Terbongkarnya Praktik Manipulasi Nilai Rapor 51 Murid di Depok

Terbongkarnya Praktik Manipulasi Nilai Rapor 51 Murid di Depok

Praktik manipulasi nilai rapor di SMP Negeri 19 Depok ke 51 muridnya tertangkap basah oleh Itjen Kemendikbudristek. Halaman all

(Kompas.com) 18/07/24 08:50 11162656

DEPOK, KOMPAS.com - Praktik manipulasi nilai rapor di SMP Negeri 19 Depok ke 51 muridnya tertangkap basah oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Tipu daya ini terlihat dari perbedaan nilai di e-Rapor dan buku rapor yang diunggah calon peserta didik (CPD) saat proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu.

"(Temuan terjadi) pada saat dilakukan pengecekan oleh Itjen Kemdikbudristek, mereka kan yang punya e-rapor ya. Ternyata, nilainya (di e-Rapor) tidak sama dengan nilai yang diupload dengan buku rapor maupun buku nilai dari sekolah," kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi kepada Kompas.com, Rabu (18/7/2024).

Akibatnya, 51 murid yang awalnya sudah terkonfirmasi diterima di SMA Negeri harus dianulir atau digagalkan status penerimaannya.

"Kemarin di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ya kita anulir yang 51 orang ini. Dan 51 CPD tersebar di delapan sekolah di SMA Negeri di Depok," ucap Ade.

Ade mengungkapkan, penundaan status penerimaan mereka sebenarnya sudah dilakukan sejak Sabtu (13/7/2024) atau masa pra-MPLS.

Namun, surat pemberitahuan resmi diberikan ke masing-masing wali murid pada Senin (15/7/2024).

Katrol nilai rapor hingga 20 persen

Berdasarkan keterangan Ade, perubahan nilai rapor meningkat 20 persen dari nilai awal atau nilai yang ada di e-Rapor.

"Jadi Kemdikbud membuka, kalau tidak salah itu rata-rata (nilainya) dinaikkan 20 persen lah nilainya, dinaikkan sekitar 20 persen dari e-Rapor," terang Ade.

Meski tidak disebutkan secara rinci, Ade menjelaskan, nilai awal para siswa terkait masih dikategorikan nilai yang pantas untuk lulus. Peluang dan potensi untuk diterima di sekolah negeri juga masih ada.

"Padahal sebetulnya tidak harus cuci rapor ya, artinya real saja. Itu pasti peluang yang diterima (di sekolah negeri) ada gitu," jelas Ade.

"Tapi kalau kelihatannya mungkin namanya di-up (naikkin nilainya) itu kan ingin lebih pasti gitu (biar bisa diterima) di sekolah negeri," tambahnya.

Disdik Jabar minta Walkot Depok lapor polisi

Atas temuan ini, Disdik Jawa Barat menyarankan Pemerintah Kota Depok segera melaporkannya ke polisi. Sebab, praktik manipulasi nilai rapor siswa merupakan sebuah tindak pidana.

"Itu pemalsuan nilai termasuk ranah pidana, sehingga Wali Kota Depok bisa melanjutkan ke kepolisian," tutur Ade.

Sejauh ini, Ade akui, pihaknya baru sebatas menemukan adanya praktik manipulasi nilai rapor di satu SMP di Kota Depok.

Namun, belum diketahui siapa saja yang terlibat di dalam praktik manipulasi ini. Potensi keterlibatan oknum pihak sekolah, orangtua, atau keduanya masuk dalam opsi.

Jika praktik tersebut hanya melibatkan pihak sekolah, maka orangtua murid yang merasa dirugikan diimbau untuk melapor ke polisi.

Kepsek SMPN 19 mengaku salah

Kepala SMPN 19 Depok Nenden Eveline Agustina membenarkan sekaligus mengaku salah atas perkara manipulasi nilai rapor siswa yang terjadi di sekolahnya.

"Ya ini memang suatu kesalahan dan kami sudah akui. Dan kami sudah ikuti prosesnya," ujar Nenden.

Ia siap menerima segala konsekuensi atas peristiwa ini. Dia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Kemdikbudristek dan akan memberikan keterangan atas persoalan ini.

"Kami ikuti alurnya saja. Ya kami akui saja itu suatu sebuah kesalahan," tutur Nenden.

Hingga saat ini, sekolah masih menunggu proses yang harus ditempuh berikutnya.

"(Dan saat ini) memang masih berproses. (Jadi) apapun konsekuensinya ya kami harus siap," ujar Nenden.

Nasib 51 murid yang dianulir

51 murid yang nilai rapornya dimanipulasi itu diminta untuk bersekolah di sekolah swasta.

"Pagi ini kami dapat informasi dari para wali kelasnya, mereka sudah diterima di sekolah swasta. (Dari 51 orang) tinggal dua orang lagi yang belum," ungkap Nenden.

Sedangkan dua murid sisanya masih dalam proses, karena salah satu di antaranya belum bisa dihubungi.

"Ada tinggal dua orang lagi, cuma memang yang satu orang masih belum bisa dihubungi apakah sudah dapat atau belum (sekolah swasta)," tutur Nenden.

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Depok telah berkoordinasi dengan berbagai sekolah swasta agar puluhan murid yang dianulir itu dapat tetap bersekolah.

"Kami siap bertanggungjawab untuk nanti membantu mengkomunikasikan ke pihak sekolah swasta yang memang ingin dituju, karena kan alasannya sekolah swasta sudah ditutup (pendaftarannya)," ujar Nenden.

"Enggak ada (bantuan lainnya), hanya (bantu) mengkomunikasikan supaya (mereka) bisa diterima, itu juga dibantu Disdik Depok," tambahnya.

#siswa-di-depok-gagal-masuk-sma-karena-manipulai-nilai-rapor #siswa-manipulasi-nilai-rapor #sekolah-di-depok-dongkrak-rapor-siswa #smp-negeri-19-kota-depok-cuci-rapor

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/18/08504231/terbongkarnya-praktik-manipulasi-nilai-rapor-51-murid-di-depok