51 Siswa di Depok yang Manipulasi Nilai Rapor Sudah Masuk Sekolah Swasta
Sutarno mengungkapkan, informasi itu diperoleh melalui koordinasi dengan wali kelas masing-masing siswa terkait di SMP-nya. Halaman all
(Kompas.com) 19/07/24 07:14 11271326
DEPOK, KOMPAS.com - Sebanyak 51 calon peserta didik (CPD) yang dianulir masuk SMA negeri karena perkara manipulasi nilai rapor sudah masuk sekolah swasta.
"Tadi pagi sudah dapat informasi bahwa semua anak yang kemarin teranulir atau dibatalkan 51 siswa itu sudah terdapat di SMA swasta semua," kata Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Sutarno saat dihubungi Kompas.com, Jumat (19/7/2024).
Sutarno mengungkapkan, informasi itu diperoleh melalui koordinasi dengan wali kelas masing-masing siswa terkait di SMP-nya.
"Namun perlu kami cek secara langsung terkait yang terakhir, apakah memang sudah ataupun belum. Tapi informasi dari pihak wali kelas itu sudah masuk semua," tutur Sutarno.
Pemeriksaan ulang itu dilakukan demi memastikan tidak ada siswa yang terabaikan setelah gagal masuk sekolah negeri.
"Saya juga lagi memantau terus supaya menjamin bahwas anak-anak itu seluruhnya sudah terfasilitasi bisa masuk ke SMA swasta," ujar Sutarno.
Sebelumnya, sebanyak 51 calon peserta didik (CPD) di Kota Depok dianulir atau gagal masuk SMA Negeri karena diduga memanipulasi nilai rapor.
Hal ini diketahui berdasarkan adanya temuan ketidaksesuaian nilai di rapor fisik sekolah dengan e-Rapor yang dipegang Inspektorat Jenderal (ltjen) Kemdikbudristek.
"Pada saat dilakukan pengecekan oleh Itjen Kemdikbudristek, mereka kan yang punya e-Rapor ya. Ternyata, nilainya (di e-Rapor) tidak sama dengan nilai yang di-upload dengan buku rapor maupun buku nilai dari sekolah," ucap Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/7/2024).
Puluhan siswa yang dianulir ini berasal dari satu sekolah yang sama, yaitu SMPN 19 Depok dan tersebar di delapan SMA Negeri.
"Kemarin di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ya kita anulir yang 51 orang ini. Dan 51 CPD tersebar di delapan sekolah di SMA Negeri di Depok," terang Ade.
Terpisah, Kepala SMPN 19 Depok Nenden Eveline Agustina mengakui insiden itu terjadi.
"Ya ini memang suatu kesalahan dan kami sudah akui. Dan kami sudah ikuti prosesnya," ucap Nenden saat ditemui Kompas.com, Rabu (17/7/2024).
Nenden mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Itjen Kemdikbudristek dan siap menerima konsekuensinya.
#manipulasi-nilai-rapor #siswa-di-depok-gagal-masuk-sma-karena-manipulai-nilai-rapor #siswa-manipulasi-nilai-rapor #sekolah-di-depok-dongkrak-rapor-siswa