Media Asing Soroti Penunjukkan Keponakan Prabowo Jadi Wamenkeu

Media Asing Soroti Penunjukkan Keponakan Prabowo Jadi Wamenkeu

Media asing menyoroti penunjukkan keponakan Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, yang ditunjuk menjadi Wakil Menteri Keuangan.

(Bisnis.Com) 18/07/24 19:02 11208239

Bisnis.com,JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Bendahara Umum Partai Gerindra yakni Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II mendampingi Sri Mulyani. Penunjukkan ini kemudian mendapat perhatian dari media asing.

BloombergdanReuterspada Kamis (18/7/2024) melaporkan penunjukkan ini keponakan presiden terpilih Prabowo Subianto ini. Kedua media ini juga menyoroti sikap investor yang waspada, program Prabowo, dan penjelasan mengenai dilantiknya Thomas.

“Pengangkatan anggota keluarga Prabowo ke dalam kabinet dapat memberi pemimpin baru itu pengaruh yang lebih besar atas pengeluaran negara karena ia berupaya mendanai berbagai program ambisius termasuk makan siang gratis untuk anak-anak sekolah,” tulisBloomberg.

Media tersebut menuliskan bahwa investor telah waspada terhadap sinyal-sinyal yang saling bertentangan seputar sikap fiskal Prabowo, yang memicu aksi jual dan premi risiko yang lebih tinggi untuk obligasi Indonesia.

Kemudian, dituliskan juga soal saudaranya, Hashim Djojohadikusumo, yang mengatakan bahwa pemerintahan yang akan datang mungkin akan memungkinkan rasio utang meningkat hingga 50% dari produk domestik bruto (PDB).

Janji utama dari kampanye Prabowo yakni makan siang gratis juga disoroti, yang diperkirakan menelan biaya hingga 450 triliun rupiah per tahun jika sudah terlaksana sepenuhnya. Pemerintah yang baru setuju untuk mengalokasikan 71 triliun rupiah.

Thomas kemudian menuturkan bahwa pengeluaran tersebut merupakan pengeluaran yang berkualitas.

"Kita perlu menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas, nutrisi yang berkualitas, dan pendidikan yang berkualitas. Akan ada nilai ekonomi dalam hal itu,” pungkasnya, dikutip dariBloomberg.

SebelumnyaBloombergjuga menulis ‘Dinasti Politik’ dalam laporannya, dengan menjelaskan bahwa Thomas adalah putra mantan gubernur Bank Indonesia (BI) dan pamannya merupakan saudara Prabowo.

"Meskipun Djiwandono mungkin tidak memiliki latar belakang akademis ekonomi, pengangkatannya tampaknya tidak bermasalah bagi pasar," pungkas ahli strategi kedaulatan Asia di Robeco di Singapura, Philip McNicholas, dikutip dariBloomberg.

Menurutnya, bisa saja fokusnya adalah memastikan penerapan kebijakan ekonomi yang disukai Prabowo.

Reutersjuga melaporkan bahwa pilihan Prabowo untuk menteri keuangan dan rencana fiskal berada dalam pengawasan investor karena “janji-janji yang mahal” termasuk rencana makan siang gratis.

Kemudian, politikus senior dari partai politik Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan penjelasan kepadaReuterssoal pengangkatan Thomas tersebut.

“[Pengangkatan tersebut dimaksudkan] untuk memperlancar transisi pemerintahan dari pemerintahan Bapak Jokowi ke Bapak Prabowo," jelasnya.

Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, kemudian berharap bahwa pengangkatan Thomas akan menghasilkan komunikasi yang lebih baik mengenai sinergi fiskal dan program-program yang diusulkan selama kampanye dapat dilaksanakan secara hati-hati.

Menurutnya, penunjukan tersebut seharusnya berdampak netral pada pasar karena tidak ada perubahan dalam angka fiskal. Penurunan rupiah kemungkinan disebabkan oleh faktor eksternal.

Pada Kamis (17/7) mata uang Garuda melemah hingga 0,4% terhadap dolar AS, mencatatkan penurunan terbesar di antara mata uang negara berkembang Asia.

#thomas-djiwandono #prabowo #keponakan-prabowo-subianto #wamenkeu-ii #media-asing #thomas-djiwandono-wamenkeu

https://ekonomi.bisnis.com/read/20240718/9/1783480/media-asing-soroti-penunjukkan-keponakan-prabowo-jadi-wamenkeu