Terima Imam Besar Al Azhar, Puan Bahas Kemerdekaan Palestina
'Kita harus memperkuat dukungan untuk kemerdekaan Palestina melalui cara damai dan negosiasi multilateral yang kredibel,” kata Puan Halaman all
(Kompas.com) 11/07/24 19:41 10445891
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Puan Maharani menerima kunjungan Imam Besar Al-Azhar Mesir, Mohamed Ahmed Al-Tayeb atau kerap disapa Sheikh Ahmed di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Dalam pertemuan tersebut, Puan mengajak Sheikh Ahmed untuk bekerja sama untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.
“Kita harus memperkuat dukungan untuk kemerdekaan Palestina melalui cara damai dan negosiasi multilateral yang kredibel,” kata Puan, Kamis.
“Prioritas saat ini adalah gencatan senjata permanen untuk menghentikan perang, akses tanpa hambatan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, dan mengakhiri penjajahan Israel atas tanah Palestina,” ujar dia melanjutkan.
Puan juga menekankan pentingnya dorongan agar tercapainya solusi 2 negara dan mendorong keanggotaan penuh Palestina di PBB.
Kemudian, ia mendorong akses bantuan kemanusiaan dengan Mesir dapat terus berlanjut, termasuk dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Indonesia melalui perbatasan Rafah, Mesir.
“Saya mengapresiasi kerja sama Baznas Indonesia dan Al-Azhar dalam penyaluran bantuan kemanusiaan,” kata Puan.
Puan juga menyoroti hubungan bilateral antara Indonesia dan Mesir yang sudah berlangsung selama 77 tahun.
Menurut dia, Indonesia dan Mesir memiliki kesamaan pandangan dalam hal mempromosikan nilai Islam moderat, menolak islamofobia, dan mendorong penyelesaian konflik Palestina-Israel secara damai.
Sementara itu, Sheikh Ahmed mengapresiasi sikap Indonesia untuk kemerdekaan Palestina. Ia juga memastikan dukungannya terhadap gencatan senjata di Jalur Gaza.
“Kami berharap apa yang terjadi di Gaza bisa dihentikan dan kami siap membantu membuka akses-akses penyaluran bantuan kemanusiaan. Semoga perdamaian melalui jalan diplomasi atau dialog dapat dilakukan,” sebut Sheikh Ahmed.
Di samping itu, Puan dan Sheikh Ahmed juga berbicara soal nilai toleransi dan perempuan dalam politik.
Puan menyebutkan, Pancasila merupakan pondasi dari toleransi kehidupan di Indonesia.
Ketua DPP PDI-P ini berujar kepada Ahmed bahwa Indonesia adalah negara yang beragam latar belakang sosial-budaya, baik suku, agama, ras, dan antar-golongan.
Meski begitu, kata Puan, Indonesia menghargai keberagaman masyarakatnya, dan menjadikan hal itu sebagai sumber kekuatan.
“Dalam hal ini, Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu juga,” kata dia.
“Indonesia contoh yang baik dalam hal toleransi, dan Indonesia juga contoh Islam yang toleran,” ujar Sheikh Ahmed menimpali.
#puan-maharani #palestina #al-azhar #imam-besar-al-azhar #dpr #kemerdekaan-palestina