Dua Menko Silang Pendapat Tentang Pembatasan BBM Subsidi

Dua Menko Silang Pendapat Tentang Pembatasan BBM Subsidi

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan beda pendapat soal pembatasan BBM subsidi. - Halaman all

(InvestorID) 11/07/24 15:50 10431851

JAKARTA,investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan  pemerintah tidak membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Saat ini fokus utama pemerintah adalah mengatasi polusi udara dengan cara menurunkan kadar sulfur di udara.

“Tidak ada pembatasan, yang dibahas adalah penurunan kadar sulfur dalam BBM, tentu kita harus melihat udara jakarta,  kualitas udaranya  mengkhawatirkan bagi kesehatan. tentu langkah-langkah ini akan disiapkan pemerintah,” ucap Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis (11/7/2024).

Airlangga mengatakan sampai saat ini pemerintah  masih membahas  revisi  Peraturan Presiden   Nomor 191 Tahun 2014 Tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Dia menegaskan bahwa sampai saat ini pemerintah tidak ada berencana untuk menaikan tarif  BBM subsidi. Selama ini  jenis BBM yang termasuk BBM bersubsidi adalah biosolar dan pertalite.

“Tidak ada rencana kita naik, cuma harus jelas yang disubsidi pertalite, sedangkan pertamax disesuaikan dengan kondisi pasar,” tutur dia.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan mengurangi pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi mulai 17 Agustus 2024. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan penyaluran BBM bersubsidi tidak tepat sasaran pada saat yang sama hal tersebut juga akan mengurangi polusi udara yang terjadi karena penggunaan BBM bersubsidi.

”Untuk pemberian subsidi yang tidak pada tempatnya , Pertamina sedang menyiapkan pada 17 Agustus 2024 ini  kita sudah bisa mulai dimana orang yang tidak berhak dapat subsidi akan bisa kita kurangi ,“ ucap  dia.

Bila pemerintah bisa mengurangi penggunaan BBM bersubsidi maka akan berdampak positif terhadap sektor kesehatan. Pasalnya dengan pengurangan  BBM bersubsidi akan mengurangi jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

“Nah itu juga (berdampak ke) kesehatan sampai Rp 38  triliun ekstra pembayaran BPJS . Jadi sebenarnya banyak sekali inefisiensi di negara ini yang sekarang sedang dibereskan secara bertahap,” tutur Luhut. 

Editor: Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@ymail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pembatasan-bbm-subsidi #bbm-subsidi #airlangga-hartarto #luhut-binsar-pandjaitan #subsidi-bbm #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/macroeconomy/366722/dua-menko-silang-pendapat-tentang-pembatasan-bbm-subsidi