#30 tag 24jam
Indonesia Terima Dana US$ 24,9 Juta dari Pandemic Fund Putaran ke-2
40 negara, termasuk Indonesia, menerima alokasi dana pandemi atau Pandemic Fund putaran ke-2 dengan total US$ 418 juta. [439] url asal
#indonesia #pandemic-fund #washington-d-c #wabah-mpox #pertemuan-dewan-pandemic-fund #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #makroekonomi
(Kontan) 20/10/24 17:50
v/16750047/
Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebanyak 40 negara, termasuk Indonesia, menerima alokasi dana pandemi atau Pandemic Fund putaran ke-2 dengan total nilai US$ 418 juta.
Adapun, Indonesia memperoleh dana sebesar US$ 24,9 juta. Alokasi dana ini diputuskan dalam Pertemuan Dewan Pandemic Fund ke-14 yang berlangsung di Washington, D.C., Amerika Serikat pada 17 Oktober 2024.
Alokasi terbaru ini merupakan tambahan dari US$ 128,89 juta yang disetujui pada 19 September 2024 untuk lima proyek jalur cepat guna mendukung 10 negara yang terkena dampak Wabah Mpox, sehingga total pendanaan yang diberikan pada putaran kedua menjadi US$ 547 juta.
Pendanaan putaran kedua ini juga akan memobilisasi tambahan US$ 4 miliar untuk investasi dalam penguatan kapasitas pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons (PPR) di negara-negara penerima manfaat.
“Dengan putaran investasi baru ini, Pandemic Fund sekali lagi menunjukkan peran pentingnya untuk memobilisasi pembiayaan tambahan dan mempromosikan kolaborasi internasional guna menjadikan dunia lebih aman dari pandemi,” kata Ketua Bersama Pandemic Fund, Chatib Basri dan Menteri Kesehatan Rwanda Sabin Nsanzimana dalam keterangan resminya, Jumat (18/20).
Kepala Eksekutif Pandemic Fund, Priya Basu mengatakan bahwa pihaknya senang bahwa Pandemic Fund dapat menyediakan putaran kedua pembiayaan katalitik yang lebih besar ini sebagai respons terhadap permintaan negara yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan keterlibatan begitu banyak mitra internasional dan organisasi masyarakat sipil.
"Ini adalah bentuk solidaritas global yang luar biasa," katanya.
Dalam rilis terpisah, proposal Indonesia memiliki nilai paling tinggi oleh Technical Advisory Panel (TAP) dari 146 proposal yang diterima.
Dengan tema Collaborative Approach for Resilient Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia (CARE-I), proposal tersebut memuat penguatan 6 agenda utama di bidang laboratorium, surveilans, tenaga kesehatan dan komunikasi risiko.
“Ini merupakan kemajuan pesat Pandemic Fund sejak dibentuk pada Presidensi G20 Indonesia. Dana pembangunan bagi Indonesia adalah wujud upaya kolektif dalam memperkuat kapasitas penanganan pandemi dan ancaman kesehatan global di masa depan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Masurdi dalam keterangannya.
Program pendanaan ini akan berlangsung dalam durasi tiga tahun, dengan World Bank, WHO, dan FAO sebagai entitas pelaksana (implementing entity).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selaku focal point akan mengoordinasikan kolaborasi antar-kementerian dalam implementasinya, terutama untuk pendekatan One Health bersama Kemenko PMK, Kemenlu, Kemenkeu, KLHK, Kementan, dan BRIN.
“Alokasi hibah ini bukan hanya pengakuan terhadap kesiapan Indonesia, tetapi juga cerminan dari kerja sama lintas sektor dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan global,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Untuk diketahui, Pandemic Fund yang diluncurkan pada November 2022 dalam Presidensi G20 Indonesia, merupakan mekanisme pembiayaan multilateral pertama untuk membantu negara-negara berkembang agar lebih siap menghadapi pandemi pada masa mendatang.
WHO Deklarasi Wabah Mpox, Negara di Asia Mulai Beri Tanggapan
Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, hewan, atau barang yang terkontaminasi. - Halaman all [658] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #virus-mpox #mpox #wabah-mpox #cacar-monyet #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 19/08/24 23:31
v/14520410/
TOKYO, investor.id – Setelah Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) mendeklarasikan wabah Mpox sebagai darurat kesehatan masyarakat global, negara-negara di Asia memantau dengan saksama. Saat ini, jumlah kasus wabah Mpox meningkat di Afrika dan angkanya terus bertambah.
Mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, diklasifikasikan menjadi dua kelompok berbeda yakni klade-1 dan klade-2. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, hewan, atau barang yang terkontaminasi.
Klade-2 bertanggung jawab atas wabah yang terjadi pada 2022 lalu, yang telah menyebabkan sekitar 100.000 kasus di seluruh dunia menurut laporan NBC News. Tetapi sekarang versi klade-1 telah menyebar secara internasional, setelah dimulai di Republik Demokratik Kongo pada Januari 2023.
Dalam membuat deklarasi tersebut, Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi penekanan. "Jelas, respons internasional yang terkoordinasi diperlukan untuk menghentikan wabah ini dan menyelamatkan nyawa," ungkapnya, seperti dikutip pada Senin (19/8/2024).
Pada Kamis (15/8/2024), pemerintah Swedia melaporkan kasus klade-1 untuk pertama kalinya. Kemudian pada Senin, pihak berwenang Filipina melaporkan kasus Mpox pertamanya sejak Desember 2023, meskipun belum mengidentifikasi jenisnya.
Berikut ini adalah tanggapan empat ekonomi terbesar di Asia sejauh ini.
China
Otoritas bea cukai China mengumumkan mereka akan memperkuat pengawasan di pelabuhan masuk.
Orang-orang yang datang dari negara-negara dan wilayah dengan kasus Mpox yang dikonfirmasi harus menyatakan kondisi mereka kepada bea cukai, kata Administrasi Umum Bea Cukai. Selain itu, orang yang terpapar Mpox dengan gejala-gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri punggung atau ruam juga wajib melapor.
Pesawat dan kapal pembawa peti kemas serta kargo yang datang dari negara-negara dan wilayah dengan kasus Mpox juga akan disanitasi, lapor berita lokal.
Langkah-langkah ini mulai berlaku pada Kamis (22/8/2024) akan diberlakukan selama enam bulan ke depan.
India
Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi telah terus memantau wabah Mpox, kata Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga negara itu. Kasus terakhir Mpox terdeteksi pada Maret 2024. Hingga Minggu (18/8/2024) tidak ada kasus yang dilaporkan di negara itu, menurut para pejabat.
Dalam seminggu terakhir, sebuah pertemuan para ahli kesehatan diadakan oleh Pusat Pengendalian Penyakit Nasional India untuk menilai risikonya, kata para pejabat. Dan tim kesehatan di bandara internasional juga telah diberi tahu tentang situasi tersebut.
Otoritas kesehatan juga telah mengumumkan mereka akan meningkatkan pengawasan dalam upaya untuk segera mendeteksi kasus potensial. Lembaga itu meningkatkan kemampuan pengujian laboratorium untuk diagnosis dini, kata para pejabat, meskipun mereka tidak menyertakan rincian lebih lanjut dalam pernyataan tersebut.
Penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit dan klinik, juga telah ditugaskan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus tersebut.
Jepang
Pejabat di Jepang bertemu pada hari Jumat untuk membahas tindakan potensial dan meninjau strategi, berita lokal melaporkan, dan sepakat untuk mengumpulkan data dari negara-negara tempat wabah telah dikonfirmasi.
Otoritas berencana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap mpox dan penyebarannya di antara para pelancong yang masuk dan meninggalkan negara tersebut, lapor The Japan Times. Tidak jelas apakah negara tersebut akan memberlakukan tindakan tambahan apa pun.
Sementara itu, menteri kesehatan negara tersebut, Keizo Takemi, baru-baru ini mengatakan pada konferensi pers bahwa pemerintah Jepang bersiap mengirim vaksin buatan Jepang ke Kongo, sebagai tanggapan atas permintaan, lanjut outlet tersebut.
Korea Selatan
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea mengatakan, meskipun situasi Mpox masih "dapat dikelola" berdasarkan langkah-langkah yang ada, badan tersebut akan tetap meningkatkan upaya karantina dan pengawasan, menurut berita lokal.
KDCA mengeluarkan pernyataan tersebut pada Jumat (17/8/2024) setelah mengadakan pertemuan dengan para ahli medis untuk membahas risiko wabah.
Selama pertemuan tersebut, para pejabat memutuskan untuk memberlakukan langkah-langkah karantina bagi mereka yang melakukan penerbangan langsung dari negara-negara.
“(Penghambat) penyelidik epidemiologi dan dokter kesehatan masyarakat yang ditempatkan di lokasi," jelasnya. Mereka memutuskan untuk tidak menerbitkan kembali peringatan krisis yang telah dicabut pada bulan Mei tahun lalu, kata The Korea Times.
Pemerintah Korea juga berencana meningkatkan kampanye kesadaran untuk mendesak mereka yang memiliki gejala untuk segera pergi ke dokter.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
88 Kasus Mpox di Indonesia, Seks Sesama Lelaki Jadi Resiko Utama
Varian terbaru yang lebih mematikan dari Kongo belum sampai Indonesia. [850] url asal
#mpox #cacar-monyet #seks-sesama-jenis #wabah-mpox #mpox-darurat-global #darurat-mpox
(Republika - News) 18/08/24 22:36
v/14513218/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan sejauh ini terdeteksi 88 kasus Mpox alias cacar monyet di Indonesia. Hubungan seksual sesama jenis, terutamm lelaki dengan lelaki disebut jadi salah satu penyebab penyebaran wabah yang telah ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan global tersebut.
Dalam lansiran Kemenkes, disebutkan bahwa secara rinci, kasus tersebar di DKI Jakarta sebanyak 59 kasus konfirmasi, Jawa Barat 13 kasus konfirmasi, Banten 9 konfirmasi, Jawa Timur 3 konfirmasi, Daerah Istimewa Yogyakarta 3 konfirmasi, dan Kepulauan Riau 1 konfirmasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 kasus telah dinyatakan sembuh.
Jika dilihat tren mingguan kasus konfirmasi Mpox di Indonesia dari tahun 2022 hingga 2024, periode dengan kasus terbanyak terjadi pada Oktober 2023. Plh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr. Yudhi Pramono, MARS mengatakan, dari 88 kasus yang dikonfirmasi, sebanyak 54 kasus memenuhi kriteria untuk dilakukan whole genome sequencing (WGS) guna mengetahui varian virusnya.
"Dari 54 kasus ini seluruhnya varian Clade IIB. Clade II ini mayoritas menyebarkan wabah Mpox pada Tahun 2022 hingga saat ini dengan fatalitas lebih rendah dan ditularkan sebagian besar dari kontak seksual," ujar dr Yudhi pada konferensi pers Perkembangan Kasus Mpox di Indonesia, Ahad (18/8/2024).
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu menyatakan mpox sebagai darurat kesehatan masyarakat global untuk kedua kalinya dalam dua tahun. Hal ini menyusul wabah infeksi virus di Republik Demokratik Kongo yang telah menyebar ke negara-negara tetangga.
Sebuah komite darurat bertemu pada Rabu pagi untuk memberikan nasihat kepada Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengenai apakah wabah penyakit ini merupakan “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional,” atau PHEIC.
Status PHEIC adalah tingkat kewaspadaan tertinggi WHO dan bertujuan untuk mempercepat penelitian, pendanaan, dan langkah-langkah kesehatan masyarakat internasional serta kerja sama untuk mengatasi suatu penyakit. “Jelas bahwa respons internasional yang terkoordinasi sangat penting untuk menghentikan wabah ini dan menyelamatkan nyawa,” kata Tedros.
Mpox dapat menyebar melalui kontak dekat. Biasanya ringan, namun dalam kasus yang jarang berakibat fatal. Penyakit ini menyebabkan gejala mirip flu dan lesi berisi nanah di tubuh.
Wabah di Kongo dimulai dengan penyebaran strain endemik yang dikenal sebagai Clade I. Namun varian baru, Clade Ib, tampaknya menyebar lebih mudah melalui kontak dekat rutin, termasuk kontak seksual. Penyakit ini telah menyebar dari Kongo ke negara-negara tetangga, termasuk Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda, sehingga memicu tindakan dari WHO.
Swedia mengkonfirmasi kasus pertama varian mpox yang lebih menular dengan infeksi virus yang menyebar melalui kontak dekat, Jumat (16/8/2024). Hal ini menandai pertama kalinya virus tersebut ditemukan di luar Afrika.
