Jamaah Islamiyah Bubar, Ideologi Ekstrem Ditinggalkan?
Para tokoh eks Jamaah Islamiyah dalam deklarasi pembubaran dianggap tidak secara lugas mengajak meninggalkan ideologi ekstrem yang mereka anut. Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 20:57 10108683
JAKARTA, KOMPAS.com - Pembubaran organisasi Jamaah Islamiyah (JI) dianggap belum menyelesaikan permasalahan ancaman terorisme di Tanah Air karena belum ada pernyataan kuat ideologi yang mereka anut selama ini tetap dibiarkan hidup di tengah para anggota dan simpatisannya.
Menurut pengamat terorisme dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak, dalam deklarasi yang dihadiri 16 orang tokoh penting dan berpengaruh di JI belum menjawab pertanyaan utama.
Yaitu apakah ideologi jihad yang mereka anut selama ini masih dibiarkan atau mereka juga mengajak para anggota dan pengikutnya meninggalkan hal itu.
"Pertanyaan pentingnya, deklarasi pembubaran JI apa berarti juga bubarnya ideologi mereka? Saya ragu," kata Zaki saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/7/2024).
Menurut Zaki, dalam 6 poin deklarasi pembubaran JI tidak satupun ada pengakuan bahwa pemahaman dan ideologi (manhaj) jihad mereka anut keliru, sehingga patut ditinggalkan dan akan dikoreksi.
"Jadi tetap perlu ada kewaspadaan. Jika ideologi jihadisnya masih terus aktif, pembubaran organisasi JI itu tidak banyak artinya," ucap Zaki.
Maka dari itu Zaki berharap aparat penegak hukum tidak mengendurkan pengawasan terhadap sel-sel teroris yang bergerak dalam skala kecil.
"Di Indonesia, potensi mereka melakukan serangan teror masih mungkin terjadi. Repotnya, karena mereka berupa sel-sel kecil, lebih sulit untuk dideteksi," ucap Zaki.
Zaki menyampaikan, dalam 1 dasawarsa belakangan JI mengubah taktik gerakan mereka dari aksi kekerasan menjadi dakwah, membangun sumber daya manusia para anggota, penguatan ekonomi, dan latihan militer para kadernya.
Meski begitu, Zaki menilai potensi aksi kekerasan dari kelompok internal yang menolak pembubaran JI masih sangat mungkin terjadi di masa mendatang jika mereka menganggap sudah mempunyai kekuatan cukup.
"Untuk jangka pendek, JI belum menjadi ancaman. Tapi nanti kalau sudah kuat, akan membahayakan," ucap Zaki.
JI dibentuk oleh Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar pada 1993. Mereka memiliki landasan ideologi dari gerakan Negara Islam Indonesia (NII) pimpinan Kartosuwiryo yang didirikan pada 1948, dan bercita-cita mendirikan negara Islam di Asia Tenggara.
Kelompok JI kemudian berafiliasi dengan organisasi teroris Al Qaeda, dan menjadi dalang sejumlah aksi teror bom di Tanah Air.
Jejak aksi teror JI yakni bom di gereja-gereja di 13 kota pada malam Natal tahun 2000, bom Bali I pada 12 Oktober 2002, teror bom Hotel JW Marriott di Mega Kuningan-Jakarta pada 5 Agustus 2003.
Kemudian aksi teror bom Bali II pada 1 Oktober 2005, dan bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Mega Kuningan-Jakarta pada 17 Juli 2009.
Setelah itu, satu-persatu petingginya ditangkap aparat kepolisian dalam sejumlah operasi.
Deklarasi pembubaran JI disampaikan di Bogor, Jawa Barat, pada 30 Juni 2024 lalu.
Staf Khusus Menteri Agama (Menag) bidang radikalisme dan intoleransi Nuruzzaman menyambut baik pengumuman terbuka atas pembubaran JI.
Nuruzzaman pun mengapresiasi pendekatan deradikalisasi yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri atas pembubaran organisasi tersebut.
Pembubaran JI diumumkan melalui rekaman video yang memuat pernyataan atas hasil kesepakatan majelis para senior dengan para pimpinan lembaga pendidikan dan pondok pesantren yang berafiliasi dengan Al Jamaah Al Islamiyah.
Ada enam pernyataan sikap yang disampaikan atas nama 16 orang yang diumumkan dalam rekaman video tersebut.
Salah satunya poinnya menyatakan pembubaran JI dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu, ditegaskan juga kesiapan mereka untuk mengikuti peraturan hukum yang berlaku di NKRI serta berikut konsekuensi logisnya.
Mereka juga menegaskan kesiapannya untuk terlibat aktif mengisi kemerdekaan sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat.
#terorisme #ekstremisme #jamaah-islamiyah #jamaah-islamiyah-bubarkan-diri #jamaah-islamiyah-kembali-ke-nkri