JAKARTA, KOMPAS.com - Profil Agus Jabo Priyono menjadi sorotan setelah ditunjuk menjadi Wakil Menteri Sosial oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pengumuman anggota Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Agus Jabo Priyono, seorang politisi yang namanya kian mencuat di panggung politik Indonesia, saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA).
Partai PRIMA sendiri mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming dalam Pemilihan Presiden 2024.
Akan tetapi, kisah Agus Jabo tidak sebatas pada peran politiknya saat ini. Perjalanannya sudah dimulai jauh sebelumnya, saat ia masih berstatus pelajar hingga menjadi tokoh kunci dalam sejarah politik Indonesia.
Berasal dari latar belakang aktivis, Agus Jabo telah menunjukkan minat dan dedikasinya pada dunia pergerakan sejak usia muda.
Ketika masih duduk di bangku SMA, ia aktif menjadi kader Pelajar Islam Indonesia (PII), sebuah organisasi pelajar yang telah melahirkan banyak pemimpin masa depan.
Keterlibatannya dalam PII membentuk dasar pandangannya tentang pentingnya pergerakan sosial dan politik, sebuah semangat yang terus ia bawa hingga menempuh pendidikan tinggi di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.
Di kampus ini, Agus Jabo semakin memperdalam aktivitas organisasinya dan terlibat dalam berbagai gerakan mahasiswa.
Tidak hanya aktif di tingkat kampus, perannya dalam gerakan nasional semakin nyata saat ia terlibat dalam Gerakan Reformasi 1998, sebuah momentum penting dalam sejarah Indonesia yang menumbangkan rezim Orde Baru.
Agus Jabo dan rekan-rekannya menyuarakan perubahan, mendesak demokrasi yang lebih terbuka, dan menuntut penghapusan segala bentuk penindasan.
Perannya dalam reformasi menempatkan Agus Jabo sebagai salah satu tokoh muda yang dianggap memiliki visi pembaruan bagi Indonesia.
Pada 1996, bersama dengan sejumlah aktivis lainnya, Agus Jabo mendirikan Partai Rakyat Demokrasi (PRD).
Partai ini lahir dari semangat gerakan mahasiswa dan aktivis lintas kelompok masyarakat yang menginginkan perubahan radikal di Indonesia.
PRD dengan cepat menjadi wadah bagi mereka yang ingin memperjuangkan keadilan sosial dan politik di tengah dominasi Orde Baru.
Sebagai Ketua Umum PRD, Agus Jabo memimpin partai ini untuk turut serta dalam pemilihan umum 1999, pemilu demokratis pertama setelah jatuhnya Orde Baru.
Perjalanan politik Agus Jabo tidak berhenti di sana. Pada 2021, Agus Jabo bersama pengurus pusat PRD mendeklarasikan pembentukan partai baru, yakni Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA).
Partai ini diharapkan menjadi jembatan bagi aspirasi rakyat kecil dan kaum tertindas, dengan membawa visi keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan.
Di bawah kepemimpinan Agus Jabo, PRIMA berupaya mengambil peran strategis dalam perpolitikan nasional, terutama dalam kontestasi Pemilu 2024.