“Warga yang tertular itu terinfeksi ketika berada di wilayah Afrika di mana terjadi wabah besar penyakit ini,” kata Olivia Wigzell, direktur jenderal badan kesehatan masyarakat Swedia, pada konferensi pers kemarin dilansir the Guardian.
Menurut Kemenkes, sejauh ini yang terdeteksi di Indonesia adalah varian Clade II. Berbeda dengan Clade I, Clade II berasal dari di Afrika Barat dengan subclade IIa dan IIb dengan CFR 3,6 persen. Clade II memiliki CFR rendah dengan kasus sebagian besar berasal dari kontak seksual pada saat wabah pada 2022.
Sementara clade I berasal dari Afrika Tengah (Congo Basin) dengan subclade 1a. Subclade 1a ini memiliki case fatality rate (CFR) alias tingkat kematian yang lebih tinggi daripada clade lain dan ditularkan melalui beberapa mode transmisi. Sementara itu, subclade 1b ditularkan sebagian besar dari kontak seksual dengan CFR 11 persen.
Dr Prasetyadi Mawardi, SPKK(K), dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) mengatakan, varian Mpox Clade I, baik 1a maupun 1b, belum terdeteksi di Indonesia. Sejak 2022 hingga saat ini, varian yang ditemukan di Indonesia adalah varian Clade II.
"Clade I memang menurut refleksi angka fatalitas rate nya relatif lebih tinggi dibanding Clade II, terus kemudian varian ini biasanya disebabkan oleh close contact (kontak erat), tidak melulu seksual kontak," ucapnya.
Karena Mpox terutama menyerang kulit, dr Prasetyadi mengimbau kepada siapa pun yang dicurigai terinfeksi Mpox dan muncul gejala untuk tidak melakukan manipulasi pada lesi yang ada di kulit seperti memencet, dan menggaruk, serta sebaiknya membiarkan lesi tersebut. Sebab, lesi tersebut, baik yang basah maupun yang sudah mengering, berpotensi menularkan virus.
"Pasien juga tidak boleh berbagi barang-barang pribadi seperti handuk dan pakaian. Apabila terdapat benjolan atau bintil dan mengalami luka atau erosif, sebaiknya segera diberi obat," ucapnya.
Sebagai upaya pencegahan, Kemenkes telah melakukan surveilans di seluruh fasilitas kesehatan, melakukan penyelidikan epidemiologi bersama komunitas dan mitra HIV/AIDS, menetapkan 12 laboratorium rujukan secara nasional untuk pemeriksaan Mpox, serta melakukan pemeriksaan WGS.
Untuk obat-obatan, Kemenkes sudah menyiapkan pemberian terapi simtomatis, tergantung derajat keparahan kasus. Pasien dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari puskesmas setempat, sedangkan pasien dengan gejala berat harus dirawat di rumah sakit.
Perlu diketahui oleh masyarakat, Yudhi menjelaskan, Mpox menular melalui kontak langsung dengan ruam bernanah di kulit, termasuk saat berhubungan seksual.
"Orang yang berhubungan seks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti berisiko tinggi tertular Mpox. Kelompok risiko utama adalah laki-laki yang melakukan seks dengan sejenis," tutur dr Yudhi.
Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker medis jika merasa tidak sehat. Jika muncul gejala seperti ruam bernanah atau keropeng pada kulit, segera periksakan diri ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.
Saham Farmasi Naik Tajam Usai WHO Umumkan Cacar Monyet (Mpox) Sebagai Darurat Kesehatan Global
WHO telah menetapkan varian baru wabah cacar monyet atau Mpox yang cepat menyebar di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan global. [647] url asal
#mpox #wabah-mpox #cacar-monyet #saham-farmasi
(Bisnis.Com - Ekonomi) 16/08/24 01:55
v/14480836/
Bisnis.com, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian baru wabah cacar monyet atau Mpox yang cepat menyebar di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan global. Keputusan ini diambil untuk menahan penyebaran virus yang berpotensi mematikan tersebut.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa penyebaran Mpox jenis baru di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan deteksi kasus di negara-negara tetangga yang sebelumnya tidak melaporkan adanya wabah sebagai kondisi sangat mengkhawatirkan. WHO juga menyoroti potensi penyebaran lebih lanjut di Afrika dan sekitarnya.
