Soal Kaesang Maju Pilkada, Pengamat: Kalau Mau Tantangan ke Jakarta, tapi Potensi Menang di Jateng

Soal Kaesang Maju Pilkada, Pengamat: Kalau Mau Tantangan ke Jakarta, tapi Potensi Menang di Jateng

Pengamat politik Agung Baskoro sebut peluang Kaesang menang lebih besar di Jateng. Tapi, kalau mau tantangan maka maju pada Pilkada Jakarta Halaman all

(Kompas.com) 10/07/24 09:14 10288614

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menyebutkan bahwa Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berpeluang maju sebagai calon gubernur (cagub) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah (Jateng).

Sementara di Jakarta, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu dinilai lebih berpeluang diusung sebagai calon wakil gubernur (cawagub).

Sebab, menurut Agung, Kaesang memiliki modal elektabilitas di Jawa Tengah, sebagaimana terekam dari hasil survei terkini yang dikeluarkan beberapa lembaga survei.

“Kalau pandangannya dari sisi elektoral otomatis lebih berpotensi dia (Kaesang) menang di Jawa Tengah dan ini bisa membuat partai-partai melirik Kaesang sebagai calon yang potensial untuk dilirik bahkan direkomendasikan dibanding ketika dia maju di Jakarta sebagai calon gubernur,” kata Agung dalam program Obrolan Newsroom bersama Kompas.com, Selasa (9/7/2024).

“Beda halnya kalau misalkan tetap maju di Jakarta, maka arahnya yang paling realitis adalah calon wakil gubernur,” ujarnya.

Selain itu, dia menyebut bahwa keluarga Solo atau Jokowi sudah lama menanamkan pengaruhnya di Jawa Tengah. Oleh karenanya, langkah Kaesang maju pada Pilkada Jateng lebih mudah ketimbang Jakarta.

Apalagi, sebagai anak Jokowi dan adik dari Wakil Presiden (Wapres) RI terpilih Gibran Rakabuming Raka, Kaesang memiliki akses yang cukup dengan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Kemudian, Presiden Jokowi secara tidak langsung sudah memberikan restu kepada Kaesang, dengan mengatakan bahwa orangtua hanya mendoakan anaknya.

"Suka atau tidak, kode keras ini menjadi penting dibaca oleh semua partai di KIM bahwa restu istana sudah turun. Istana ini kan berkuasa sampai 20 Oktober 2024, jadi mau enggak mau, menurut saya tidak ada pilihan dari KIM selain mendukung di manapun Kaesang akan maju Pilkada nanti,” ujarnya.

Kondisi yang lebih menantang, menurut Agung, akan terjadi apabila Kaesang tetap memaksakan maju pada Pilkada Jakarta. Sebab, kemungkinan bakal melawan Anies Baswedan dengan tingkat elektabilitas moncer berdasarkan hasil survei terkini.

Agung menyebutkan, Jakarta dengan demografi penduduknya yang sangat rasional, terdidik, dan tingkat ekonomi yang terbilang mapan juga bakal jadi tantangan buat Kaesang yang belum memiliki pengalaman sebagai kepala daerah.

Apalagi, pertarungan dalam pilkada lebih pada pertarungan figur. Sehingga, siapa pun yang maju sebagai kepala daerah pasti akan dikuliti. Sedangkan partai politik hanyalah pelengkap.

Peluang Kaesang maju sebagai calon wakil gubernur (cawagub) juga dinilai masih menunggu kepastian dari kesepakatan partai yang tergabung dalam KIM.

Menurut Agung, peluang Kaesang diusung menjadi cawagub pada Pilkada Jakarta membesar jika terjadi deadlock di KIM soal nama yang dimajukan.

“Misalkan Ridwan Kamil akhirnya maju di Jawa Barat bukan Jakarta, atau ketika Ridwan Kamil kebingungan mencari wakilnya jadi nama Kaesang bisa mencuat,” kata Agung.

“Otomatis Kaesang mencuat karena di Golkar kita tahu masih belum jelas namanya siapa, Gerindra juga, Demokrat apalagi. Nah mau enggak mau, Kaesang ini bisa sebagaimana Gibran sebagai wakilnya Prabowo waktu itu,” ucapnya.

Namun, Agung menggarisbawahi bahwa peluang Kaesang hanya sebatas cawagub karena ada nama-nama lain yang secara elektabilitas lebih moncer, seperti Anies dan Ridwan Kamil.

