Gus Yahya Minta Maaf dan Ungkap Kronologi Aktivis NU Bertemu Presiden Israel

Gus Yahya Minta Maaf dan Ungkap Kronologi Aktivis NU Bertemu Presiden Israel

Gus Yahya mengungkapkan, ada pelobi yang mengajak aktivis NU bertemu pemikir zionis Israel, tak disangka mereka juga bertemu dengan Presiden Israel Halaman all

(Kompas.com) 17/07/24 05:20 11030709

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Penguru Besar Nahdaltul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan permohonan maaf atas tindakan lima orang aktivis Nahdlatul Ulama (NU) yang bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog beberapa waktu lalu.

"Pertama, sepatutnya saya mohon maaf kepada masyarakat luas, seluruhnya. Bahwa ada beberapa orang dari kalangan Nahdlatul Ulama yang tempo hari pergi ke Israel melakukan engagement di sana," kata Yahya dalan konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (16/7/2024).

Lima orang ini adalah Zainul Maarif, dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) yang juga Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jakarta, Munawir Aziz sebagai Sekretaris Umum Persatuan Pencak Silat yang juga juga Sekum Pagar Nusa.

Kemmudian, Nurul Barul Ulum dan Izza Anafisa Dania adalah anggota dari Pimpinan Pusat Fatayat NU, serta Syukron Makmun adalah Ketua Pengurus Wilayah NU Banten.

Gus Yahya, sapaan akrab Yahya, menegaskan bahwa kader NU dilarang menjalin hubungan kerja sama dengan semua pihak yang menyangkut Israel.

Ia menyatakan, satu-satunya kegiatan yang diperbolehkan adalah membantu rakyat Palestina.

"tu satu-satunya yang diperbolehkan, dan ini harus dinyatakan secara eksplisit kepada semua pihak yang melakukan engagement," kata dia.

Gus Yahya menyatakan bahwa PBNU jauh-jauh hari telah menuntut dihentikannya kekerasan terhadap rakyat Palestina. PBNU juga mendesak agar dilakukannya gencatan senjata.

Didekati pelobi

Gus Yahya mengungkapkan, ada lembaga atau organisasi yang melakukan advokasi kepentingan Israel di Indonesia mendekati para kader NU untuk mengajak mereka ke Israel.

Para pelobi itu mendekati secara personal para kader NU dan menawarkan agar mereka bisa berdialog dengan para pemikir zionis di Israel.

Menurut Gus Yahya, para kader NU itu tak menyangka akan bertemu dengan Presiden Israel dalam dialog itu.

"Memang mereka di sana programnya adalah sekadar pertemuan-pertemuan intervene dialog di sana dengan berbagai pihak. Katanya tanpa agenda pertemuan dengan presiden Israel sebelumnya, dan itu mendadak di sana," ujar Gus Yahya.

Gus Yahya menduga, lembaga memanfaatkan lima kader NU untuk membantu Israel menyebarkan misi kepentingan Israel di Indonesia.

Ia pun menyayangkan kelima aktivis NU itu terbang ke Israel tanpa meminta pertimbangan dari tokoh dan para kiai senior di lingkungan NU.

Menurut dia, hal itu berbeda dengan mantan ketua umum PBNU Abdurrahman Wahid atau Gus Dur berkunjung ke Israel 1994 dengan membawa mandat dari para kiai untuk perdamaian Palestina.

Begitu pula dengan Gus Yahya yang pernah ke Israel atas nama pribadi, tetapi meminta nasihat dari para tokoh ataupun kiai NU sebelum berangkat ke Israel.

"Walaupun sekali lagi, saya sebagai Ketua Umum mohon maaf karena apapun juga ini anak-anak NU, saya sebetulnya juga kasihan ini, kok nggak nanya dulu, ngomong dulu, gitu ya," kata Gus Yahya.

Korban propaganda

Cendekiawan NU Nadirsyah Hosen menilai, lima aktivis NU tersebut terjebak dalam propaganda Israel tatkala bertemu dengan Heerzog.

"Mereka tidak sadar mereka terjebak dalam propaganda ini," kata Gus Nadir, sapaan akrabnya, dalam acara Obrolan Newsroom Kompas.com, Selasa

Menurut Gus Nadir, tingkah lima kader NU ini menunjukan kapasitas mereka yang tak mengerti tentang geopolitik dan situasi agresi militer di Gaza.

"Menjadi persoalan ketika mereka tidak paham peta di lapangan, akibatnya kunjungan mereka itu seolah-olah bagian dari propaganda, untuk jalan-jalan dan menunjukan Israel sangat terbuka dengan gagasan perdamaian," ujarnya.

Alih-alih menjadi agen perdamaian, lima kader NU ini dinilai menjadi propaganda agar Israel bisa lolos dari berbagai kecaman internasional terhadap aksi kejahatan perang mereka di Palestina.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo tidak mau berkomentar banyak soal pertemuan lima aktivis NU dengan Herzog.

Ia hanya menegaskan bahwa posisi pemerintah adalah menegakkan konstitusi Undang-Undang Dasar 1945.

"Indoensia akan selalu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Itu yang terus kita pegang," kata Jokowi.

Mencegah terjadi perang Israel-Palestina adalah gagasan pemerintah menjalankan konstitusi dengan menawarkan solusi pembentukan dua negara.

Solusi dua negara ini sering digaungkan Kementerian Luar Negeri RI dalam beberapa konferensi terkait konflik Palestina dan Israel.

#pbnu #nahdlatul-ulama #gus-yahya #aktivis-nu-ke-israel #lima-aktivis-nu-bertemu-presiden-israel

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/17/05202931/gus-yahya-minta-maaf-dan-ungkap-kronologi-aktivis-nu-bertemu-presiden-israel