Tedros sebelumnya telah menetapkan mpox sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional pada Mei 2022 ketika kasus varian yang lebih ringan muncul secara global. Meskipun WHO menurunkan tingkat kewaspadaan pada tahun berikutnya, kasus di Afrika terus meningkat. Varian mpox yang bermutasi kini telah menyebar ke sedikitnya enam negara Afrika, menginfeksi sekitar 15.000 orang dan menewaskan lebih dari 500 orang di DRC sepanjang tahun berjalan.
“WHO berkomitmen dalam beberapa hari dan minggu ke depan untuk mengoordinasikan respons global, bekerja sama erat dengan masing-masing negara yang terkena dampak, dan memanfaatkan kehadiran kami di lapangan untuk mencegah penularan, merawat mereka yang terinfeksi, dan menyelamatkan nyawa,” kata Tedros dikutip dari Bloomberg, Rabu (15/4/2024) waktu setempat.
Keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional ini diberlakukan untuk mengatasi kejadian luar biasa yang membawa risiko penyebaran penyakit lintas batas, yang mungkin memerlukan respons terkoordinasi antarnegara. Keputusan ini bertujuan mendorong negara-negara bekerja sama dalam penanggulangan wabah, termasuk pengadaan vaksin.
Keputusan tersebut diambil setelah sebuah panel dibentuk untuk mengevaluasi wabah, dan rekomendasinya disetujui secara bulat. Deklarasi ini mendorong kenaikan saham pembuat vaksin mpox Bavarian Nordic A/S sebesar 45% di pasar AS.
Maria Van Kerkhove, Kepala Penyakit Baru dan Zoonosis di WHO, menyatakan bahwa WHO sedang menyusun panduan bagi negara-negara yang terdampak. WHO juga telah mengembangkan rencana respons regional dengan kebutuhan dana awal sebesar US$15 juta. Sejauh ini, WHO telah mengeluarkan US$1,5 juta dari dana darurat dan berencana untuk mengeluarkan lebih banyak dalam beberapa hari mendatang sembari mengimbau para donor untuk mendanai sisa rencana respons.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) juga mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat di seluruh benua semenjak Selasa (13/8/2024) waktu setempat. Kondisi ini menandai pertama kalinya badan tersebut mengumumkan keadaan darurat sejak menerima kewenangan dari negara-negara anggotanya.
Mpox, yang merupakan sepupu cacar dengan gejala yang lebih ringan, memiliki tingkat kematian antara 3% hingga 6% pada kasus yang dilaporkan. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan, cacat, dan risiko tinggi bagi anak-anak, ibu hamil, serta orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV.
Mpox menyebar terutama melalui kontak dekat dengan orang atau hewan yang terinfeksi, seperti menyentuh lesi atau benda yang terkontaminasi. Meski dapat menyebar melalui hubungan seksual, mpox tidak dianggap sebagai penyakit menular seksual karena ada jalur penularan lainnya. Saat ini, belum ada kasus penularan melalui udara yang dikonfirmasi, meskipun beberapa metode penularan masih dalam penelitian.
Harga Saham Farmasi Melonjak Akibat Cacar Monyet
Langkah WHO ini menyulut sentimen bagi saham perusahaan farmasi. Investor menyerbu saham produsen vaksin dan produk medis lainnya yang dapat membantu memerangi jenis virus Mpox yang menyebar cepat
Pemasok peralatan medis Precision System Science Co. melonjak sebanyak 36% di Jepang, sementara produsen alat deteksi virus Shanghai ZJ Bio-Tech Co. di China naik lebih dari 5%.
Saham Bavarian Nordic A/S yang diperdagangkan di AS, salah satu dari sedikit perusahaan dengan vaksin mpox yang disetujui, ditutup naik 33% di New York.
"Munculnya virus Mpox baru-baru ini di Afrika berpotensi membangkitkan kenangan akan pandemi Covid-19," kata Manish Bhargava, seorang manajer dana di Straits Investment Holdings di Singapura.
Meski demikian dia mengingatkan agar investor tidak terjebak euforia. "Mengingat wabah ini masih dalam tahap awal, investor diharapkan tetap waspada, menunggu data lebih lanjut sebelum bereaksi."
