunggah konten yang kontroversial atau membahas isu sensitif bisa melukai perasaan orang lain, yang pada akhirnya membuat Anda kehilangan pengikut. Saat pengikut berkurang, views pun ikut turun, dan reputasi Anda sebagai kreator bisa tercoreng.
Sebaiknya hindari mengkritik siapa pun atau terlibat dalam kontroversi, agar jumlah views tetap stabil dan Anda tidak dikenal karena alasan yang salah.
Itulah beberapa faktor kemungkinan penyebab views TikTok menurun drastis setelah jarang upload. Semoga bermanfaat.
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.