INACA Sebut Monopoli Masih Terjadi di Industri Penerbangan Indonesia
Monopoli yang terjadi saat ini di antaranya terjadi pada penyedia avtur di bandara, pengelolaan bandara oleh pemerintah. Halaman all
(Kompas.com) 17/07/24 14:12 11072625
JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) menilai industri penerbangan Indonesia saat ini tidak sehat lantaran masih adanya monopoli industri penerbangan sehingga terjadi pengaturan harga oleh satu pihak.
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan, monopoli yang terjadi saat ini di antaranya terjadi pada penyedia avtur di bandara, pengelolaan bandara oleh pemerintah baik melalui BUMN maupun badan layanan umum (BLU) dan unit penyelenggara bandara (UPBU) Kementerian Perhubungan, serta monopoli operasional penerbangan dari maskapai atau group maskapai tertentu.
"Agar tercipta iklim usaha dan persaingan usaha yang sehat, monopoli tersebut harus diminimalisir atau dihilangkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/7/2024).
Dia mengungkapkan, salah satu cara meminimalkan monopoli operasional penerbangan ialah dengan mengelola slot penerbangan yang lebih baik.
Misalnya, pengelolaan slot harus berdasarkan azas keadilan bagi maskapai dan kekuatan pasar serta jarak waktu slot antar maskapai juga harus diperhatikan agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat.
Dari sisi pengelola slot juga harus menjalankan aturan dengan tegas sehingga maskapai mematuhi aturan yang berlaku. Slot yang tidak terpakai dalam jangka tertentu harus segera ditarik dan diisi oleh maskapai lain.
Namun demikian, pemerintah juga harus memperhatikan maskapai yang menerbangi rute yang sebelumnya tidak ada penerbangan (virgin route) yakni dengan memberikan proteksi pada maskapai yang pertama menerbanginya dalam jangka waktu tertentu dengan terus-menerus mengevaluasi pasar penerbangan di daerah tersebut.
Sebab sebut Dirut Whitesky ini, penambahan penerbangan oleh maskapai lain baru bisa dilaksanakan bila pasarnya sudah kuat dan maskapai pertama sudah mendapatkan keuntungan.
"Dengan demikian terjadi persaingan bisnis yang sehat dan di sisi lain penumpang juga mendapatkan layanan yang lebih baik," tuturnya.