Yosef, kasus pembunuhan di Subang divonis 20 tahun penjara, sementara Ronald Tannur, anak mantan anggota DPR divonis bebas dari tuduhan pembunuhan kekasihnya. - Bagian all [837] url asal
JAKARTA, iNews.id- Dalam sepekan dua kasus pembunuhan mendapatkan vonis berbeda. Pelaku dan korban di dua kasus masing-masing merupakan orang dekat.
Yosef Hidayah, terdakwa dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, divonis 20 tahun penjara. Sementara itu, Gregorius Ronald Tannur, anak mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dinyatakan bebas dari tuduhan pembunuhan terhadap kekasihnya.
Sosok Yosef Hidayah maupun Ronald Tannur menyita perhatian publik setelah kasus yang menjerat masing-masing mencuat. Yosef Hidayah maupun Ronald Tannur terlibat dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian korban.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Yosep Hidayah, terdakwa kasus pembunuhan istrinya, Tuti Suhartini dan anaknya, Amalia Mustika Ratu di Jalancagak Subang pada 2021 silam bakal melakukan banding atas vonis 20 tahun penjara. Ia merasa dijadikan kambing hitam dalam kasus yang menjeratnya.
Rohman Hidayah kuasa hukum Yosep Hidayah mengatakan kliennya akan mengajukan banding. Ia merasa banyak saksi-saksi di persidangan yang tidak dipertimbangkan oleh hakim. "Surat pernyataan banding sudah kami tandatangan, kami akan banding," ucap dia, Jumat (26/7/2024).
Rohman menyebut penyidikan kasus yang menjerat kliennya tidak menerapkan scientific investigation. Bahkan terdapat DNA di baju terdakwa M Ramdanu tidak diperiksa termasuk keberadaan stik golf yang digunakan untuk memukul kedua korban.
"Nggak, itu tidak dilakukan. Salah satunya adalah DNA di baju Danu itu tidak dicari. (Stik golf) nggak ada. Sampai saat ini nggak ada," kata dia.
Ia merasa kliennya dijadikan kambing hitam dalam peristiwa itu. Oleh karena itu pihaknya mengajukan upaya hukum banding.
"Boleh dibilang dijadikan kambing hitam. Makanya kita mengajukan upaya hukum karena pak Yosep merasa dikambing hitamkan," kata Rohman.
Sebelumnya, Yosep Hidayah terdakwa kasus pembunuhan istrinya Tuti Suhartini dan anaknya Amalia Mustika Ratu di Jalancagak Subang divonis hukuman penjara 20 tahun. Ia terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama pada tahun 2021 silam.
Majelis hakim yang diketuai oleh Ardhi Wijayanto mengatakan terdakwa Yosep Hidayah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Ia menuturkan, tidak ada alasan pemaaf maupun pembenar dalam kasus tersebut.
"Mengadili, satu menyatakan terdakwa Yosep Hidayah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama," ucap hakim ketua saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Subang, Kamis (25/7/2024).
Dengan fakta tersebut, ia mengatakan majelis hakim memutuskan menjatuhkan pidana kepada terdakwa 20 tahun hukuman penjara. Putusan pidana tersebut dikurangkan dengan masa penahanan yang dijalankan terdakwa sebelum putusan dibacakan.
"Dua menjatuhkan pidana kepada terdakwa Yosep Hidayah dengan pidana penjara selama 20 tahun," kata Ardhi.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Yosep Hidayah terdakwa kasus pembunuhan istrinya Tuti Suhartini dan anaknya Amalia Mustika Ratu di Jalancagak Subang divonis hukuman 20 tahun penjara. Yosep dinilai terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama pada tahun 2021 silam.
Majelis hakim yang diketuai oleh Ardhi Wijayanto mengatakan terdakwa Yosep Hidayah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Ia menuturkan, tidak ada alasan pemaaf maupun pembenar dalam kasus tersebut.
