Produsen roda empat asal China, Maxus untuk kali pertama menampilkan Maxus Mifa 7 di Indonesia. Kendaraan listrik tersebut akan menantang nama-nama tenar seperti Toyota Voxy, Nissan Serena dan Honda Step WGN yang meluncur sebentar lagi.
Yudhy Tan selaku Chief Operating Officer (COO) Maxus Indonesia menegaskan, Mifa 7 secara resmi akan meluncur di pameran Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW 2024. Pengumuman harga juga akan disampaikan di acara tahunan tersebut.
"Mobil ini sudah bisa dipesan di GJAW 2024. Pengumuman harga juga nanti (disampaikan) di sana," ujar Yudhy Tan saat ditemui di Menteng, Jakarta Selatan, Kamis (7/11).
Sebagai permulaan, Maxus Indonesia akan mengimpor utuh Mifa 7 dari China. Namun, dalam waktu dekat, mereka akan merakitnya secara lokal di pabrik Purwakarta, Jawa Barat.
Lantas, apa yang membuat Maxus Mifa 7 spesial? Benarkah kendaraan listrik tersebut mampu meladeni pertarungan menghadapi nama-nama beken yang telah meluncur lebih dulu? Biar kenal lebih dekat, berikut kami rangkum spesifikasinya.
Spesifikasi Maxus Mifa 7
Secara tampilan, Maxus Mifa 7 mengusung konsep khas MPV premium, yakni berdimensi besar dengan desain mengotak dan minim ornamen. Kendaraan tersebut menggunakan headlamp segaris yang dirancang seperti terhubung. Sementara tulisan 'Maxus' terpampang jelas di area kap mesin.
Di bagian dalam, kesan mewahnya masih sangat terasa. Produsen melapisi dasbor dan jok dengan material khusus yang terlihat elegan. Kursi belakangnya mengadopsi model captain seat yang membuat penumpang merasa nyaman.
Namun, berbeda dengan Mifa 9 sebagai kakak kandungnya, captain seat di Mifa 7 tak dibekali fitur pijat otomatis. Meski demikian, hal tersebut tak mengurangi kesan mewah di kendaraan.
Maxus Mifa 7 punya sertifikat keamanan ENCAP bintang lima. Baterainya sama dengan Mifa 9, yakni 90 kwh. Namun, ukurannya yang lebih mungil membuat jarak tempuh kendaraan lebih jauh, yakni 480 km!
Kendaraan ramah lingkungan tersebut juga dibekali sejumlah fitur standar, seperti panel instrumen yang dibuat terhubung dengan layar hiburan, punya delapan pengeras suara premium, driver assistance, kamera 360 dan masih banyak lagi.
Selain itu ada fitur keamanan lain seperti airbags depan dan samping, Forward Collision Warning, Autonomous Emergency Braking, Lane Departure Warning, Lane Keeping Assist, Emergency Lane Keeping, Adaptive Cruise Control, Integrated Cruise Assist, Rear Collision Warning, Intelligent High beam Control dan lainnya.
JAKARTA, KOMPAS.com - Nissan Serena e-Power sudah resmi meluncur. Multi purpose vehicle (MPV) ini hadir dengan banyak pembaruan untuk menantang Toyota Voxy.
Jika dibandingkan, kedua MPV ini memang sepadan. Khususnya, dari segi harga. Pasalnya, Serena e-Power dibanderol Rp 635 juta. Sedangkan Voxy, harganya mulai dari Rp 615 juta hingga Rp 618 juta.
Serena e-Power dibanderol lebih mahal, padahal kapasitas mesinnya lebih kecil dari Voxy. Nissan membekalinya dengan mesin 1.433 cc, 3-silinder, HR14, e-Power.
Kompas.com/Adityo Komparasi Nissan Serena e-Power dan Toyota Voxy
Mesinnya dipadukan dengan sistem transmisi otomatis. Dengan mesin tersebut, Serena e-Power mampu menghasilkan tenaga sebesar 134 Tk dan torsi 315 Nm.
Sedangkan pada Voxy, Toyota mengandalkan mesin 1.986 cc, 4-silinder, M20A-FKS. Mesinnya dipadukan dengan sistem transmisi CVT. Tenaganya lebih besar, yakni 167 Tk, dan torsinya 202 Nm.
Untuk dimensinya, kedua MPV ini tidak jauh berbeda. Serena e-Power punya panjang 4.765 mm, lebar 1.715 mm, tinggi 1.885 mm, dan jarak sumbu roda 2.870 mm. Sementara pada Voxy, panjangnya 4.695 mm, lebar 1.730 mm, tinggi 1.855 mm, dan jarak sumbu roda 2.870 mm.
NMDI Serena e-Power GIIAS 2024
Soal fitur, Serena e-Power dibekali dengan head unit layar sentuh yang lebih lebar, yakni 12,3 inci. Sementara pada Voxy, layarnya berukuran 9 inci. Tapi, untuk fitur keselamatan aktif, keduanya memiliki kelengkapan fitur yang sama.
