Dengar Kondisi Tekstil RI

Dengar Kondisi Tekstil RI "Babak Belur" Kena Serangan Impor, Wakil Ketua Komisi VII DPR: Saya Ikut Stress Halaman all - Kompas.com

Dengar aduan Kemenperin ada 11.000 orang yang harus di-PHK buntut banyaknya pabrik tekstil yang tutup, Wakil ketua Komisi VII DPR ikut stress. Halaman all

(Kompas.com) 09/07/24 23:00 10234976

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengaku naik tensi lantaran mendengar kondisi industri tekstil yang babak belur lantaran banjirnya produk impor di Tanah Air.

Hal itu bermula ketika Plt Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Reni Yunita mengungkap bahwa volume impor tekstil naik semenjak terbitnya Permendag 8/2024. Naik pada bulan Mei 2024 menjadi 194.870 ton dari semula 136.360 ton pada April 2024.

Imbasnya ada 11.000 orang yang harus dirumahkan alias di-PHK buntut banyaknya pabrik tekstil yang tutup.

“Akibatnya ada 11.000 orang yang terpaksa di-PHK karena dampak diberlakukannya Permendag 8/2024,” lapor Yunita saat RDP bersama dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Lantas, usai melakukan paparan dari Kementerian Perindustrian, Eddy pun menanggapi laporan tersebut.

Eddy mengaku mendengar paparan itu membuat dia stres hingga naik tensi.

“Terus terang saya mendengar paparan ibu, saya stress. Saya stres cemas karena saya tidak menyangka industri tekstil kita begitu lemahnya, ketergantungan kita pada impor yang begitu besarnya, ketidakmampuan kita menangkal impor yang kalah bersaing dengan produk dalam negeri,” ujar Eddy.

Eddy juga mengaku miris lantaran Indonesia yang memiliki pasar yang luas namun yang menguasai malah negara asing.

“Kita kalah bersaing karena impor begitu murah harganya. Dan daya saing kita juga lemah. Saya stres karena kita yang punya pasar tapi orang lian yang menguasai terus terus menerus. Saya terus terus terang mudah-mudahan enggak naik nih tensi saya, tapi ternyata naik juga loh ini. Ini saya kaget mendengarnya,” katanya.

Hal ini juga diamini oleh anggota Komisi VII DPR RI dari partai fraksi PAN Nasril Bahar. Dia mengaku miris mendengar kondisi tekstil saat ini. Dia pun membandingkan kondisi tekstil saat ini jauh lebih merosot jika dibandingkan dengan kondisi tekstil di era zaman Orde Baru.

“Zaman Orde Baru Suharto itu cukup baik, nah sekarang lompatannya itu menurun, bukan cukup baik,” katanya.

Oleh sebab itu dia berharap, agar pemerintah bisa fokus dalam menentukan kebijakan yang tepat.

“Fokus dalam menentukan kebijakan terhadap perkembangan dan kemajuan industri kita. Jangan terlalu fokus sama yang terlalu tinggi tapi yang di bawah berantakan,” pungkasnya.

#jakarta #industri-tekstil #impor #komisi-vii-dpr

https://money.kompas.com/read/2024/07/09/230000426/dengar-kondisi-tekstil-ri-babak-belur-kena-serangan-impor-wakil-ketua-komisi?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner