AS Sebut India Bisa Desak Vladimir Putin Akhiri Perang di Ukraina

AS Sebut India Bisa Desak Vladimir Putin Akhiri Perang di Ukraina

Hubungan India dengan Rusia dinilai telah memberi pemerintah India kemampuan untuk mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin. - Halaman all

(InvestorID) 10/07/24 19:30 10333578

WASHINGTON, investor.id – Hubungan India dengan Rusia dinilai telah memberi pemerintah India kemampuan untuk mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin. Juru bicara pemerintah Amerika Serikat (AS) Karine Jean-Pierre menyebutkan India dapat mendesak Rusia untuk mengakhiri perangnya di Ukraina.

Jean-Pierre melontarkan pernyataan tersebut saat Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi berkunjung ke Moskow, Rusia. Kepada Putin, Modi mengatakan kematian anak-anak tak bersalah adalah hal yang menyakitkan dan menakutkan.

Sehari sebelumnya, terjadi serangan mematikan Rusia ke rumah sakit anak-anak di ibu kota Ukraina, Kyiv.

Sementara itu, pada kunjungan pertama Modi setelah terpilih kembali sebagai perdana menteri, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Putin atas pasokan pupuk ke India.

Menurut laporan Reuters yang dikutip pada Rabu (10/7/2024), India telah meningkatkan impor biji-bijian dan produk biji-bijian Rusia sebesar 22 kali lipat. Angka impor ini jauh di atas importir besar lainnya pada musim pertanian 2023-2024, menurut data yang dirilis selama kunjungan Modi ke Moskow.

Kerja sama ekonomi antara kedua anggota BRICS dan negara-negara besar di sektor pertanian menjadi agenda utama kunjungan ini.

Modi berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena mendukung petani India dengan pasokan pupuk yang stabil. Pada awal tahun ini, Rusia memasok sepertiga impor pupuk India.

"Berkat persahabatan kami, kami berhasil menyelesaikan kesulitan yang dihadapi para petani India. Kami memenuhi semua kebutuhan mereka akan pupuk. Ini adalah peran khusus persahabatan kami," ujar Modi kepada Putin dalam pertemuan di Kremlin, gedung pemerintahan Rusia.

Adapun Rusia dan India telah menetapkan target perdagangan bilateral sebesar US$ 100 miliar di seluruh “basis luas” pada 2030. Target ini naik dari US$ 65 miliar saat ini, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) India Vinay Mohan Kwatra pada Selasa (9/7/2024).

Data yang dirilis oleh pengawas pertanian Rusia menunjukkan negara itu telah mengekspor hingga 89,3 juta ton biji-bijian dan produk biji-bijian pada musim pertanian 2023-2024. Jumlah ini 21% lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya.

India, dengan peningkatan sebesar 22 kali lipat, jauh melampaui Indonesia dengan peningkatan delapan kali lipat dan Tunisia dengan peningkatan tiga kali lipat. Menurut data Kementerian Pertaniannya, Rusia disebut sebagai eksportir produk pertanian terbesar keempat ke India pada kuartal I-2024.

Badan pengawas pertanian tidak memberikan rincian spesifik mengenai ekspor ke India. Namun pihaknya mencatat pada musim pertanian terakhir, keseluruhan ekspor jelai meningkat sebesar 67% dan jagung mencapai 31%.

Rusia saat ini tidak mengekspor gandum ke India, yang telah memberlakukan pajak impor gandum sebesar 40%. Namun harga gandum di India, produsen gandum terbesar kedua di dunia, telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena kekhawatiran terhadap pasokan.

Mengingat kekhawatiran ini, ada spekulasi pemerintah India mungkin akan menghapus atau mengurangi pajak impor yang berlaku saat ini untuk menjaga harga tetap rendah. Ini berpotensi membuka jalan bagi gandum dari Rusia, eksportir gandum terkemuka di dunia, untuk memasuki pasar lokal untuk pertama kalinya dalam enam tahun.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #as #india #rusia #vladimir-putin #narendra-modi #narendra-modi-ke-rusia #perang-di-ukraina #konflik-rusia-ukraina #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/366640/as-sebut-india-bisa-desak-vladimir-putin-akhiri-perang-di-ukraina