"Mengadili, satu menyatakan terdakwa Yosep Hidayah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama," ucap hakim ketua saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Subang, Kamis (25/7/2024).
Dengan fakta tersebut, ia mengatakan majelis hakim memutuskan menjatuhkan pidana kepada terdakwa 20 tahun hukuman penjara. Putusan pidana tersebut dikurangkan dengan masa penahanan yang dijalankan terdakwa sebelum putusan dibacakan.
"Dua menjatuhkan pidana kepada terdakwa Yosep Hidayah dengan pidana penjara selama 20 tahun," kata Ardhi.
Ardhi mengatakan hal-hal yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatan terdakwa menghilangkan nyawa orang lain, menganggu ketenteraman dan keharmonisan di masyarakat. Selain itu, terdakwa berbelit-belit selama di persidangan.
Sedangkan hal-hal yang meringankan yaitu terdakwa belum pernah dihukum. Selain itu, bersikap sopan selama menjalani persidangan.
Sebelumnya, dalam surat dakwaan, pembunuhan terhadap Tuti dan Amalia berawal dari keluhan Yosep kepada Ramdanu, keponakannya, bahwa tidak memiliki uang di warung pecel lele Jalan Cagak, tanggal 17 Agustus 2021. Yosep pun bercerita kepada Danu bahwa selama ini diberi uang dari istrinya dengan cara dijatah.
Terdakwa pun meminta bantuan kepada Danu. Ia mengatakan akan 'memberikan pelajaran' kepada istri dan anaknya yang langsung disetujui Danu. Mereka pun langsung berangkat dari warung pecel lele ke rumah terdakwa dan korban usai membahas rencana 'memberikan pelajaran' kepada kedua korban.
Dalam rencana itu, Yosep meminta agar Danu mengambil golok di rumah dan berjaga-jaga di luar rumah. Selain itu, Danu diminta untuk menunggu instruksi dari Yosep.
Yosep pun memasuki ke dalam rumah dan bertemu dengan Tuti dan Amalia. Aksi pembunuhan pun terjadi saat tanggal 18 Agustus 2021 dini hari. Korban Tuti dipukul oleh stik golf dan dibacok menggunakan golok. Sedangkan korban Amalia dipukul stik golf dan dibenturkan kepalanya ke tembok.
Dalam kasus tersebut, Danu telah ditetapkan tersangka dan telah diserahkan ke Pengadilan Negeri Subang untuk menjalani persidangan. Sedangkan tersangka lainnya, Mimin, istri siri Yosep dan kedua anak tiri Yosep masih dalam penyidikan.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Subang menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Yosef Hidayah, terdakwa kasus pembunuhan terhadap istri dan anaknya. - Bagian all [194] url asal
SUBANG, iNews.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Subang menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Yosef Hidayah, terdakwa kasus pembunuhan terhadap istri dan anaknya. Putusan ini dibacakan pada Kamis (25/7/2024).
Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan, Yosef terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana terhadap Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu pada 18 Agustus 2021.
Pertimbangan yang memberatkan, yaitu sikap Yosef tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan.
"Perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain," ujar Ketua Majelis Hakim, Ardhi Wijayanto.
Setelah mendengar putusan tersebut, Yosef bersama kuasa hukumnya menyatakan keberatan atas putusan tersebut dan akan mengajukan banding. Mereka beralasan, majelis hakim tidak mempertimbangkan keterangan saksi meringankan dan tidak menindaklanjuti hilangnya rekaman CCTV yang dinilai penting dalam perkara ini.
"Kami meminta Polda Jabar untuk segera menangkap oknum polisi yang menghilangkan CCTV tersebut," ujar Rohman Hidayat, kuasa hukum Yosef.
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir dan akan menunggu arahan dari Kejaksaan Agung terkait upaya hukum selanjutnya.
Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini sempat menggemparkan publik karena melibatkan anggota keluarga korban. Setelah melalui proses penyelidikan panjang, polisi akhirnya menetapkan lima tersangka, termasuk Yosef.