Saham Daan Gene Co. yang berbasis di Guangzhou, yang mengembangkan perangkat diagnostik virus, melonjak mendekati batas perdagangan harian 10%. Saham Assure Tech Hangzhou Co., produsen perangkat uji cepat, naik sebanyak 5,3%.
Saham Farmasi Loncat Usai WHO Umumkan Cacar Monyet (Mpox) Sebagai Darurat Kesehatan Global
WHO telah menetapkan varian baru wabah cacar monyet atau Mpox yang cepat menyebar di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan global. [647] url asal
#mpox #wabah-mpox #cacar-monyet #saham-farmasi
(Bisnis.Com - Ekonomi) 16/08/24 01:55
v/14464122/
Bisnis.com, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian baru wabah cacar monyet atau Mpox yang cepat menyebar di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan global. Keputusan ini diambil untuk menahan penyebaran virus yang berpotensi mematikan tersebut.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa penyebaran Mpox jenis baru di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan deteksi kasus di negara-negara tetangga yang sebelumnya tidak melaporkan adanya wabah sebagai kondisi sangat mengkhawatirkan. WHO juga menyoroti potensi penyebaran lebih lanjut di Afrika dan sekitarnya.
Tedros sebelumnya telah menetapkan mpox sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional pada Mei 2022 ketika kasus varian yang lebih ringan muncul secara global. Meskipun WHO menurunkan tingkat kewaspadaan pada tahun berikutnya, kasus di Afrika terus meningkat. Varian mpox yang bermutasi kini telah menyebar ke sedikitnya enam negara Afrika, menginfeksi sekitar 15.000 orang dan menewaskan lebih dari 500 orang di DRC sepanjang tahun berjalan.
“WHO berkomitmen dalam beberapa hari dan minggu ke depan untuk mengoordinasikan respons global, bekerja sama erat dengan masing-masing negara yang terkena dampak, dan memanfaatkan kehadiran kami di lapangan untuk mencegah penularan, merawat mereka yang terinfeksi, dan menyelamatkan nyawa,” kata Tedros dikutip dari Bloomberg, Rabu (15/4/2024) waktu setempat.
Keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional ini diberlakukan untuk mengatasi kejadian luar biasa yang membawa risiko penyebaran penyakit lintas batas, yang mungkin memerlukan respons terkoordinasi antarnegara. Keputusan ini bertujuan mendorong negara-negara bekerja sama dalam penanggulangan wabah, termasuk pengadaan vaksin.
Keputusan tersebut diambil setelah sebuah panel dibentuk untuk mengevaluasi wabah, dan rekomendasinya disetujui secara bulat. Deklarasi ini mendorong kenaikan saham pembuat vaksin mpox Bavarian Nordic A/S sebesar 45% di pasar AS.
Maria Van Kerkhove, Kepala Penyakit Baru dan Zoonosis di WHO, menyatakan bahwa WHO sedang menyusun panduan bagi negara-negara yang terdampak. WHO juga telah mengembangkan rencana respons regional dengan kebutuhan dana awal sebesar US$15 juta. Sejauh ini, WHO telah mengeluarkan US$1,5 juta dari dana darurat dan berencana untuk mengeluarkan lebih banyak dalam beberapa hari mendatang sembari mengimbau para donor untuk mendanai sisa rencana respons.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) juga mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat di seluruh benua semenjak Selasa (13/8/2024) waktu setempat. Kondisi ini menandai pertama kalinya badan tersebut mengumumkan keadaan darurat sejak menerima kewenangan dari negara-negara anggotanya.
Mpox, yang merupakan sepupu cacar dengan gejala yang lebih ringan, memiliki tingkat kematian antara 3% hingga 6% pada kasus yang dilaporkan. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan, cacat, dan risiko tinggi bagi anak-anak, ibu hamil, serta orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV.
Mpox menyebar terutama melalui kontak dekat dengan orang atau hewan yang terinfeksi, seperti menyentuh lesi atau benda yang terkontaminasi. Meski dapat menyebar melalui hubungan seksual, mpox tidak dianggap sebagai penyakit menular seksual karena ada jalur penularan lainnya. Saat ini, belum ada kasus penularan melalui udara yang dikonfirmasi, meskipun beberapa metode penularan masih dalam penelitian.
Harga Saham Farmasi Melonjak Akibat Cacar Monyet
Langkah WHO ini menyulut sentimen bagi saham perusahaan farmasi. Investor menyerbu saham produsen vaksin dan produk medis lainnya yang dapat membantu memerangi jenis virus Mpox yang menyebar cepat
Pemasok peralatan medis Precision System Science Co. melonjak sebanyak 36% di Jepang, sementara produsen alat deteksi virus Shanghai ZJ Bio-Tech Co. di China naik lebih dari 5%.
Saham Bavarian Nordic A/S yang diperdagangkan di AS, salah satu dari sedikit perusahaan dengan vaksin mpox yang disetujui, ditutup naik 33% di New York.
"Munculnya virus Mpox baru-baru ini di Afrika berpotensi membangkitkan kenangan akan pandemi Covid-19," kata Manish Bhargava, seorang manajer dana di Straits Investment Holdings di Singapura.
Meski demikian dia mengingatkan agar investor tidak terjebak euforia. "Mengingat wabah ini masih dalam tahap awal, investor diharapkan tetap waspada, menunggu data lebih lanjut sebelum bereaksi."
Saham Daan Gene Co. yang berbasis di Guangzhou, yang mengembangkan perangkat diagnostik virus, melonjak mendekati batas perdagangan harian 10%. Saham Assure Tech Hangzhou Co., produsen perangkat uji cepat, naik sebanyak 5,3%.
Wabah Mpox Afrika Jadi Darurat Kesehatan Benua
Badan kesehatan masyarakat tertinggi Afrika menyatakan apa yang disebutnya sebagai "darurat kesehatan masyarakat keamanan benua". - Halaman all [446] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #mpox #mpox-di-kongo #afrika #darurat-kesehatan-afrika #who #africa-cdc #wabah-mpox #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 14/08/24 21:47
v/14422952/
ADDIS ABABA, investor.id – Wabah penyakit Mpox kini telah menjadi darurat kesehatan di selueuh benua. Badan kesehatan masyarakat tertinggi Afrika menyatakan apa yang disebutnya sebagai "darurat kesehatan masyarakat keamanan benua", karena penyakit itu menyebar dari Republik Demokratik Kongo ke negara-negara tetangga.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) pekan lalu telah memperingatkan tentang tingkat penyebaran infeksi virus yang mengkhawatirkan. Menurut laporan Reuters, virus ini yang ditularkan melalui kontak dekat dan menyebabkan gejala seperti flu dan lesi berisi nanah.
Sebagian besar kasusnya ringan, tetapi dapat mematikan.
"Kami nyatakan hari ini sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang mengancam keamanan benua untuk memobilisasi lembaga, keinginan kolektif, dan sumber daya kami untuk bertindak cepat dan tegas," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Africa CDC Jean Kaseya dalam pengarahan yang disiarkan langsung di Zoom, dikutip pada Rabu (14/8/2024).
Wabah di Kongo dimulai dengan penyebaran strain endemik, yang dikenal sebagai Clade I. Namun, varian baru yang dikenal sebagai Clade Ib tampaknya menyebar lebih mudah melalui kontak dekat rutin. Penyebaran ini terutama cepat terjadi di antara anak-anak.
Menurut Kaseya, Afrika membutuhkan lebih dari 10 juta dosis vaksin tetapi hanya sekitar 200.000 yang tersedia. Ia berjanji Africa CDC akan bekerja untuk segera meningkatkan pasokan ke benua itu.
"Kami memiliki rencana yang jelas untuk mengamankan lebih dari 10 juta dosis di Afrika, dimulai dengan tiga juta dosis pada 2024," tutur Kaseya, tanpa menyebutkan dari mana vaksin akan diperoleh.
Badan kesehatan tersebut mengatakan, lebih dari 15.000 kasus Mpox dan 461 kematian dilaporkan di benua itu sejak awal 2024. Angka ini naik 160% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, sudah 18 negara yang telah melaporkan kasus tersebut.
Mpox telah menjadi endemik di beberapa bagian Afrika selama beberapa dekade. Penyakit tersebut pertama kali terdeteksi pada manusia di Republik Demokratik Kongo pada 1970.