Hanya saja, dia menyebut bahwa pilihannya ada pada Kaesang. Apakah ingin mengikut langkah sang ayah yang sukses di Jakarta hingga menjadi presiden, serta mengikuti langkah sang kakak yang sukses menjadi wakil presiden. Atau, memilih jalan baru dengan maju pada Pilkada Jateng 2024.

“Berdasarkan hasil survei sementara ini memang baiknya di Jawa Tengah, potensi menangnya besar. Tetapi, dia kalau ingin tantangan, dia harus ke Jakarta. Nah, tinggal Kaesang memilih yang mana, yang zona menangnya luas atau yang tantangannya besar,” kata Agung.

Namun, dia juga mengingatkan bahwa jalan Kaesang menang pada pilkada tidak akan mudah. Sebab, area pertarungannya akan lebih sempit ketimbang pemilihan presiden (pilpres). Lalu, faktor rekam jejak juga lebih diutamakan oleh pemilih.

“Yang jelas jalan Kaesang untuk menang di Pilkada saya rasa tidak akan sesederhana ketika Gibran maju ya (di pilpres),” ujar Agung.

Moncer di Jawa Tengah

Sebagaimana diketahui, hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkini, nama Kaesang unggul sementara sebagai daftar calon gubernur Jateng 2024.

Responden survei yang memilih Kaesang sebesar 15,9 persen. Posisi kedua ditempati oleh Irjen Pol Ahmad Luthfi dengan suara responden 12,9 persen.

Sementara itu, Bambang Wuryanto dipilih 5,8 persen responden, Sudaryono 4,7 persen, dan Hendrar Prihadi sebanyak 4,7 persen.

Survei LSI tersebut dilakukan pada 21-26 Juni 2024 dengan mewawancarai 1.200 responden. Wawancara dilakukan melalui telepon.

Adapun margin of error survei kurang lebih sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Hasil yang hampir serupa juga terlihat dari survei Indikator Politik Indonesia. Dalam survei yang bertajuk “Siapa Kuat di Jawa Tengah? Dinamika Elektoral Jelang Pilkada”, nama Kaesang mendapatkan elektabilitas tertinggi.

Kaesang menempati peringkat pertama dalam simulasi 10 dan 20 nama.

Dalam simulasi 10 nama dengan pertanyaan, "seandainya pemilihan langsung gubernur Jawa Tengah dilaksanakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara nama berikut-berikut ini…", Kaesang memeroleh elektabilitas 22,8 persen

Urutan kedua ditempati Irjen Pol Ahmad Lutfhi dengan elektabilitas 18,7 persen. Lalu, di posisi ketiga Taj Yasin Maimoen dengan 12,7 persen.

Survei Indikator Politik tersebut memiliki margin of error lebih kurang 3,5 persen.

Digadang-gadang maju di Jakarta

Namun, Kaesang diketahui sebelumnya digadang-gadang bakal maju pada Pilkada Jakarta 2024.

Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bahkan mengungkapkan, pernah mengusulkan Kaesang maju pada Pilkada Jakarta, kepada Presiden Jokowi.

Kemudian, PAN dan Gerindra juga mengusulkan agar Kaesang mendampingi Ridwan Kamil maju pada Pilkada Jakarta.

Namun, hingga kini belum ada keputusan dari KIM terkait pasangan yang bakal diusung sebagai calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jakarta.

Pernyataan cukup kontroversial bahkan sempat dilontarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi terkait Kaesang pada 27 Juni 2024.

Dia menyebut bahwa Presiden Jokowi telah menyodorkan nama Kaesang untuk mengamankan tiket maju pada Pilkada Jakarta 2024.

Aboe bahkan mengungkapkan, tawaran untuk mengusung Kaesang tidak hanya diberikan kepada satu partai, tapi ada beberapa partai.

Namun, Aboe yang belakangan mengklarifikasi pernyataannya itu, tidak menjelaskan lebih lanjut partai mana saja yang sudah disodorkan nama Kaesang.

Bahkan, Kaesang sendiri diketahui sudah beberapa kali menyapa warga Jakarta saat melakukan shalat Jumat di Masjid Al Huda, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dan Masjid Nurul Qulub, Sunter, Jakarta Utara.Soal Kaesang Maju Pilkada, “Kalau Mau Tantangan ke Jakarta, tapi Potensi Menang di Jateng"

#kaesang-pangarep #pilkada-jawa-tengah #jokowi #kaesang #pilkada-2024 #pilkada-jawa-tengah-2024 #pilkada-jateng-2024 #pilkada-jakarta-2024 #kaesang-maju-pilkada

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/10/09145241/soal-kaesang-maju-pilkada-pengamat-kalau-mau-tantangan-ke-jakarta-tapi