Asing Net Sell Saham Bank Besar Kecuali BBNI, Kenapa?

Asing Net Sell Saham Bank Besar Kecuali BBNI, Kenapa?

Tekanan jual asing (net sell) saham pelat merah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tercatat lebih rendah dibanding dibanding bank besar. - Halaman all

(InvestorID) 10/07/24 21:20 10343931

JAKARTA, Investor.id - Tekanan jual asing (net sell) saham pelat merah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tercatat lebih rendah dibanding dengan kelompok bank berdasarkan modal inti IV (KBMI) BUMN lainnya. Ada beberapa alasan terkait dengan hal tersebut.

Di sepanjang tahun 2024, investor asing telah melepas kepemilikannya di saham-saham bank KBMI IV sebesar Rp 17,3 triliun. Adanya aliran dana keluar di saham-saham bank dengan kapitalisasi pasar besar juga turut membebani kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meskipun bank-bank KBMI IV dilepas oleh asing, nilai net sell asing di saham BBNI cenderung paling kecil. Data RTI menunjukkan, asing jual bersih saham BBNI sebesar Rp 745 miliar di pasar reguler. Sementara itu, saham bank KBMI IV yang merupakan pelat merah dilepas asing lebih dari Rp 1 triliun di saat yang sama.

Analis Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, hal ini dikarenakan investor asing melihat price to book value (PBV) dari BBNI dinilai murah dan terendah dibanding dengan bank buku IV lainnya. 

“Hanya 1 koma sekian, nggak sampai dua kali. Saham BBNI juga termasuk bank BUMN dengan kinerja moncer,” kata Nafan, Rabu (10/7/2024).

Untuk diketahui, saat ini, PBV BBNI tercatat di 1,22 kali, lebih rendah dibanding beberapa bank buku IV lain yang memiliki rasio PBV di atas 2 kali.

Senada dengan Nafan, economist & financial market specialist Lucky Bayu Purnomo juga menyebut bahwa BBNI merupakan bank dengan kinerja yang positif. Hal tersebut bisa dilihat dari nonperforming loan (NPL) atau kredit kurang lancar BBNI yang dijaga di level 2%. Alasan NPL ini juga yang membuat tekanan net sell asing BBNI lebih rendah dibanding KBMI lainnya.

“BBNI bank dengan pengelolaan NPL yang cukup prudent dan hati-hati,” ujar Lucky.

Dia juga menekankan, pengelolaan NPL menjadi faktor penting terutama untuk fundamental industri perbankan. Sebab, BBNI memiliki keunggulan dibanding bank pelat merah lain terutama dari sisi penyaluran kredit.  “Rasanya BBNI akan menjadi leading,” kata dia.

Bicara soal kinerja, kedua analis sepakat menyebut kinerja BBNI menggembirakan. Penyaluran kredit BBNI diperkirakan mencapai 9%) sepanjang 2024. “Yang penting bisa mendekati 10% termasuk bagus untuk BBNI,” ujar Nafan.

Kinerja ini, kata Nafam, nantinya bisa membuat sentimen positif bagi investor. Maka tak heran jika rekomendasi buy diperkirakan masih disematkan untuk saham BBNI.

Mengutip riset OCBC Sekuritas, diperkirakan pertumbuhan kredit BBNI mencapai 9% sepanjang 2024. Hal ini didorong oleh segmen yang berisiko rendah seperti kredit korporasi serta kredit konsumer dan anak usahanya. Sebagai perbankan besar, BBNI tentunya memiliki banyak cadangan untuk memberikan kredit korporasi sepanjang 2024.

BBNI juga melihat potensi pertumbuhan perusahaan swasta yang masih tumbuh sehat termasuk sektor perdagangan, manufaktur, hingga pembangkit tenaga listrik. Sementara itu, untuk perusahaan BUMN, BBNI akan fokus ke perusahaan blue-chip.

Manajemen BBNI juga berupaya untuk mengantisipasi biaya kredit di kisaran 1% sepanjang 2024 yang sejalan dengan kualitas aset. BBNI berharap ada pembebasan biaya provisi di segmen korporasi, sedangkan cost kredit di segmen lainnya diharapkan juga ada sedikit perbaikan. BBNI juga akan menjaga NPL atau kredit macet yang sehat di level 2%.

Kabar baik lainnya, dia menuturkan, BBNI sukses melakukan transformasi bisnis selama 4 tahun terakhir, dan menjadi bank yang mampu melewati pandemi covid-19. BBNI akan melakukan perubahan dengan cara melakukan imigrasi sebanyak 72% frontliner menjadi tenaga penjualan. Kemudian, peningkatan penjualan langsung yang akan melibatkan sebanyak 1.200 orang, hingga penajaman panduan kredit untuk setiap subsektor berdasarkan kantor pusat.

“BBNI dari sebelumnya juga melakukan transformasi tujuannya agar bisa memaksimalkan produktivitas BBNI ke depannya. Untuk meningkatkan SDM di frontline, penjualan. Self performance sangat penting agar bisa mengetahui kinerja penjualan yang bagus,” pungkas Nafan.

Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pt-bank-negara-indonesia-tbk-bni #saham-bbni #net-sell-asing #rendah #bank-besar #alasan #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366653/asing-net-sell-saham-bank-besar-kecuali-bbni-kenapa