Menko PMK: Tingkat Kemiskinan Turun, Tapi Lambat Sekali
Tingkat kemiskinan RI sampai Maret 2024 memang turun menjadi 9,03%, tetapi masih jauh untuk mencapai target 7,5% di akhir tahun ini. - Halaman all
(InvestorID) 09/07/24 15:46 10201392
JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungumkan tingkat kemiskinan di Indonesia menurun menjadi 9,03% dan kemiskinan ekstrem menurun menjadi 0,83%. Namun demikian, penurunan tingkat kemiskinan terbilang lambat untuk mencapai target 7,5% di akhir 2024 ini.
“Bahwa kemiskinan ekstrem maupun kemiskinan Indonesia pada tahun 2024 per Maret itu mengalami penurunan, yaitu yang miskin 9,03% sedangkan kemiskinan ekstrem 0,83%,” kata Muhadjir di acara Pemaparan Pembelajaran inovasi dan praktik baik “pemanfaatan data P3KE untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem” di Kantor Kemenko PMK, Selasa(9/7/2024).
Namun demikian, Muhadjir mengungkapkan bahwa penurunan kemiskinan ini dinilai sangat lambat. Target dari pemerintah sendiri mengharapkan angka kemiskinan dapat berada di angka 8% pada akhir tahun 2024 ini.
“Penurunan kemiskinan ini sangat lambat sekali. Dan untuk kemiskinan tahun lalu 9,93% sebelum sampai di angka 8%. Saya berharap di akhir tahun 2024 target dari pemerintah semoga kita bisa di angka 8% walaupun itu masih jauh dari target yang sesungguhnya yaitu 7,5%.”
Selain itu, Muhadjir mengatakan angka kemiskinan Indonesia per Maret 2024 mengalami penurunan jadi 9,03%. Angka ini turun 0,33% ketimbang Maret 2023 yang tercatat sebesar 9,36%. Muhadjir berharap ke depannya angka kemiskinan menurun dengan terus memberikan bantuan untuk masyarakat miskin dengan pemerataan bansos di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebanyak 25,22 juta orang. Dalam kurun tahun 2014 hingga 2024, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 3,06 juta orang atau turun sekitar 2,22%.
Pada Maret 2014 jumlah penduduk miskin sebanyak 28,28 juta orang (dengan persentase penduduk miskin 11,25%), setelah itu tingkat kemiskinan terus menurun hingga Maret 2019 yang sebanyak 25,14 juta orang (9,41%). Namun, saat pandemi Covid-19 penduduk miskin meningkat pada Maret 2020 sebanyak 26,42 juta orang (9,78%), dan Maret 2021 mencapai 27,54 juta orang (10,14%). Setelah periode tersebut penduduk miskin terus menurun sampai pada Maret 2024 sebanyak 25,22 juta orang (9,03%).
Secara rata-rata jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 300 ribu orang per tahun. Penurunan kemiskinan terjadi di wilayah perdesaan dan perkotaan dengan laju penurunan di perdesaan lebih tinggi dibanding perkotaan. Tingkat kemiskinan pada Maret 2024 sebesar 9,03% merupakan tingkat kemiskinan terendah pada satu dekade ini.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #tingkat-kemiskinan #tingkat-kemiskinan-ekstrem #target-tingkat-kemiskinan #kemiskinan #menko-pmk-muhadjir-effendy #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/macroeconomy/366502/menko-pmk-tingkat-kemiskinan-turun-tapi-lambat-sekali