Kemenperin Yakin BYD Bikin Pabrik di RI: Jangan Khawatir Kita Telat Sedikit
Kemenperin menyebut pabrikan mobil Build Your Dream (BYD) akan segera membangun basis produksi di Indonesia.
(Kumparan.com) 10/07/24 18:30 10333979
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut pabrikan mobil Build Your Dream (BYD) akan segera membangun basis produksi di Tanah Air. Beberapa waktu lalu, produsen otomotif asal China tersebut baru saja meresmikan pabrik di Thailand.
Plt Direktur Jenderal Industri Logam ILMATE Kemenperin, Putu Juli Ardika, menuturkan saat ini pihaknya tengah menggodok aturan untuk menyambut investor-investor asing masuk ke ekosistem otomotif di Indonesia. Sehingga nantinya, aturan yang ada di Indonesia lebih berpihak kepada sektor bisnis daripada Thailand.
"Bakal produksi di Indonesia, jangan khawatir kita agak telat aja dikit sekarang. Apalagi nanti kita lakukan harmonisasi dan kita membuat aturan kita lebih pro bisnis daripada Thailand," kata Putu di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (10/7).
Tujuan aturan tersebut digodok lantaran Indonesia yakin bisa menjadi basis pengembangan otomotif. "Kita berkeyakinan Indonesia akan menjadi basis pengembangan otomotif," tambah Putu.
Putu bilang, BYD saat ini telah membeli lahan untuk pembuatan pabrik tersebut. "Kalau itu nanti dia sebenernya udah komitmen di indonesia udah membeli lahan untuk industri dan dia juga sudah menaruh jaminan untuk mendatangkan mobilnya ke indonesia itu ucapannya BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) kita udah menjalankan," jelasnya.
Meskipun ketika ditanya mengenai kapan peletakan batu pertama pembangunan pabrik BYD tersebut digelar, Putu menyebut masih melihat perkembangannya. "Tahun ini nanti kita lihat perkembangannya," tutup Putu.
Sebelumnya, BYD, resmi membuka pabrik di Thailand pada hari ini, Kamis (4/7). Pabrik ini merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara.
CEO dan Presiden BYD, Wang Chuanfu, menilai Thailand memiliki pasar kendaraan listrik yang sangat besar. Ia juga melihat pasar kendaraan listrik saat ini sangat potensial di Asia Tenggara.
"Thailand memiliki visi EV yang jelas dan tengah memasuki era baru manufaktur mobil," kata Chuanfu seperti dilansir Reuters, Kamis (4/7).
"Kami akan membawa teknologi dari Tiongkok ke Thailand," lanjutnya.
Pembukaan pabrik tersebut merupakan salah satu komitmen BYD untuk berinvestasi di Negeri Gajah Putih senilai USD 1,44 miliar. Dengan investasi ini, BYD mendapatkan insentif pajak dan subsidi oleh pemerintah Thailand.
Thailand selama ini merupakan pusat perakitan dan ekspor mobil yang didominasi produsen mobil Jepang, seperti Toyota, Honda, dan Isuzu.