Di Forum PBB, Mensos Risma Beberkan Strategi RI Atasi Kemiskinan: Makan Gratis hingga Sewa Rusun Rp 10 Ribu
Mensos Tri Rismaharini memaparkan capaian pemerintah mengentaskan kemiskinan, dari makan gratis, rumah murah hingga 648 lumbung sosial.
(Bisnis Tempo) 15/07/24 11:00 10835866
TEMPO.CO, Jakarta - Dalam forum politik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Menteri Sosial atau Mensos Tri Rismaharini memaparkan beberapa inisiatif pemerintah Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan. Di antaranya dengan menyediakan makan gratis, bantuan sembako hingga sewa rumah murah.
Mantan Wali Kota Surabaya itu mengatakan makan gratis diberikan bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia unggal dan disabilitas tunggal. " Program ini didukung oleh kelompok masyarakat (pokmas) setempat yang memasak dan mengirimkan makanan kepada mereka setiap hari," ujarnya di High Level Political Forum, New York, seperti dikutip dari pernyataan resmi, Senin, 15 Juli 2024.
Dalam pertemuan yang diselenggarakan Global Taskforce of Local and Regional Governments (GTF LRG) bersama Departemen Ekonomi dan Sosial PBB (UNDESA) tersebut, Risma juga memaparkan capaian Kemensos mengatasi kemiskinan dalam tiga tahun terakhir.
Di antaranya dengan menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu ada sembako, dan bantuan anak yatim piatu yang diberikan setiap bulan melalui transfer tunai kepada keluarga miskin. Pada bidang perumahan, Kementerian menyediakan rumah susun atau rusun sewa murah hanya Rp 10 ribu per bulan, serta renovasi atau pembangunan rumah baru. Saat ini, ia memaparkan sudah terbangun 3 rusun sewa murah. Dan hampir 16.000 rumah telah direnovasi atau dibangun kembali di seluruh Indonesia.
Sementara dalam mengatasi masalah aksesibilitas di daerah perbatasan dan komunitas terpencil, Kementerian memanfaatkan teknologi sebagai. Seperti: bus sekolah, kapal sekolah, sepeda motor listrik, sampai dengan pembelajaran melalui broadband learning center. Upaya ini juga mencakup penyediaan akses air bersih melalui mesin pengolah air (SWRO - Sea Water Reverse Osmosis) yang dijalankan dengan tenaga surya.
Ia juga memaparkan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Kementerian mengklaim lebih dari 28.775 Keluarga telah digraduasi dari Kemiskinan dan tidak lagi terdaftar sebagai penerima bantuan sosial. Program ini mendukung kewirausahaan dengan memberikan pelatihan vokasional serta peluang kerja bagi penyandang disabilitas dan komunitas. Termasuk di titik terluar Indonesia seperti Aceh di Barat sampai Skouw (Papua), serta dari Siau (Sulawesi Utara) hingga Rote Ndao (NTT).
Pengentasan kemiskinan lainnya adalah dengan mendirikan lebih dari 648 lumbung sosial di seluruh Indonesia. Fasilitas ini dilengkapi dengan makanan siap saji, tenda, perahu, dan generator mini, berfungsi sebagai persiapan darurat jika terjadi bencana dan kelaparan secara inklusif.
Dalam pertemuan itu, Risma menjelaskan, pemerintah Indonesia memanfaatkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sistem ini menurut dia memudahkan untuk merancang solusi yang tepat, baik untuk mengurangi pengeluaran keluarga maupun meningkatkan pendapatan mereka. Dengan data yang akurat akan membuat penyaluran program pengetasan kemiskinan dilakukan lebih efektif dan efesien.