BI Beberkan Utang Luar Negeri Sentuh US$ 407,3 Miliar

BI Beberkan Utang Luar Negeri Sentuh US$ 407,3 Miliar

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, nilai utang luar negeri (ULN) sebesar US$ 407,3 miliar atau meningkat. - Halaman all

(InvestorID) 15/07/24 11:15 10837760

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan nilai utang luar negeri (ULN) pada Mei 2024 sebesar US$ 407,3 miliar atau meningkat 1,8% secara tahunan (year on year/yoy). Utang luar negeri tersebut bersumber dari ULN sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral, serta sektor swasta.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan bahwa struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,8%, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,9% dari total ULN.

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” kata Erwin dalam keterangannya, Senin (15/7/2024).

Nilai utang luar negeri pemerintah pada Mei 2024 tercatat US$ 191 miliar atau secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,8% (yoy), setelah pada April 2024 terkontraksi 2,6% (yoy).Angka tersebut menunjukkan posisi ULN tetap terjaga.

Perkembangan ULN pemerintah terutama dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan domestik, seiring dengan sentimen positif kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

“Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara prudensial, terukur, oportunistik, dan fleksibel untuk mendapatkan pembiayaan yang paling efisien dan optimal,” tutur Erwin.

Sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan APBN, pemanfaatan ULN terus diarahkan dalam mendukung pembiayaan sektor produktif dan prioritas yang diantaranya mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (21% dari total ULN pemerintah); administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,7%); jasa pendidikan (16,8%); konstruksi (13,6%); serta jasa keuangan dan asuransi (9,5%).

“Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah,” terang Erwin.

Adapun realisasi utang luar negeri swasta pada Mei 2024 tercatat US$ 197,6 miliar atau secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,4% (yoy), melanjutkan kontraksi pada April 2024 sebesar 2,8% (yoy). Perkembangan ULN tersebut terutama bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi sebesar 2,6% (yoy). Sedangkan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (non financial corporations) naik 0,1% (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik dan gas; pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 78,9% dari total ULN swasta.

“ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,1% terhadap total ULN swasta,” ujar dia.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #utang-luar-negeri #bank-indonesia #uln-indonesia #utang-pemerintah #utang-swasta #produk-domestik-bruto #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/macroeconomy/366984/bi-beberkan-utang-luar-negeri-sentuh-us-4073-miliar