Defisit APBN 2,7 Persen dari PDB, Menko Airlangga Sebut Masih Aman Halaman all - Kompas.com
Proyeksi defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) cukup baik untuk ekonomi ke depannya. Halaman all
(Kompas.com) 09/07/24 14:47 10201501
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menilai, proyeksi defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) cukup baik untuk ekonomi ke depannya.
“Itu bagus, artinya masih di bawah 3 persen,” kata Airlangga di Main Hall BEI, Selasa (9/7/2024).
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memproyeksi, defisit APBN tahun ini akan lebih besar dari target yang telah ditetapkan.
SHUTTERSTOCK/KATJEN Ilustrasi keuangan, sektor keuangan.Hal ini seiring dengan pendapatan negara yang diproyeksi tidak mencapai target. Sri Mulyani mengatakan, hingga pengujung tahun 2024, defisit APBN diprediksi mencapai Rp 609,7 triliun atau setara 2,7 persen terhadap PDB.
Angka itu lebih tinggi dari yang ditetapkan dalam APBN, yakni defisit sebesar Rp 522,8 triliun atau setara 2,29 persen terhadap PDB.
"Ini artinya terjadi kenaikan defisit," kata dia, dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Airlangga menilai bahwa target tersebut sudah sesuai dengan kisaran yang ditetapkan. Menurut dia, hingga 2025 proyeksi tersebut masih di bawah 3 persen.
“Kemarin kan sudah pembahasan antara itu sampe 2,8 persen, jadi kalau 2,7 itu dalam range yang baik,” ujarnya.
“Kan 2025 (proyeksi) di bawah 3 persen, masih aman lah, mau cari yang enggak aman?” lanjut dia.
Sri Mulyani mengatakan, kenaikan defisit APBN dipicu oleh sebagian besar pos pendapatan negara yang diprediksi tidak mencapai target. Sumber utama pendapatan negara, yakni penerimaan pajak, diproyeksi mencapai Rp 1.921,9 triliun hingga akhir tahun ini.
Angka itu setara dengan 96 persen dari target yang ditetapkan, yakni Rp 1.988,9 triliun.