Koalisi Indonesia Maju Dinilai Tak Solid Usai Golkar dan Gerindra Usung Paslon Berbeda pada Pilkada Tangsel

Koalisi Indonesia Maju Dinilai Tak Solid Usai Golkar dan Gerindra Usung Paslon Berbeda pada Pilkada Tangsel

Pengamat menilai Koalisi Indonesia Maju (KIM) tidak solid karena beberapa partai, yakni Golkar dan Gerindra usung paslon berbeda pada Pilkada Tangsel. Halaman all

(Kompas.com) 09/07/24 18:14 10210884

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai, koalisi partai politik pengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Koalisi Indonesia Maju (KIM), tidak solid pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Hal ini sehubungan dengan dua partai yang tergabung di dalam KIM, yakni Golkar dan Gerindra yang mengusung bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berbeda pada Pilkada 2024.

Seperti diketahui, Golkar mengusung Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan, sedangkan Gerindra mengusung Ahmad Riza Patria-Marshel Widianto.

"Munculnya nama-nama seperti Riza Patria ataupun Marshel (sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel) ini dalam banyak hal mengonfirmasi bahwa kubu KIM dalam banyak hal juga tidak solid," kata Adi dalam Obrolan Newsroom Kompas.com, Senin (8/7/2024).

Adi mengatakan, KIM selalu menyampaikan bahwa mereka mencoba untuk selalu solid pada Pilkada 2024 secara nasional, khususnya di berbagai wilayah-wilayah kunci.

Namun, apa yang disampaikan pada akhirnya tak bisa terbukti pada Pilkada Tangsel.

"Dengan Gerindra mendeklarasi Riza Patria dengan Marshel, ini tentu akan melawan jagoan yang akan diusung oleh Golkar, yaitu Benyamin Davnie dengan Pilar Saga Ichsan, petahana," jelas Adi.

"Kalau mau jujur sebenarnya akan terjadi perang saudara dalam tanda kutip ya. Perang saudara antar partai-partai yang ada di KIM. Ini terjadi tentu ada deadlock politik, khususnya di Banten secara umum," sambung Adi.

Menurut Adi, ada titik temu yang pada akhirnya tak bisa dikompromikan oleh Golkar dan Gerindra terkait Pilkada Tangsel.

Hal itu membuat kedua partai yang sama-sama berada KIM tersebut pisah jalan pada Pilkada Tangsel.

"Kalau melihat hitungan rata-rata secara umum sepertinya Benyamin dan Pilar Saga Ichsan itu memang tidak bisa dipisahkan dan akan duet untuk yang kedua kalinya," kata Adi.

"Dalam hal itulah tentu Gerindra sebagai partai pemenang Pilpres, karena misalnya tidak dapat slot untuk mendampingi Benyamin Davnie tentu pada level confident di atas rata juga mengusulkan kader terbaik mereka, Ahmad Riza Patria untuk bertarung di Tangerang Selatan berpasangan dengan komika Marshel," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan, akan kembali mencalonkan diri pada Pilkada 2024.

Kepastian langkah tersebut setelah Benyamin dan Pilar yang merupakan kader Golkar telah mendapatkan mandat dari pimpinan partai.

"Pertama saya telah diberikan surat tugas dari Partai Golkar. Surat tugas saya, dengan bang Pilar hanya kami berdua," ujar Benyamin saat dikonfirmasi, Sabtu (20/4/2024).

Adapun Gerindra akan mengusung eks Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan, berpasangan dengan Marshel Widianto sebagai bakal calon wakil wali kota.

#ahmad-riza-patria #golkar #gerindra #pilkada-2024 #benyamin-davnie-pilar-saga-ichsan #marshel-widianto

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/09/18144101/koalisi-indonesia-maju-dinilai-tak-solid-usai-golkar-dan-gerindra-usung