Airlangga Tanggapi Warga yang Tolak Relokasi PSN Rempang: Semua Dilakukan Bertahap
Airlangga juga meminta Forkopinda untuk selalu berkoordinasi agar PSN Rempang bisa terealisasi
(Bisnis Tempo) 13/07/24 21:05 10673411
TEMPO.CO, Batam - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menangapi persoalan masih banyaknya masyarakat asli Melayu Pulau Rempang yang menolak untuk direlokasi dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City. Airlangga terlihat memaklumi penolakan itu, ia akan terus melakukan upaya agar investasi PSN Rempang Eco City terealisasi.
"Ya, semua tentu dilakukan secara bertahap," kata Airlangga saat ditanya terkait masih banyaknya warga Rempang menolak PSN Rempang Eco City, dalam konferensi pers perkembangan PSN Rempang Eco-city, di BP Batam, Jumat 12 Juli 2024.
Di kesempatan yang sama Airlangga juga meminta Forkopinda untuk selalu berkoordinasi agar PSN Rempang bisa terealisasi. "Agar realisasi dari PSN ini bisa diselenggarakan. Dan tentunya dari Kementerian terkait, apakah itu PUPR, apakah itu Kementerian LHK, untuk menyelesaikan hal-hal yang diperlukan, terutama untuk ketersediaan lahan,” ungkap Airlangga.
Rencana investasi di Kawasan Rempang sendiri diperkirakan akan mencapai Rp381 triliun dengan target penyerapan tenaga kerja langsung sejumlah 308.000 orang hingga tahun 2080. Saat ini menurut siaran pers BP Batam total warga Rempang yang setuju relokasi dan sudah meninggalkan kampung mereka adalah 138 KK, sedangkan warga yang terdampak PSN Rempang untuk tahap pertama 961 KK, total keseluruhan terdapag 7000 lebih warga terdampak.
Saat mendengarkan data tersebut Airlangga tidak memberikan komentar panjang, ia hanya menegaskan semuanya dikejarkan bertahap. "Semua dilakukan bertahap, ada tahapan yang diselesaikan tahun ini, ada tahun depan," kata Airlangga.
Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau Boy Even Sembiring meminta pemerintah terbuka dalam segala hal soal PSN Rempang. "Pemerintah kami minta terbuka sebenarnya ini MoU nya apa saja dengan Xinyi" kata Boy saat dihubungi, Jumat, 12 Juli 2024. Tidak hanya itu, Boy meminta pemerintah juga terbuka soal rencana pembanguna PSN ini.
Saat ini masyarakat Rempang terus melakukan aksi tolak relokasi. Mereka menegaskan tidak akan bergeser sejengkalpun dari kampung halaman mereka. "Satu kata dari kami, tolak relokasi," ujar Miswadi salah seorang warga baru-baru ini dalam diskusi Universitas Gajah Mada (UGM). Bagi warga kampung tua di Rempang adalah sejarah budaya dan leluhur mereka. Sehingga mereka tak mau diganti rugi maupun untung.
YOGI EKA SAHPUTRA