Versi virus yang lebih ringan menyebar ke lebih dari seratus negara pada 2022, sebagian besar melalui hubungan seksual. Kondisi ini mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, tingkat kewaspadaan tertingginya.
WHO mengakhiri keadaan darurat tersebut 10 bulan kemudian, dengan mengatakan krisis kesehatan telah terkendali.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengeluarkan peringatan kesehatan kedua minggu lalu untuk memberi tahu dokter dan departemen kesehatan tentang jenis baru yang mematikan tersebut.
Minggu lalu, CDC Afrika mengatakan telah diberikan dana darurat sebesar US$ 10,4 juta dari Uni Afrika untuk tanggapan soal penyebaran Mpox.
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah berjanji untuk membentuk komite darurat guna membahas apakah wabah di Kongo merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Wabah Mpox Melonjak 160 Persen di Afrika, WHO Pertimbangkan Jadi Darurat Kesehatan Global
Kasus mpox dilaporkan telah meningkat 160 persen sepanjang 2024. [429] url asal
#mpox #wabah-mpox #cacar-monyet #mpox-di-afrika #kasus-mpox #who #organisasi-kesehatan-dunia #wabah-monkeypox
(Republika - News) 06/08/24 15:50
v/13526178/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang merumuskan langkah besar menanggulangi wabah monkeypox atau mpox yang merebak di Afrika. WHO kini membuka peluang untuk membentuk komite ahli untuk membahas apakah wabah tersebut harus dinyatakan sebagai keadaaan darurat kesehatan global.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan badan kesehatan PBB, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC), pemerintah daerah, dan mitra-mitranya meningkatkan respons mereka terhadap wabah ini.
"Namun, diperlukan lebih banyak dana dan dukungan untuk respons yang komprehensif," kata Tedros dalam sebuah pernyataan di X.
"Saya sedang mempertimbangkan untuk membentuk komite darurat Peraturan Kesehatan Internasional untuk memberi saran apakah wabah mpox ini harus dinyatakan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional,” kata Tedros seperti dilansir Daily Sabah, Selasa (6/8/2024).
PHEIC atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia adalah alarm tertinggi yang dapat dibunyikan oleh WHO. Tedros, sebagai direktur jenderal WHO, dapat mendeklarasikan keadaan darurat seperti itu atas saran dari komite ahli di bidangnya.
“Virus ini dapat dan harus ditanggulangi dengan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang intensif termasuk pengawasan, keterlibatan masyarakat, pengobatan dan pemberian vaksin yang ditargetkan bagi mereka yang berisiko tinggi terinfeksi,” kata Tedros.
Sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, mpox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia oleh hewan yang terinfeksi yang juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak fisik yang dekat.
Penyakit ini pertama kali ditemukan pada manusia pada 1970 di Republik Demokratik Kongo. Penyakit ini menyebabkan demam, nyeri otot dan lesi kulit seperti bisul. Wabah Mpox pernah membuat WHO mendeklarasikan PHEIC, yang berlangsung dari Juli 2022 hingga Mei 2023.
Lonjakan kasus
Dilansir AP, para pejabat kesehatan Afrika melaporkan kasus mpox telah meningkat 160 persen sepanjang 2024. Mereka memperingatkan bahwa risiko penyebaran lebih lanjut masih tinggi karena kurangnya perawatan atau vaksin yang efektif di benua tersebut.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika mengatakan dalam sebuah laporan bahwa mpox atau cacar monyet kini telah terdeteksi di 10 negara Afrika tahun ini, termasuk Kongo, yang memiliki lebih dari 96 persen kasus dan kematian. Para pejabat mengatakan hampir 70 persen kasus di Kongo terjadi pada anak-anak berusia di bawah 15 tahun, yang juga menyumbang 85 persen kematian. Diperkirakan ada 14.250 kasus sepanjang tahun ini, hampir sama banyaknya dengan tahun lalu. Dibandingkan dengan tujuh bulan pertama 2023, CDC Afrika mengatakan bahwa kasus meningkat 160 persen dan kematian meningkat 19 persen menjadi 456 kasus.
Burundi dan Rwanda sama-sama melaporkan virus ini untuk pertama kalinya pekan ini. Wabah baru juga diumumkan pekan ini di Kenya dan Republik Afrika Tengah, dengan kasus yang meluas ke ibukota yang padat penduduknya, Bangui.