Ketergantungan Impor Tinggi, Harga Obat Sulit Turun

Ketergantungan Impor Tinggi, Harga Obat Sulit Turun

Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku farmasi maupun obat terus tinggi selama bertahun-tahun yaitu tak beranjak di sekitar 90% - Halaman all

(InvestorID) 16/07/24 09:00 10933206

JAKARTA,investor.id Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku farmasi maupun obat terus tinggi selama bertahun-tahun yaitu tak beranjak di sekitar 90% dari total kebutuhan. Impor industri farmasi Indonesia tercatat US$ 1,16 miliar (Rp 18,76 triliun) pada 2020, US$ 1,28 miliar (Rp 20,70 triliun) pada 2023, dan US$ US$ 0,37 miliar (Rp 5,98 triliun) pada tahun ini hingga April. Bahkan, pada 2021, saat pandemi Covid-19 merebak, impor industri farmasi melonjak menjadi US$ 4,36 miliar atau Rp 70,52 triliun.

Akibat ketergantungan impor yang tinggi dan terus-menerus itu, harga obat di Indonesia tercatat sangat mahal dan telah menjadi masalah yang tak kunjung terselesaikan secara tuntas dan permanen. Dibandingkan dengan negeri tetangga seperti Malaysia, harga obat di Tanah Air bisa mencapai 3 - 5 kali lipat, sedangkan dibandingkan India harga obat di dalam negeri jauh lebih mahal lagi yakni bisa mencapai hingga enam kali lipat.

#berita-terkini #berita-hari-ini #impor-bahan-baku #obat #harga-obat #bumn-farmasi #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/367066/ketergantungan-impor-tinggi-harga-obat-sulit-turun