Mengintip Oleh-oleh Manis Jokowi dari Abu Dhabi

Mengintip Oleh-oleh Manis Jokowi dari Abu Dhabi

Pertemuan antara Jokowi dan Presiden UAEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) menghasilkan sejumlah kerja sama, salah satunya investasi dan hilirisasi industri

(Bisnis.Com) 18/07/24 07:42 11154891

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk bertemu Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pada Rabu (18/7/2024).

Bukan sekadar silaturahmi dengan sang sahabat, Jokowi dan beberapa menteri yang diboyongnya membawa misi ekonomi dan investasi, salah satunya terkait proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pengembangan sektor industri.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengangkat empat isu utama, yakni kerja sama perdagangan, kerja sama investasi strategis, kerja sama energi bersih dan iklim, serta kerja sama sosial budaya.

Terkait kerja sama perdagangan, Presiden Jokowi menyatakan kegembiraannya atas penyelesaian perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Hal ini menjadikan PEA sebagai negara Timur Tengah pertana yang memiliki kerja sama CEPA dengan Indonesia.

Oleh-oleh Manis Jokowi dari Abu Dhabi: MoU Investasi hingga Industri
Dok. BPMI Setpres - Muchlis Jr

“Saya juga menyambut baik kerja sama sistem pembayaran antara Bank Indonesia dan bank sentral UAE, serta kerja sama pembangunan kapal LPD untuk Angkatan Laut UAE oleh PT PAL Indonesia. Saya yakin semua ini akan memberikan manfaat positif bagi perdagangan kedua negara,” ujar Jokowi.

Kedua, terkait kerja sama investasi strategis. Presiden Jokowi mengatakan bahwa investasi PEA di Indonesia makin kuat dan salah satu yang menjadi fokus Indonesia saat ini adalah pembangunan IKN dan hilisirasi industri.

Ketiga, terkait kerja sama iklim dan energi bersih, Presiden Jokowi mengapresiasi dukungan investasi 145 megawatt pembangkit listrik tenaga surya terapung di Cirata, yang akan dikembangkan hingga 500 megawatt.

“Saya juga menyambut baik groundbreaking Mangrove Research Center di Bali dan kerja sama PLTN antara BRIN dan ENEC. Terima kasih Yang Mulia untuk dukungan nyata bagi transisi energi Indonesia,” imbuhnya.

Keempat, terkait kerja sama sosial budaya. Presiden Jokowi menyambut baik pemberian Zayed Award for Human Fraternity 2024 bagi Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk mendukung toleransi dan moderasi Islam

Oleh-oleh 8 MoU

Presiden Jokowi membawa buah tangan saat pulang ke Indonesia dengan menghasilkan sejumlah kesepakatan dari kunjungan kenegaraan ke Uni Emirat Arab (UEA).

Meski terbilang singkat, kunjungan tersebut telah menghasilkan beberapa kesepakatan kerja sama bilateral yang signifikan, baik antarpemerintah maupun antarpelaku bisnis.

Kesepakatan berupa nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara pemerintah RI dan pemerintah UEA yang dihasilkan, kemudian diumumkan di depan Presiden Jokowi dan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) saat keduanya bertemu bilateral di Qasr Al Watan.

Kesepakatan-kesepakatan tersebut adalah :

1. MoU antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dan Eagle Hills tentang Peningkatan Ekosistem Pariwisata melalui Kerja Sama dengan Aset Badan Usaha Milik Negara pada Sektor Bandar Udara dan Logistik, Pelayanan (Perhotelan), dan Destinasi Pariwisata;

2. MoU antara Dubai International Financial Centre Authority dan Otorita Ibu Kota Nusantara;

3. MoU antara PT Indonesia Comnets Plus dengan Abu Dhabi Future Energy Company PJSC-Masdar tentang Joint Study Atap Tenaga Surya di Indonesia;

4. MoU antara Emirates Nuclear Energy Company Persatuan Emirat Arab dan Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia tentang Kerja Sama di Bidang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir untuk Mendukung Program Nuklir UEA dan Indonesia;

