Saham BTN (BBTN) Mendadak Bergairah Berkat Pembatalan Akuisisi Muamalat

Saham BTN (BBTN) Mendadak Bergairah Berkat Pembatalan Akuisisi Muamalat

Perdagangan saham BTN (BBTN) mendadak bergairah, setelah perseroan menegaskan tidak melanjutkan proses akuisisi Bank Muamalat, alias batal. - Halaman all

(InvestorID) 08/07/24 20:46 10108369

JAKARTA, investor.id – Perdagangan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN mendadak bergairah, setelah Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan bahwa perseroan tidak melanjutkan proses akuisisi PT Bank Muamalat Indonesia, alias batal.

Pernyataan bos BTN tersebut terlontar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/7/2024). “Pada dasarnya, kami tetap harus menjaga kesepakatan bersama mereka (Bank Muamalat). Tapi secara umum, kami sampaikan tidak akan meneruskan proses akuisisi,” ujar Nixon.

Dia tidak menjelaskan alasan lebih detail di balik keputusan tersebut karena menghormati perjanjian. Namun, informasi tersebut sudah disampaikan ke Kementerian BUMN selaku pemegang saham pengendali BTN dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yang pasti, keputusan pembatalan akuisisi Bank Muamalat diambil setelah manajemen BTN mendengarkan masukan dari tim appraisal dan konsultan kredibel tentang hasil uji tuntas (due diligence).

Pernyataan Nixon terlontar ketika sesi II perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berlangsung. Saat itu, harga saham emiten berkode BBTN tersebut naik 2,34% ke level Rp 1.310. Padahal, sepanjang sesi I, saham BBTN bergerak pada kisaran harga Rp 1.260-1.280. Saham BBTN akhirnya ditutup pada harga Rp 1.310.

“Pasar menyambut baik kabar tersebut. Batalnya akuisisi menunjukkan BBTN telah bersikap profesional, realistis, dan kredibel dalam melakukan aksi korporasi. Pelaku pasar mengapresiasi alasan BBTN terkait perbedaan visi untuk tidak melanjutkan proses akuisisi,” kata pengamat pasar modal, Yazid Muammar.

Pergerakan harga saham BBTN pun berbeda arah dengan saham bank BUMN lainnya. Pada perdagangan Senin (8/7), saham Bank Mandiri (BMRI) turun 3,1% ke level Rp 6.225. Begitu juga dengan saham BRI (BBRI) dan BNI (BBNI) yang terkoreksi 1,04% dan 0,4%. Adapun saham BSI (BRIS) terkikis 1,6% ke level Rp 2.450.

Menurut Yazid, saham BBTN selama tiga bulan terakhir bergerak lebih lambat dibandingkan bank BUMN lain yang sudah lebih dulu rebound. Salah satu pemberatnya adalah ketidakpastian isu akuisisi Bank Muamalat.

“Bagi investor, aksi ini bernilai signifikan karena terkait harga wajar Bank Muamalat dan kebutuhan investasi baru yang perlu diinjeksi ke bank hasil akuisisi tersebut. Jadi, investor selama ini memilih wait and see hingga informasi finalnya muncul. Sekarang keputusannya sudah jelas dan investor mengapresiasi dengan membeli saham BBTN,” tutur dia.

Selain itu, harga saham BBTN juga sudah terlalu murah (undervalued). Saat ini, BBTN diperdagangkan pada rasio price to book value (PBV) sebesar 0,6 kali.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bbtn #btn #saham-bbtn #bank-muamalat #nixon-lp-napitupulu #bank-tabungan-negara #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366412/saham-btn-bbtn-mendadak-bergairah-berkat-pembatalan-akuisisi-muamalat