Pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera, Hutama Karya Minta PMN Rp 13,8 Triliun
Pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) yang memiliki total panjang 2.854 kilometer (km) dibagi menjadi 4 tahap. Halaman all
(Kompas.com) 09/07/24 14:13 10220629
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) mengajukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 13,8 triliun untuk tahun 2025. Suntikan dana itu bakal digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS).
"Permohonan PMN 2025 untuk Hutama Karya sebesar Rp 13,8 triliun yang akan dialokasikan untuk memenuhi sebagian porsi ekuitas pada sejumlah ruas JTTS," ujar Budi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Secara rinci, PMN di 2025 akan digunakan untuk pembangunan ruas tol Jambi-Rengat senilai Rp 7,6 triliun, ruas Rengat-Junction Pekanbaru senilai Rp 5,8 triliun, dan perencanaan teknis JTTS tahap III senilai 400 miliar.
Adapun pengerjaan ruas tol Jambi-Rengat dan ruas Rengat-Junction Pekanbaru masuk pada rencana pembangunan JTTS tahap II.
Budi menjelaskan, pembangunan JTTS yang memiliki total panjang 2.854 kilometer (km) dibagi menjadi empat tahap.
Pada tahap pertama, sudah ada sembilan ruas yang sudah beroperasi penuh, dan sisanya di tahap konstruksi. Targetnya, pengerjaan tahap pertama rampung pada tahun ini.
Tahap kedua, pembangunan ruas backbone yang menghubungkan Palembang-Pekanbaru. Sedangkan tahap ketiga, pembangunan ruas backbone lanjutan yang menghubungkan Pekanbaru-Aceh.
"Progres JTTS yang dibiayai PMN sampai 30 Juni 2024, Hutama Karya telah membangun sepanjang 800 km dan ditambah akan selesai Oktober ini ada 166 km. Jadi sampai Oktober akan beroperasi 996 km," jelas Budi.
Ia menambahkan, selama periode 2015-2024, Hutama Karya telah mendapatkan PMN sebesar Rp 131 triliun yang telah terserap sebesar Rp 92,4 triliun atau sekitar 75 persen hingga Juni 2024.
Menurutnya, PMN memiliki peranan krusial bagi Hutama Karya untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas perusahaan dalam melanjutkan pelaksanaan penugasan percepatan pembangunan JTTS.
Budi bilang, manfaat PMN pada proyek JTTS ini meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatera sehingga mampu menurunkan waktu tempuh dan biaya transportasi. Lalu meningkatkan potensi penerimaan fiskal sebagai dampak terbangunnya JTTS.
"(JTTS) juga meningkatkan potensi penerimaan fiskal dan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sepanjang koridor di JTTS," ucapnya.