Menag Sebut Skema Murur Sukses Atasi Penumpukan Jemaah di Muzdalifah
Skema murur adalah skema jemaah haji tidak menginap di Muzdalifah setelah menjalani wukuf di Padang Arafah Halaman all
(Kompas.com) 09/07/24 18:51 10215606
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, skema murur pada pelaksanaan ibadah haji 2024 sukses mengatasi masalah penumpukan haji di Muzdalifah.
Skema murur adalah skema jemaah haji tidak menginap di Muzdalifah setelah menjalani wukuf di Padang Arafah. Skema ini kebanyakan diikuti oleh para jemaah yang sudah berusia lanjut.
"Alhamdulillah murur juga bisa berjalan dengan baik dan lancar. Dan itu mengatasi selama ini stuck (penumpukan jemaah) di Muzdalifah," kata Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Yaqut menyebutkan, skema murur yang baru dilakukan pada tahun ini membuat pemberangkatan jemaha haji ke Mina lebih cepat.
Biasanya, jemaah haji paling cepat baru bisa diberangkatkan ke Mina sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat.
Sementara, skema murur memungkinkan jemaah haji lebih cepat diberangkatkan, yakni pada pukul 08.00 pagi waktu setempat.
"Jam 07.32 tepatnya itu bersih semua Muzdalifah. Jadi itu. Soal di Mina kemudian ada berdesak-desakan ya kita ini kuotanya ditambah, tapi space-nya tetap tidak diberikan tambahan. Jadi itu konsekuensi logis," ujar dia.
Oleh sebab itu, Kementerian Agama akan meminta pemerintah Arab Saudi untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi jemaah Indonesia untuk mengikuti skema murur.
"Ini tentu butuh evaluasi bersama untuk dilakukan perbaikan. Ya kita juga sudah minta pemerintah Saudi (Arab Saudi) bagaimana supaya memberikan space yang lebih itu lah. Kita akan berjuang, kita berjuang karena keputusan di sana, bukan di sini. Kita ini berjuang," kata Yaqut.