Bertemu Grand Syekh, Jokowi Ingin Al-Azhar Bangun Pusat Pengembangan di RI

Bertemu Grand Syekh, Jokowi Ingin Al-Azhar Bangun Pusat Pengembangan di RI

Presiden Jokowi menyampaikan tiga hal saat bertemu Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Al Tayeb. Apa saja? Halaman all

(Kompas.com) 09/07/24 14:56 10196574

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ingin Al-Azhar membangun pusat pengembangan (markaz tathwir) di Indonesia.

Hal ini merupakan salah satu dari tiga pesan yang disampaikannya saat bertemu dengan Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Al Tayeb, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2024).

"Bapak Presiden di dalam pembicaraan mendorong pembentukan markaz tathwir Al-Azhar untuk cabang Indonesia," kata Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2024).

Retno mengatakan, Kepala Negara menyampaikan bahwa Mesir sudah sejak lama menjadi tujuan studi pelajar Indonesia, dengan porsi 95 persen WNI yang tinggal di Mesir adalah pelajar Indonesia.

Adapun pesan kedua yang disampaikan Presiden Jokowi adalah pentingnya perdamaian dan toleransi. Pasalnya saat ini, perang dan konflik terjadi di mana-mana termasuk di Gaza, Palestina.

"Oleh karena itu, Bapak Presiden menekankan pentingnya kita untuk terus menyuarakan gencatan senjata yang permanen, mempermudah akses bantuan kemanusiaan dan pentingnya segera perdamaian dapat diwujudkan," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Grand Syekh mengaku setuju dengan pandangan Jokowi soal perdamaian. Menurutnya, perang harus diakhiri dan perdamaian harus diwujudkan.

Oleh karenanya, diperlukan sebuah persatuan di dunia ini. Negara-negara di dunia harus mendorong perdamaian di Gaza, di bangsa Palestina, termasuk persatuan di antara negara-negara muslim.

"Bapak Presiden menyampaikan bahwa pemerintah Mesir telah banyak memfasilitasi bantuan kemanusiaan dan tentunya ajakan perdamaian. Bapak Presiden menyampaikan ajakan perdamaian dari Grand Syekh akan sangat berarti bagi bangsa Palestina," tutur Retno.

Sementara itu, pesan ketiga yang disampaikan mantan Wali Kota Solo ini mengenai pentingnya penguatan dialog antaragama.

Presiden, kata Retno, mengatakan Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk. Toleransi telah menjadi DNA Indonesia sejak lama.

Dari dekat lanjutnya, Indonesia terus mengikuti peran dan reputasi dari Al-Azhar dalam mendorong toleransi dan moderasi.

"Pak Presiden menekankan pentingnya upaya bersama untuk meningkatkan nilai toleransi dan perdamaian melalui dialog lintas agama guna mencegah tumbuh suburnya ekstrimisme dan islamophobia," jelas Retno.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi menerima kunjungan kerja Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Al Tayeb, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2024).

Pantauan Kompas.com, Presiden Jokowi dan Grand Syekh masuk ke dalam ruang utama Istana Merdeka pada pukul 10.58 WIB.

Presiden mempersilakan Grand Syekh untuk menuju ke tengah ruangan dan berfoto bersama. Ia nampak berdiri sejajar dan bersalaman beberapa saat untuk pengabadian gambar.

Keduanya terlihat berpakaian serasi dengan nuansa abu-abu. Kepala Negara menggunakan jas abu-abu, senada dengan celananya. Dilengkapi dengan dasi biru dongker dan kopiah berwarna hitam.

Sedangkan, Grand Syekh menggunakan baju panjang atau jubah khas Arab berwarna abu-abu dengan peci putih.

Setelahnya, Jokowi mempersilakan Grand Syekh duduk di kursi untuk mengisi buku tamu.

Pengisian buku itu berlangsung selama dua menit lebih sebelum akhirnya selesai dan berdiri kembali. Adapun selama pengisian, Presiden berdiri di sisi kirinya sembari menunggu Grand Syekh selesai mengisi buku tamu.

Kemudian, keduanya lantas masuk ke dalam Istana Merdeka untuk melangsungkan perbincangan.

#al-azhar #jokowi #jokowi-bertemu-grand-syekh-al-azhar

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/09/14560331/bertemu-grand-syekh-jokowi-ingin-al-azhar-bangun-pusat-pengembangan-di-ri