Sri Mulyani: Inflasi Global Tinggi Imbas Mahalnya Biaya Sewa dan Upah Buruh - kumparan.com
Menkeu Sri Mulyani beberkan penyebab inflasi global yang tak kunjung turun.
(Kumparan.com) 08/07/24 14:44 10081019
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut inflasi global saat ini masih tinggi dan tak kunjung turun. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya sewa hingga upah tenaga kerja.
“Inflasi masih cukup keras kepala belum turun ini disebabkan kalau dulu adalah karena komoditas sekarang faktornya adalah pada rent atau biaya sewa dan juga upah tenaga kerja yang terjadi di negara-negara maju,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Senin (8/7).
Di samping itu, Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi global masih stagnan namun melambat. Dia memproyeksi ekonomi global tumbuh 3,2 persen di 2024.
“Pertumbuhan perekonomian global masih stagnan rendah ini juga merupakan pertumbuhan terlemah dalam dekade,” ungkapnya.
Bendahara negara itu menjelaskan dinamika moneter dan fiskal Amerika Serikat (AS) ini sangat mempengaruhi ekonomi dunia. Pasalnya, dolar AS menjadi penguasa mata uang global sejak 1920-an.
Faktor ekonomi lain seperti suku bunga dari Bank Sentral AS atau The Fed yang masih tinggi dalam waktu lama juga mempengaruhi keadaan ekonomi global. Dalam hal ini, mata uang garuda terdampak signifikan.
Berdasarkan data Bloomberg pada siang hari ini pukul 14:16 WIB, nilai tukar rupiah menguat 12 poin atau 0,07 persen di level Rp 16.265 per USD. Adapun, nilai tukar rupiah mulai menginjak Rp 16 ribu per USD sejak libur Lebaran 2024.
“Suku bunga yang higher for longer memang terjadi dan ini mempengaruhi kurs dari rupiah dan tentu juga proyeksi dari perekonomian di berbagai negara,” katanya.