Presiden Jokowi Sanggah Usul Luhut Soal Pembatasan BBM Bersubsidi

Presiden Jokowi Sanggah Usul Luhut Soal Pembatasan BBM Bersubsidi

Jokowi menyatakan belum ada rapat bahkan pemikiran untuk membatasi penyaluran BBM bersubsidi, seperti yang sebelumnya diusulkan Luhut. - Halaman all

(InvestorID) 16/07/24 19:53 10985176

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyanggah adanya rencana pemerintah untuk membatasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal ini sekaligus menyangkal penuturan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan pembatasan BBM bersubsidi akan diterapkan mulai 17 Agustus mendatang.

Ndak, ndak, ndak. Belum ada pemikiran ke sana. Belum rapat juga,” kata Presiden Jokowi merespons pertanyaan wartawan mengenai pembatasan BBM bersubsidi, sebelum melawat ke Uni Emirat Arab (UAE) di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, pada Selasa (16/7/2024).

Rencana pembatasan BBM Bersubsidi ketika dimulai Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bilang melalui laman instagramnya pada Rabu (10/7/2024).

Dalam hal ini, pemerintah akan mengurangi pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi mulai 17 Agustus 2024. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan penyaluran BBM subsidi tidak tepat sasaran, yang pada saat yang sama hal tersebut juga akan mengurangi polusi udara yang terjadi karena penggunaan BBM subsidi.

“Untuk pemberian subsidi yang tidak pada tempatnya, Pertamina sedang menyiapkan pada 17 Agustus 2024 ini kita sudah bisa mulai dimana orang yang tidak berhak dapat subsidi akan bisa kita kurangi,” beber Luhut.

Bila pemerintah bisa mengurangi penggunaan BBM bersubsidi, maka akan berdampak positif terhadap sektor kesehatan. Pasalnya pengurangan BBM bersubsidi dipercaya dapat mengurangi jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Nah itu juga kesehatan sampai Rp 38 triliun ekstra pembayaran BPJS (Kesehatan). Jadi sebenarnya banyak sekali inefisiensi di negara ini yang sekarang sedang dibereskan secara bertahap,” tutur Luhut.

Upaya mengurangi polusi udara dilakukan dengan merancang penggunaan bioetanol untuk menggantikan bensin. Saat ini BBM subsidi memiliki kandungan sulfur 550 part per million (PPM). Dengan adanya penggunaan sulfur, maka akan mengurangi kandungan sulfur di udara.

Menyikapi penuturan Luhut itu, sejumlah pihak juga ikut merespons dan bersiap seperti BPH Migas hingga Pertamina. Kedua pihak itu menyatakan diri siap jika pemerintah pada akhirnya memutuskan untuk benar-benar membatasi penyaluran BBM bersubsidi.

Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pembatasan-bbm-bersubsidi #bbm-subsidi-dibatasi #presiden-jokowi #luhut-pandjaitan #pembatasan-bbm-subsidi #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/367152/presiden-jokowi-sanggahusul-luhut-soal-pembatasan-bbm-bersubsidi