Pasangan Suami Istri Kelahiran Rusia Dituduh Atas Spionase

Pasangan Suami Istri Kelahiran Rusia Dituduh Atas Spionase

Pasangan suami istri kelahiran Rusia dituduh atas spionase, menurut otoritas Australia pada Jumat (12/7/2024). - Halaman all

(InvestorID) 12/07/24 23:15 10568954

SYDNEY, investor.id – Pasangan suami istri kelahiran Rusia dituduh atas spionase, menurut otoritas Australia pada Jumat (12/7/2024). Pihaknya mengumumkan telah menangkap pasangan itu atas tuduhan spionase, menuduh wanita yang merupakan teknisi sistem informasi di Angkatan Darat Australia berusaha mengakses materi pertahanan dan mengirimkannya ke pejabat Rusia.

Polisi Federal Australia (AFP) mengatakan pasangan tersebut, yang memiliki kewarganegaraan Australia, berupaya mengakses materi terkait keamanan nasional Australia meskipun belum ada kompromi signifikan yang teridentifikasi.

“Kami menduga mereka mencari informasi itu dengan tujuan memberikannya kepada pihak berwenang Rusia. Apakah informasi itu telah diserahkan, masih menjadi fokus utama penyelidikan kami,” kata Komisaris AFP Reece Kershaw, Jumat.

Menurut kepolisian, wanita berusia 40 tahun itu melakukan perjalanan ke Rusia dan menginstruksikan suaminya di Australia untuk masuk ke akun resminya untuk mengakses materi pertahanan.

Mereka akan hadir di pengadilan pada Jumat setelah masing-masing didakwa dengan satu tuduhan mempersiapkan pelanggaran spionase, yang terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Tuduhan ini merupakan yang pertama berdasarkan undang-undang yang diperkenalkan enam tahun lalu.

Pasangan tersebut telah tinggal di Australia selama lebih dari 10 tahun. Perempuan tersebut mendapatkan kewarganegaraan Australia pada 2016 dan suaminya pada 2020

Penangkapan terjadi ketika pemerintah Australia pada Kamis (11/7/2024) mengumumkan paket bantuan militer senilai A$ 250 juta (US$ 169 juta) untuk Ukraina pada Konferensi Tingkat Tinggi aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (KTT NATO) di Washington, Amerika Serikat (AS). Paket ini adalah bantuan terbesar bagi negara tersebut sejak Rusia menyerang Ukraina pada Februari 2022.

Australia adalah salah satu kontributor non-NATO terbesar dalam dukungan Barat terhadap Ukraina dan telah memasok peralatan pertahanan ke Kyiv. Mereka pun ikut melarang ekspor bijih aluminium ke Rusia dan memberikan sanksi kepada lebih dari 1.000 individu dan entitas Rusia.

Pemerintah Australia juga meminta Rusia untuk menindak sejumlah besar penjahat dunia maya yang beroperasi di negara tersebut, dengan mengatakan tindakan mereka merupakan ancaman terhadap keamanan nasional.

Pada Januari 2024, pihak berwenang Australia menjatuhkan sanksi kepada seorang pria Rusia atas perannya dalam pembobolan di perusahaan asuransi Medibank, salah satu pencurian data terbesar di negara itu yang berdampak pada sekitar 10 juta nasabah.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #spionase #rusia #australia #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/366863/pasangan-suami-istri-kelahiran-rusia-dituduh-atas-spionase