Menkeu Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Hingga Akhir 2024 Capai 5,2%
Pertumbuhan ekonomi semester II-2024 akan ikut menopang pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun capai 5,2%. - Halaman all
(InvestorID) 09/07/24 12:24 10186381
JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun 2024 akan berada pada kisaran 5 sampai 5,2%. Perekonomian semester II-2024 masih akan ditopang oleh permintaan domestik dan inflasi yang terus terjaga.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri akan menjadi bantalan di tengah gejolak perekonomian global. Indikator perekonomian dalam negeri terus dijaga sebab tekanan dari sisi perekonomian global berada di luar kendali pemerintah.
“Kita harus tetap waspada terhadap lingkungan global terutama di-drive perubahan dari pemerintahan dengan hasil pemilu dan hubungan antar negara-negara yang mengalami ketegangan yang sangat penting dengan geopolitik meningkat,” ucap Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi semester I-2024 diperkirakan akan bertahan di atas 5%. Dari sisi konsumsi yang masih kuat seiring dengan inflasi yang terkendali, kenaikan gaji aparatur sipil negara, pemberian tunjangan hari raya, dan gaji ke 13, serta kegiatan pemilu. Dorongan dari sisi konsumsi ini akan memberikan daya ungkit ke pertumbuhan ekonomi nasional. Dari sisi investasi disokong oleh pelaksanaan proyek strategis nasional yang masih berjalan.
“Kinerja ekspor yang masih mengalami pelemahan dibandingkan semester I-2023 namun masih positif ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi semester I-2023,” tutur Sri Mulyani.
Sebelumnya Direktur PricewaterhouseCoopers Indonesia (PwC) Indonesia, Julian Smith memperkirakan konsumsi rumah tangga akan tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di tahun 2024 ini. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,2% pada tahun 2024. Kendala untuk mencapai target tersebut yaitu penurunan harga komoditas dan kondisi perekonomian Tiongkok yang menjadi mitra dagang utama Indonesia.
“Konsumsi domestik, yang menyumbang 57% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2023, diperkirakan akan tetap menjadi kontributor utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi terutama setelah memperhitungkan kenaikan gaji sebesar 8% untuk 3,7 juta pegawai negeri serta peningkatan belanja untuk kegiatan terkait pemilu,” pungkas Julian.
Editor: Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@ymail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pertumbuhan-ekonomi #sri-mulyani #menteri-keuangan #pwc #berita-ekonomi-terkini