5. MoU antara Dana Konservasi Spesies Mohamed Bin Zayed Uni Emirat Arab dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia mengenai Proyek Pendirian Sheikh Mohamed Bin Zayed dan Joko Widodo Pusat Penelitian Mangrove Internasional di Bali, Republik Indonesia;

6. MoU antara Kementerian Keuangan RI dan Kementeriam Keuangan UEA terkait Manajemen Keuangan Publik;

7. MoU antara Bank Indonesia dan Bank Sentral UEA (UAECB) terkait Kerja Sama Sistem Pembayaran; dan

8. Perjanjian Kerja Sama dalam Bidang Pesawat Patroli Maritim dan Pesawat Anti Kapal Selam.

Diplomasi Masjid

Di luar agenda yang telah disiapkan dalam kunjungan kenegaraannya di Uni Emirat Arab (UEA), Presiden Jokowi mengunjungi Masjid Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi pada Rabu (17/7/2024).

Kunjungan ini dilakukan usai Presiden Jokowi disambut secara kenegaraan di Qasr Al Watan oleh Presiden UEA, Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Presiden Jokowi tiba di masjid sekitar pukul 14.20 waktu setempat dan langsung mengambil wudu. Setelah itu, Presiden Jokowi masuk ke area salat laki-laki dan melaksanakan salat sunah tahiatul masjid.

Selepas mengerjakan salat sunah dua rakaat, Presiden Jokowi kemudian menjadi imam dan memimpin salat zuhur dan asar secara jamak qasar.

Selepas melaksanakan salat fardu, Presiden Jokowi berdoa bersama yang dipimpin oleh Chairman Awqaf (General Authority of Islamic Affairs and Endowments), Omar Habtoor Al Darei.

Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan momen bersejarah karena ini merupakan kali pertama Presiden Jokowi berkunjung ke masjid yang diberi nama atas nama Presiden Jokowi sendiri.

“Sejak diresmikan pada 14 Desember 2023, ini adalah kali pertama Bapak Presiden dapat mengunjungi dan melaksanakan salat di masjid yang diberi nama dengan nama beliau, yang merupakan penghormatan atas kontribusi beliau dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan PEA,” ujar Dubes Husin Bagis dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Dubes Husin menyatakan bahwa kehadiran Presiden Jokowi di masjid ini bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga cerminan dari kuatnya ikatan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara.

Untuk diketahui, Masjid Joko Widodo di Abu Dhabi terletak di area diplomatik Abu Dhabi dan dilalui Jalan Presiden Joko Widodo. Masjid Joko Widodo dapat menampung sekitar 2.500 jemaah.

Masjid tersebut berdiri di atas tanah seluas lebih kurang 3.766 meter persegi dan dibangun dengan pendanaan dari pihak UEA. Masjid tersebut mulai dibangun pada November 2021 hingga Oktober 2023 dan diresmikan pada 14 Desember 2023.

Kehadiran Masjid Presiden Joko Widodo menjadi simbol kedekatan Indonesia dan PEA setelah adanya Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi. Sebaliknya, di Indonesia disimbolkan oleh kehadiran Masjid Syekh Zayed Solo dan Jalan Tol Layang MBZ.

Presiden Jokowi juga mengatakan ingin kembali mengundang Presiden MBZ untuk berkunjung ke Indonesia pada September mendatang.

“Kalau ada waktu saya ingin mengundang yang mulia [MBZ] untuk berkunjung ke Indonesia tahun ini pada September dan saya merasa sangat terhormat jika yang mulia berkenan memenuhi,” ujarnya.

#pertemuan-jokowi-mbz #jokowi #mbz #mohamed-bin-zayed-al-nahyan #oleh-oleh-jokowi #presiden-mbz #presiden-uea #8-mou-indonesia-uea #kerja-sama-indonesia-uea #ikn #investasi-ikn

https://kabar24.bisnis.com/read/20240718/15/1783231/mengintip-oleh-oleh-manis-jokowi-dari-abu-dhabi