Saham TUGU Melejit hingga Masuk Top Gainer , Penyebabnya Terungkap
Saham TUGU melejit hingga masuk top gainer saham sektor asuransi umum. Penyebabnya adalah prospek keuangan solid. - Halaman all
(InvestorID) 16/07/24 16:54 10970442
JAKARTA, Investor.id – Harga saham anak usaha PT Pertamina, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), melejit dan menyentuh level psikologis Rp 1.100, sehingga menjadi salah satu top-gainer di sektor asuransi umum pada perdagangan perdana pekan ini. Penyebab kinclongnya harga saham TUGU adalah prospek kinerja keuangan yang solid.
Pada perdagangan Senin (15/7/2024), harga saham TUGU naik 2,33% ke Rp 1.100. Kenaikan ini didukung dengan lonjakan volume menjadi 17,4 juta dan nilai transaksi Rp 19,4 miliar.
Hal itu sudah terjadi dalam dua hari terakhir. Akhir pekan lalu, saham TUGU juga melesat 3,37% dengan volume perdagangan mencapai 10,1 juta. Lonjakan harga tersebut juga terjadi menjelang momentum rilis laporan keuangan semester I 2024 (unaudited).
Shinhan Sekuritas memproyeksi TUGU secara konsolidasi dapat mengantongi laba bersih hingga Rp 755 miliar tahun 2024. Hal ini ditopang oleh segmen asuransi sebagai core business maupun anak usahanya.
Mengacu pada laporan keuangan bulanan TUGU (induk non-konsolidasi) bulan Juni 2024, laba bersih setelah pajak perseroan mencapai Rp 407 miliar. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, memang jumlah ini turun 60,1% secara year-on-year (yoy).
Namun, ini tidak ada kaitannya dengan performa kinerja perseroan dan sudah diantisipasi oleh pelaku pasar mengingat tahun lalu TUGU mendapatkan windfall profit sekitar Rp 850 miliar dengan dimenangkannya kasus gugatan hukum terhadap Citibank N. A Hong Kong. Ini ada dalam laporan keterbukaan informasi perseroan kuartal I tahun lalu.
Perlu diketahui, hasil Juni tersebut belum mengonsolidasikan berbagai anak usaha yang dimiliki. Hanya saja laba bersihnya sudah menyumbang 53% dari proyeksi Shinhan Sekuritas.
Shinhan Sekuritas juga mencatat, laba anak usaha TUGU masih akan tumbuh positif di tahun ini. Salah satu anak usaha yang disorot oleh perusahaan sekuritas asal Korea Selatan (Korsel) tersebut adalah PT Pratama Mitra Sejahtera (PMS) yang bergerak di bidang jasa sewa ruang kantor dan kendaraan.
“TUGU menargetkan anak usaha, khususnya PMS, membukukan laba bersih Rp 80 miliar,” tulis tim riset Shinhan Sekuritas dalam sebuah laporan, dikutip Selasa (16/7/2024).
Dengan demikian, laba bersih anak usaha bisa berkontribusi 10% lebih dari total laba perseroan secara konsolidasi. Sekuritas asal Korsel tersebut menyematkan rekomendasi beli saham TUGU dengan target harga Rp 2.050, mencerminkan potensi upside 86,4%.
Pada 2023, PMS membukukan kenaikan laba bersih yang signifikan. Laba bersih anak usaha perusahaan asuransi umum yang dikenal dengan nama Tugu Insurance tersebut naik 34% ke Rp 72,1 miliar pada 2023 dari Rp 53,6 miliar di tahun sebelumnya. Bahkan capaian positif tersebut konsisten terjadi dalam tiga tahun terakhir.
Dalam periode tersebut, kinerja PMS terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan tahunan pendapatan usaha 13% dan laba bersih 53%. Dari sisi aset dan ekuitas, perseroan PMS mengalami membukukan pertumbuhan rata- rata 23% dan 12% per tahun.
Emil Hakim, komisaris utama PMS dan direktur keuangan serta layanan korporasi TUGU, kinerja positif PMS tidak lepas dari upaya perseroan untuk terus memperkuat dan memperluas pangsa pasar, tidak hanya di lingkungan Pertamina Group, namun juga BUMN lain maupun non-BUMN.
“PMS juga terus berupaya meningkatkan layanan dan kepuasan pelanggan serta terus mengikuti perkembangan teknologi untuk mendukung operasional yang efektif dan efisien,” imbuh dia.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pt-asuransi-tugu-pratama-tbk-tugu #saham-tugu #melejit #top-gainer #sektor-asuransi-umum #penyebab #prospek-kinerja-keuangan #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/367134/saham-tugu-melejit-hingga-masuk-top-gainer-penyebabnya-terungkap