Indonesia Sampaikan Intervensi soal Keselamatan Pelayaran di Sidang IMO Halaman all
Indonesia melihat pengembangan MASS Code yang sedang berlangsung sebagai langkah positif untuk pengoperasian kapal otonom. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 15/07/24 05:36 10830160
JAKARTA, KOMPAS.com – Pada Sidang Organisasi Maritim Internasional (IMO) Council 132 yang digelar di London, Inggris, delegasi Indonesia menyampaikan beberapa intervensi terkait keselamatan pelayaran.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Capt Hendri Ginting, pada Sidang tersebut menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Jenderal IMO atas pembaruan terhadap review Global Integrated Shipping Information System (GISIS) dan proyek pengelolaan data.
“Dalam hal ini, Indonesia menekankan bahwa penyelarasan peningkatan GISIS dengan pengembangan Maritime Autonomus Surface Ships (MASS) Code yang sedang berlangsung harus dipertimbangkan,” ujar Ginting dalam keterangan tertulis, Senin (15/7/2024).
SHUTTERSTOCK/PALUGADA_16 Ilustrasi pelabuhan, angkutan laut dan penyeberangan.Ginting menjelaskan, terdapat dua area utama di mana keselarasan dapat dicapai. Pertama, mengenai modul-modul di bawah GISIS.
Indonesia melihat pengembangan MASS Code yang sedang berlangsung sebagai langkah positif untuk pengoperasian kapal otonom.
“Oleh karena itu, kami yakin modul GISIS, khususnya Modul Maritime Casualties and Incident (Korban dan Insiden Maritim), dapat diperkuat dengan menggabungkan data dari kapal MASS, sehingga dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik mengenai insiden yang melibatkan kapal otonom,” sebut dia.
Kedua, penerapan Maritime Single Window (MSW) dan MASS. Ginting menyampaikan, Indonesia percaya bahwa MSW dalam GISIS dapat secara signifikan meningkatkan izin pelabuhan untuk kapal kargo yang menggunakan sistem MASS.
Untuk integrasi yang optimal, mungkin diperlukan penyesuaian terhadap sertifikat dan dokumentasi untuk kapal semacam itu.
“Indonesia percaya bahwa menyelaraskan pengembangan GISIS dengan MASS Code dapat mengembangkan sistem masa depan yang mendukung pengoperasian kapal otonom yang aman dan efisien,” tutur Ginting.