Bukan Harga Tiket, Ini yang Bikin Masyarakat Bayar Tiket Pesawat Mahal
Berikut faktor-faktpr yang membuat harga tiket pesawat di Indonesia mahal menurit versi Apjaji. Halaman all
(Kompas.com) 16/07/24 16:00 10967009
JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi) menilai mahalnya harga tiket pesawat bukan disebabkan oleh harga tiket itu sendiri melainkan banyaknya biaya-biaya yang dibebankan ke dalam harga tiket yang dibayar penumpang.
"Perlu diketahui ya harga akhir yang dibayar penumpang itu bukan harga tiket," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (15/7/2024).
"Harga akhir yang dibayar oleh penumpang mencakup pembayaran pajak kepada pemerintah dan juga kepada Pengelola Bandara. Bukan hanya harga tiket," imbuhnya.
Dia pun menjelaskan apa saja faktor yang membuat harga tiket pesawat di Indonesia mahal.
Dia merincikan, biaya PJP2U nilainya mencapai 30-40 persen dari harga tiket. Biaya yang ditanggung penumpang ini meski masuk ke dalam harga tiket namun uangnya tidak masuk ke maskapai.
Contohnya, PJP2U di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk penerbangan domestik saat ini sebesar Rp 170.000 per penerbangan per orang.
Jika harga tiket yang dibayar penumpang sebesar Rp 800.000, maka itu sudah termasuk biaya PJP2U sebesar Rp 170.000. Sisanya Rp 630.000 sudah termasuk PPN 11 persen, iuran wajib Jasa Raharja, dan sebagainya.
"Jadi yang masuk ke maskapai penerbangan itu mungkin hanya sekitar Rp 540.000 dari Rp 800.000," kata Alvin.
2. Harga Avtur
Selain biaya-biaya di dalam harga tiket, harga avtur juga menyebabkan harga tiket pesawat menjadi mahal. Sebab, harga avtur ini berkontribusi sekitar 30-40 persen dari biaya operasional penerbangan yang ditanggung maskapai.
Alvin bilang, harga avtur untuk penerbangan domestik dikenakan PPN 11 persen sedangkan untuk penerbangan internasional tidak dikenakan PPN.
"Jadi misalnya sama-sama pesawat Garuda, yang satu terbang ke Singapura, yang satu dari Jakarta terbang ke Surabaya. Yang ke Surabaya kena PPN 11 persen, yang ke Singapura tidak kena PPN 11 persen. Otomatis biaya operasi domestik menjadi lebih mahal," ungkapnya.
Kemudian di dalam harga avtur juga ada throughput fee yang harus dibayar kepada bandara serta PNBP dari BPH Migas sebesar 0,25 persen per liter avtur.
"Itu kalau dikali-kali jumlahnya lumayan juga. Sehingga itu membuat harga avtur kita tinggi dan ujung-ujungnya membuat biaya operasi penerbangan kita juga mahal," tuturnya.