Kata Cabai Merupakan Kata Serapan dari Bahasa Apa? Ini Jawabannya
Kata cabai merupakan kata serapan dari bahasa Portugis. Berikut penjelasannya.
(Kumparan.com) 11/07/24 17:26 10438123
Kata serapan adalah kata yang diambil dari bahasa lain dan diadaptasi ke dalam bahasa penerima. Ada banyak kata serapan yang digunakan sebagai bahasa Indonesia. Contohnya kata cabai merupakan kata serapan dari bahasa Portugis.
Proses ini terjadi ketika sebuah bahasa meminjam kata dari bahasa lain. Kemudian mengubahnya agar sesuai dengan kaidah fonologi, morfologi, dan sintaksis bahasa penerima.
Dikutip dari buku Pedoman Kata Serapan Asing-Indonesia, Ainia Prihantini (2015), kata serapan adalah kata yang diambil dari bahasa lain dan diintegrasikan ke dalam bahasa penerima dengan atau tanpa perubahan dalam ejaan, pengucapan, dan makna.
Ada banyak kata serapan yang diubah ke dalam bahasa Indonesia. Seperti kata cabai merupakan kata serapan dari bahasa Portugis yaitu “pimenta”. Dan kata “pimenta” kemudian diserap ke dalam bahasa Melayu sebagai “cabe” dan kemudian menjadi “cabai” dalam bahasa Indonesia.
Proses ini menunjukkan bagaimana sebuah kata dapat berkembang dan berubah ketika diadopsi oleh bahasa lain.
Penyerapan kata seperti ini terjadi karena adanya interaksi antara budaya dan bahasa, misalnya melalui perdagangan, kolonisasi, atau pertukaran budaya.
Kata serapan memperkaya bahasa penerima dengan menambahkan istilah baru yang mungkin tidak memiliki padanan asli dalam bahasa tersebut.
Kata serapan dibagi menjadi empat yang berlaku dalam bahasa Indonesia, yaitu sebagai berikut:
Adopsi adalah proses memasukkan kosakata asing ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah cara pelafalan, ejaan, atau penulisannya. Misalnya:
Adaptasi adalah proses memasukkan kosakata asing ke dalam bahasa Indonesia dengan melakukan perubahan agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, seperti perubahan ejaan, penulisan, atau pelafalan. Misalnya:
Terjemahan adalah proses memasukkan kosakata asing dengan mengambil konsep dasar dari bahasa asal dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Misalnya:
Penyerapan kosakata dengan cara kreasi mirip dengan terjemahan atau pungutan. Perbedaannya terletak pada fakta bahwa bentuk akhirnya tidak harus sama persis dengan kata asalnya. Misalnya:
Dapat disimpulkan bahwa kata cabai merupakan kata serapan dari bahasa Portugis dan Melayu yang kemudian diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. (Umi)