Soal konsumsi BBM, Serena e-Power jelas lebih unggul, karena sudah mengadopsi teknologi hybrid. Nissan mengeklaim konsumsi BBM Serena e-Power mencapai 19 kilometer per liter. Sedangkan Voxy, konsumsi BBM yang dihasilkan berkisar antara 10 kilometer per liter hingga 11 kilometer per liter.
Secara kapasitas mesin dan performa, Voxy memang lebih unggul. Sementara Serena e-Power, lebih mengutamakan pada efisiensi bahan bakar dan tentunya emisi yang dihasilkan juga lebih rendah. Meskipun, harga Serena sedikit lebih tinggi dibandingkan Voxy.
KOMPAS.com, TANGERANG - Selain membawa e:N1 yang dinjanjikan bakal menjadi mobil listrik pertamanya di Indonesia pada 2025, PT Honda Prospect Motor (HPM) juga menampilkan Step WGN e:HEV dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.
Honda Step WGN e:HEV merupakan mobil bergenre multi purpose vehicle (MPV) dengan teknologi hybrid, yang dikembangkan dari model legendarisnya dan sudah dipasarkan sejak 1996 di Jepang.
Ada alasan khusus kenapa Honda membawa Step WGN hybrid dalam ajang GIIAS kali ini, yakni untuk mempelajari kebutuhan konsumen di berbagai segmen di Indonesia yang salah satunya menyasar pada MPV tujuh penumpang untuk keluarga.
Terlebih, teknologi yang digunakan Step WGN sudah mengusung hybrid atau masuk dalam jajaran mobil elektrifikasi yang tak hanya menjanjikan keiritan bahan bakar, tapi juga ramah lingkungan.
Karena itu, pada momen GIIAS tahun ini, Honda pun berupaya untuk mengumpulkan animo serta pendapat dari pengunjung terhadap Step WGN.
Marketing and After Sales Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan, dari hasil survei internal yang dilakukan, banyak konsumen yang menginginkan MPV dengan ruang yang lebih besar.
"Dari hasil survei internal yang kami lakukan cukup bagus ya, banyak yang antusias dengan Step WGN apalagi mobil ini masuk di segmen MPV," kata Billy kepada Kompas.com, Minggu (21/7/2024).
Hal ini seakan jadi kode atau sinyal Honda untuk memasarkan Step WGN di Indonesia. Apalagi saat ini pabrikan juga tak memiliki produk MPV boxy pintu geser sejak Freed resmi diberhentikan penjualannya pada 2015 silam dan Odyssey pada 2021.
Bila Honda Step WGN benar-benar dipasarkan di Indonesia, artinya mobil ini akan menjadi rival langsung bagi Toyota Voxy dan Nissan Serena e-Power yang saat ini sudah resmi dijual.
Tak hanya itu, melihat dari teknologi hybrid yang diusung, bisa jadi Honda Step WGN ikut menyenggol Toyota Kijang Innova ZenixHybrid, tinggal bagaimana soal strategi harganya nanti.
Estimasi
Bicara soal harga, meski saat ini belum ada patokan resmi namun berdasarkan hasil survei yang dilakukan di ajang GIIAS kebanyakan mengacu di bawah Rp 700 juta.
"Kebanyakan pengunjung yang kita survei itu kalau harga untuk mobil ini (Step WGN) di kisaran Rp 650 jutaan, ada juga yang Rp 670 jutaan," ucap petugas survei di booth Honda dalam ajang GIIAS 2024.
Saat ditanya soal pendapat pengunjung, petugas tersebut mengatakan, sebagian besar menyukai kelapangan kabin di baris kedua dan ketiga, baik dari sisi head room sampai leg room.
"Kebanyakan suka karena lapang untuk keluarga, apalagi yang punya dua sampai tiga anak untuk perjalanan jarak jauh. Baris pertama dari dasbor ada yang suka ada juga yang bilang sedikit kurang futuristik," katanya.
Honda Step WGN e:HEV memiliki dimensi panjang 4.830, lebar 1.750, tinggi 1.845 mm, dan wheelbase 2.890 mm. Tak heran bila kabinnya cukup lapang.
Untuk urusan mesin, Step WGN mengusung dapur pacu berkapasitas 2.000 cc yang dipadukan motor listrik. Hasil tenaganya di atas kertas sebesar 143 Tk dan torsi mencapai 175 Nm.
Honda juga telah menyematkan teknologi Honda Sensing yang terdiri dari beberapa fitur asistensi dan keselamatan aktif seperti Lane Keeping Assist System (LKAS), Road Departure Mitigation (RDM), Adaptive Cruise Control (ACC), Lead Car Departure Notification System (LCDN), dan Collision Mitigation Brake System (CMBS).